4 Alasan Kenapa Kelelawar Selalu Tidur dan Istirahat dalam Posisi Terbalik. Kalau Kita Mah Pusing

Posted on


kenapa kelelawar tidur dan istirahat dalam posisi terbalik

Kapan sih kamu pernah bergelantungan terbalik?

Buat yang hobi nge-gym, mungkin pernah bergelantungan di beberapa alat gym untuk membentuk otot kaki atau perut. Bagi penikmat wahana ekstrem di taman bermain, bisa jadi ketagihan sama roller coaster atau permainan sejenis karena sensasinya memutarbalikkan tubuhmu. Berada dalam posisi bergelantungan atau terbalik, memang bukan posisi natural atau alamiah manusia yang terbatasi gravitasi. Kalau kelamaan jungkir balik atau bergelantungan, kita pasti bakal pusing dan mungkin sampai muntah. Meski hukum alam itu juga tampaknya berlaku pada hampir semua spesies hewan, ada beberapa pengecualian unik nih guys.

Salah satu yang paling terkenal adalah kelelawar. Hewan malam atau nokturnal ini lebih nyaman tidur atau beristirahat dalam posisi terbalik. Karakteristik unik ini sudah dipelajari para ilmuwan sejak ribuan tahun lalu. Mau tahu apa rahasianya kelelawar sampai seakan-akan bisa melawan gravitasi? Yuk cari tahu bareng Hoopsbyjudy News & Feature!

1. Gravitasi itu erat hubungannya dengan berat & komposisi badan. Beda dengan manusia yang 2/3 tubuhnya berupa cairan, kelelawar tergolong spesies yang ramping dan sangat ringan

Seluruh cairan tubuhmu bakal langsung turun ke arah kepala, wajar aja kalau pusing~ via news.nationalgeographic.com

Satu rahasia kenapa kelelawar bisa begitu nyamannya ‘melawan’ gravitasi terletak pada komposisi tubuhnya yang sangat ramping. Sebagaimana dilansir dari National Geographic, dua jenis kelelawar terbesar di dunia yaitu Black Flying Fox di Australia dan Golden-crowned Flying Fox di Filipina, hanya berbobot sampai 1,1 kg. Bukan cuma beratnya yang ringan, tapi komposisi tubuhnya sangat ramping. Berbeda dengan tubuh manusia yang 2/3 atau sekitar 60%-nya sebenarnya terdiri dari cairan, komposisi cairan seperti darah dalam tubuh kelelawar sepertinya tidak begitu banyak. Jadi sekalipun jungkir balik, peredaran darahnya tidak akan terganggu dengan pergerakan tersebut.

Apa gara-gara darahnya tergolong ‘kering’, makanya kelelawar populer jadi icon penghisap darah ya?

2. Tapi tidak semua hewan ramping dan ringan bisa senyaman kelelawar dalam posisi terbalik. Kelelawar memiliki otot khusus di kaki untuk bisa menggantung dengan nyaman

Bagian tubuhnya sudah beradaptasi dengan gaya hidupnya yang tidur dan beristirahat menggelantung via animals.howstuffworks.com

Selain tidak pusing dan tidak merasa seakan-akan dikocok dalam keadaan terbalik akibat komposisi badannya yang sangat ramping, kelelawar juga sangat nyaman bergelantungan karena otot khusus di kakinya. Dengan otot tersebut, kelelawar justru merasa paling nyaman dalam posisi terbalik bergelantungan dari dahan pohon atau atap gua. Terbalik dengan manusia atau kebanyakan hewan lainnya, kelelawar malah tidak nyaman jika harus berada dalam posisi tegap karena harus membengkokkan otot tersebut.

Adaptasi fisiologis itu membuat kelelawar tidak perlu mengeluarkan energi saat bertengger dengan posisi terbalik. Jadi mereka dapat bergantung terbalik tanpa lelah. Makanya kelelawar tertidur dan biasanya selalu ditemukan dalam posisi terbalik.

3. Otot khusus dan gaya hidup bergelantungan tersebut diyakini oleh para ahli sebagai bentuk adaptasi alami menghadapi predatornya. Di tempat tinggi dan gelap, pemangsanya jadi susah menjangkau

Cara bersembunyi dari predator  via vanwinkles.com

Kertika siang hari banyak predator yang ingin memangsa kelelawar. Bergantung dengan cara terbalik merupakan cara yang tepat untuk menghindari predator tersebut. Posisi tidur seperti ini amat sangat sulit dijangkau oleh predator, ular sanca misalnya. Ketika akan dimangsa oleh predator, maka dengan sigap posisi tidur terbalik memudahkan kelelawar untuk segera terbang. Sebagai tambahan, kelelawar juga tidur di tempat yang sangat menguntungkan bagi mereka, seperti di dalam gua, di kolong jembatan, hingga di dalam pohon yang berlubang.

4. Selain bersembunyi, posisi itu juga sangat penting untuk terbang. Kelelawar tidak bisa terbang dari darat, mereka harus memanjat ke atas pohon biar bisa lepas landas

Kelelawar bahkan mendarat dalam posisi terbalik. via www.youtube.com

Berbeda dengan burung, kelelawar tidak dapat terbang langsung ke udara dari tanah. Karena sayap mereka yang cukup lebar tidak memungkin untuk mengasilkan tenaga agar dapat mengangkat tubuh mereka lepas landas. Nah, selain itu ukuran kaki kelelawar sangat kecil dan tidak mengalami perubahan meski ia tumbuh dewasa. Faktor ini juga yang menyebabkan kelelawar tidak bisa berlari untuk kemudian terbang tinggi.

Oleh karena itu kelelawar memilih tidur di dahan pohon dengan posisi terbalik agar ketika ia ingin terbang tinggal menjatuhkan diri untuk memulai penerbangan. Wah unik banget ya gaya hidup dan karakteristik kelelawar….

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya