4 Fakta Peringatan Hari Buruh di Indonesia & Sosok Marsinah yang Tidak Boleh Kita Lupakan

Posted on


Apakah ada yang tahu kenapa 1 Mei selalu diperingati sebagai Hari Buruh sedunia?

Mungkin banyak diantara kita yang masih menganggap enteng May Day atau Hari Buruh hanya sebagai hari libur biasa. Banyak juga yang punya gambaran kalau ‘buruh’ itu hanya mereka yang bekerja di pabrik. Padahal kalau mau buka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), buruh itu artinya orang yang bekerja untuk orang lain dengan mendapat upah. Mau bekerja untuk perusahaan besar, start up kecil-kecilan, atau negara sekalipun, kalau kamu bekerja untuk orang lain — ya termasuk buruh juga meski dengan perjuangan yang beda-beda.

Maka dari itu, peringatan Hari Buruh sebenarnya penting untuk dipahami bersama lho guys. Di Indonesia sendiri, banyak peristiwa penting yang terjadi di negeri ini karena pergerakan buruh. Ada juga sosok penuh inspirasi seperti Marsinah yang seringkali jadi simbol perjuangan buruh di Indonesia. Demi menuntut kenaikan upah dan kesejahteraan buruh, Marsinah sampai harus kehilangan nyawa setelah demonstrasi buruh di Jawa Timur pada tahun 1993. Sebagaimana dilansir dari Kompas, kini kegiatan berziarah ke makam Marsinah menjadi salah satu ritual perayaan May Day tiap tahunnya. Nah biar tahu bagaimana hari ini lebih dari sekadar tanggal merah biasa, yuk simak ulasan Hoopsbyjudy News & Feature ini!

May Day atau Hari Buruh sedunia sudah diperingati sejak abad 19 untuk mengingat catatan kelam dari rentetan perjuangan keras buruh yang ditindas oleh kapitalis di Eropa dan Amerika

Peristiwa Haymarket awal mula Mayday via www.lasexta.com

Pada awal mulanya, tanggal 1 mei 1886 terjadi aksi protes besar-besaran oleh buruh di Amerika Serikat. Saat itu para buruh menuntut agar menurunkan jumlah jam kerja menjadi 8 jam kerja per hari, yang mana jumlah jam kerja sebelumnya dirasa sangat menyiksa pekerja. Mereka sangat menyayangkan ketidakadilan dari pemilik modal yang sangat menguras tenaga mereka seperti hewan.

Kemudian pada tanggal 4 mei 1886 terjadi aksi pawai besar-besaran yang melibatkan banyak demonstran dari berbagai buruh di Amerika Serikat. Namun nahas, ketika pawai besar itu berlangsung terjadi penembakan brutal oleh pihak kepolisian yang menyebabkan korban meninggal sebanyak ratusan orang. Peristiwa tersebut dikenal dengan “Peristiwa Haymarket”.

Akhirnya terjadilah Kongres Sosialis Dunia pada bulan Juli 1886 di Paris, Perancis, yang menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Dunia atau biasa dikenal dengan istilah May Day. 

Di Indonesia sendiri, peringatan May Day tidak bisa dilepaskan dari sosok Marsinah. Demi memperjuangkan kesejahteraan buruh, aktivis ini harus kehilangan nyawanya dengan cara yang sangat kejam

Marsinah sosok pemberani melawan ketidakadilan terhadap buruh via newswantara.com

Tidak beda jauh sih dengan aksi demo yang terjadi di tanah Eropa maupun Amerika. Di Indonesia sendiri demo yang dilakukan oleh buruh sudah terjadi sejak 1920-an. Namun, pada masa era orde baru aksi tersebut tidak dilakukaan lagi karena dianggap paham komunis.

Karena merasa gerah aspirasi buruh tampaknya selalu dibungkam, di Sidoarjo tahun 1993 terjadi demo besar-besaran oleh buruh pabrik PT. Catur Putra Surya yang menuntut agar upah harian mereka yang semula Rp1.700 per hari menjadi Rp2.250 per hari. Demo ini diinisiasi dan dipimpin oleh seorang aktivis buruh bernama Marsinah yang waktu itu berusia 24 tahun.

Demo ini berhasil karena pihak PT. Catur Putra Surya memenuhi semua keinginan buruhnya. Keputusan perusahaan tersebut menjadi angin segar bagi para buruh.

Meski demonstrasi yang ia pimpin berhasil, Marsinah justru dinyatakan hilang tidak lama setelahnya. Lalu ketika Marsinah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, semua orang tersadar betapa rentannya posisi rakyat kecil seperti buruh

Penguburan Marsinah via merahputih.com

Keberadaan Marsinah tidak diketahui oleh kerabat atau teman kerjanya. Bahkan keluarganya sendiri tak tahu ke mana perginya Marsinah. Padahal pada 4 Mei 1993, dua hari setelah tuntutan dipenuhi Pt. Catur Putra Surya, Marsinah masih beraktifitas seperti sedia kala.

Nahasnya, Marsinah akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di gubuk petani pinggir hutan Wilangan, Nganjuk, dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Setelah dilakukan investigasi oleh polisi, Marsinah meninggal karena diculik oleh pihak PT. Catur Putra Surya. Kasus ini menjadi sorotan bagi teman-teman buruh di seluruh Indonesia bahwa keadilan hukum di negeri ini masih terasa berat sebelah. Rakyat kecil seperti boneka yang mudah dipermainkan dan diinjak-injak oleh para kapitalis.

Kasus penculikkan Marsinah merupakan pelanggaran HAM yang tidak bisa dilupakan sebagai catatan kelam dunia kerja di Indonesia.

Peristiwa penculikkan Marsinah menjadi catatan kelam dunia kerja di Indonesia. Berkat keberaniannya melawan penindasan kapitalis, saat ini kesejateraan buruh menjadi perhatian yang tak luput oleh pemerintah

Marsinah pahlawan buruh Indonesia via www.zetizen.com

Sejak peristiwa Marsinah, peringatan May Day setiap tanggal 1 mei dilakukan kembali oleh gabungan buruh seluruh Indonesia. Untuk menampung aspirasi buruh maka didirikanlah sebuah wadah bernama Serikat Pekerja Metal Indonesia atau SPMI pada 6 Februari 1999 yang saat itu diketuai oleh Drs. H. Thamrin Mossi sebagai presiden SPMI. Lalu pada 1 September 2001 SPMI berubah menjadi FSPMI dengan tujuan memperkuat peran serikat pekerja agar segala aspirasi buruh bisa disampaikan langsung kepada presiden.

Mungkin jika tidak ada Marsinah nasib buruh hingga kini bakalan ditindas terus. Marsinah oleh kaum buruh dianggap sebagai pahlawan pekerja. Kini upah buruh sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Makanya, setiap peringatan May Day, sosok Marsinah berubah menjadi semangat dalam jiwa para buruh yang selalu ikutserta sebagai gelombang ingatan agar tidak melupakan jasa-jasanya.

Kisah Marsinah diabadikan dalam sebuah film “Marsinah” tahun 2001. Film ini disutradarai oleh Slamet Rahardjo dan Megarita berperan sebagai Marsinah.

Film ‘Marsinah’ yang mungkin harus kamu tonton via www.muvila.com

Persitiwa Marsinah bukan sekedar catatan lembar kelam, melainkan menjadi sebuah reminder bahwa penindasan manusia atas manusia masih kerap terjadi hingga saat ini. Marsinah adalah salah satu sosok dari banyak Marsinah lainnya yang mungkin belum berani menyampaikan aspirasi agar kesejahteraan buruh menjadi sorotan penting bagi pemerintah.

Buruh punya hak penuh untuk hidup sejahtera meski tenaganya dikuras bagai kuda pecut.

Selamat hari Buruh Nasional 1 Mei 2018!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya