3 Alasan Kenapa Pembukaan McDonald’s di Korut Jadi Agenda Penting dalam Pertemuan Trump & Kim

Posted on


Featured Image

Siapa yang bakal menyangka kalau hari ini Kim Jong-Un, dear leader Korea Utara akhirnya benar-benar berangkat ke Singapura hari ini (10/6) untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Perjalanan ini dilaporan merupakan perjalanan terjauh yang pernah dilakukan Kim sejak memimpin Korut sejak tahun 2011. Pertemuan dua pemimpin dunia ini disebut-sebut bakal jadi salah satu pertemuan terpenting dalam sejarah.

Anehnya, di samping pelucutan nuklir dan reunifikasi Korea, isu yang juga ramai dibicarakan adalah kemungkinan restoran fast food asal Amerika Serikat yaitu McDonald’s untuk akhirnya bisa masuk ke Korea Utara. Itu langkah besar lho guys! Pasalnya, segala hal yang berbau Amerika itu dilarang bahkan seakan-akan dianggap haram di Korut. Bahkan sebagaimana dilansir dari Washington Post, ada teori kalau dua negara yang punya McDonald’s itu tidak akan berperang.

Kabarnya Kim Jong-un diam-diam itu penggemar berat burger via www.express.co.uk

Meski begitu, ternyata McDonald’s tidak akan jadi restoran cepat saji atau burger joint pertama di Korut. Sejak tahun 2009, ada sebuah restoran burger yang dirintis seorang warga Singapura di Pyongyang. Wah bakal ada kompetisi dong! Mau tahu cerita lengkapnya?! Yuk simak bareng ulasan Hoopsbyjudy News & Feature ini.

McDonald’s mungkin memang layak jadi agenda utama pertemuan akbar ini. Pasalnya, Trump terkenal makan McDonald’s tiap hari dan Kim kayaknya diam-diam suka sama burger

Bisa jadi salah satu agenda pembicaraan via www.express.co.uk

Sudah jadi rahasia umum kalau Donald Trump tergila-gila dengan McDonald’s. Kabarnya bahkan ia tiap hari makan burger dan cola. Bukan hanya karena senang dengan rasanya, Trump menganggap McDonald’s yang diproduksi secara massal merupakan makanan paling aman dan terjamin di dunia. Sedangkan Kim Jong-un yang pernah bersekolah di Swiss, sebenarnya terkenal diam-diam menyukai banyak hal yang kebarat-baratan seperti olahraga basket dan burger.

Terlepas dari preferensi pribadi dua pemimpin dunia ini, investasi Amerika Serikat seperti menghadirkan McDonald’s di Korea Utara memang akan menjadi agenda pembicaraan. Bahkan menurut laporan intelijen CIA, sebagaimana dilansir NBC News, Korea Utara tampaknya benar-benar berniat mengizinkan pembukaan McDonald’s untuk menunjukkan komitmen dan niat baiknya dalam pertemuan mendatang.

McDonald’s sendiri jelas bukan sekadar restoran biasa. Restoran fast food ini dikenal luas sebagai simbol kapitalisme dan globalisasi. Kalau bisa sampai Korea Utara, sekali lagi McDonald’s berhasil menembus wilayah yang sebelumnya tertutup

Setelah Rusia dan Cina, McDonald’s mungkin sebentar lagi akan masuk Korea Utara via www.washingtonpost.com

Pembukaan restoran burger biasa mungkin tidak akan dibicarakan dalam pertemuan tingkat tinggi sepenting ini. Namun lain halnya dengan McDonald’s. Bukan hanya sekadar menjual burger dan french fries saja, McDonald’s itu bisa dibilang salah satu simbol terbesar dari kapitalisme. Makanya jika McDonald’s akhirnya beneran buka di Korea Utara, peristiwa ini memiliki arti simbolis yang penting. Negara yang selama ini tertutup dan selalu menolak segala sesuatu yang berhubungan dengan Amerika dan kapitalis, akhirnya benar-benar mulai terbuka.

Tapi McDonald’s tidak akan jadi restoran burger pertama di Korut. Titel itu sudah dipegang oleh restoran burger bernama Three Big Stars yang didirikan oleh seorang pengusaha Singapura pada tahun 2009

Pendiri, Patrick Soh dengan staff-nya di Pyongyang  via sg.news.yahoo.com

Jika berhasil buka di Korea Utara, McDonald’s harus bersaing dengan Three Big Stars. Three Big Stars yang berarti tiga bintang besar merujuk kepada tiga generasi pemimpin Korea Utara, Kim Il-sung, Kim Joong-il, dan Kim Jong-un, didirikan oleh seorang pengusaha Singapura bernama Patrick Soh pada tahun 2009. Meskipun menjual apa yang kita kenal sebagai burger, namun makanan ini awalnya tidak disebut burger karena takut dianggap kebarat-baratan. Hanya melayani pembelian dengan mata uang asing, restoran di Ibukota Pyongyang ini terlalu mahal untuk warga Korut biasa. Begini nih penampakan makanannya….

Hot dog, ayam goreng, dan burger  via www.scmp.com

Hasil pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un 12 Juni bisa jadi membawa perubahan baru di dunia. Menurut laporan intelijen CIA yang sama, Korea Utara lebih mungkin akhirnya mengizinkan pembukaan McDonald’s dibanding benar-benar menghentikan semua program nuklirnya. Makanya, akan sangat menarik melihat bagaimana jika McDonald’s masuk Korea Utara nanti. Ya kita lihat saja nanti hasilnya…

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya