4 Aksi terorisme dengan melibatkan anak-anak, keji dan biadab

Posted on


Hoopsbyhudy.com – Aksi terorisme dengan berbagai bentuk tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa. Pengamat terorisme, Al Chaidar mengatakan bahwa kini keterlibatan anak-anak dalam aksi terorisme mengalami peningkatan.

Alasan utama dari perekrutan anak-anak dalam aksi teror tersebut adalah sulitnya menarik anggota baru yang telah dewasa. Sementara itu, anak-anak relatif mudah untuk dibujuk.

Di sisi lain, pelibatan anak-anak juga ditopang dengan alasan yang religius, yakni mengajak mereka untuk berjihad. Nah, berikut Hoopsbyjudy rangkum 4 aksis terorisme dengan melibatkan peran anak-anak dari berbagai sumber, Minggu (13/5).

1. Pengeboman di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Surabaya.

foto: maps.google.com

Teror bom di gereja ini terjadi pada Minggu (17/5) pagi. Seorang saksi mengatakan bahwa pelaku adalah seorang perempuan yang membawa dua orang anak. Ibu dan dua anak tersebut masing-masing membawa tas berisi bom dan saling bergandengan saat memaksa memasuki ruang kebaktian GKI yang terletak di Jalan Diponegoro, Surabaya ini.

 

2. Serangan di Gereja Katolik Santo Yosep, Medan.

foto: liputan6.com

Pelaku aksi teror di Gereja Katolik Santo Yosep, Medan ini adalah seorang anak berinisial IAH. Ia berusaha menyerang dan melukai sang pastor dengan menggunakan pisau. Beruntungnya, jemaah gereja berhasil membekuknya, sehingga aksi yang terjadi pada Agustus 2016 ini dapat digagalkan. Atas tindakan nekatnya tersebut, IAH pun divonis 5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

 

3. Pelemparan bom molotov ke halaman Gereja Oikumene Sengkotek, Kalimantan Timur.

foto: liputan6.com

JS, pimpinan kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Samarinda mengajak sang anak, GA (16) saat melempar bom molotov ke halaman Gereja Oikumene Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur. Meski masih di bawah umur, pada akhirnya sang anak tersebut ditetapkan sebagai tersangka.

 

4. Kelompok teroris Boko Haram dari Nigeria

foto: liputan6.com

Menurut UNICEF, sejak awal hingga pertengahan tahun 2007, kelompok teroris Boko Haram telah menggunakan 83 anak sebagai pengantin bom bunuh diri. Mereka melibatkan anak-anak agar aksinya dapat berjalan dengan lebih mudah. Terhitung hingga saat ini, aksi tersebut telah menewaskan lebih dari 20.000 orang.

(brl/fen)