4 Kondisi yang Sebabkan Mata Merah Layaknya Berlumuran Darah. Sebenarnya Nggak Sebahaya itu Kok

Posted on


Meski terlihat sangat mengerikan dan mengganggu, kondisi mata merah memang sebenarnya tidak berbahaya seperti kelihatannya. Banyak orang yang seketika ngeri melihat kondisi tersebut. Bagi yang nggak tahu memang kebanyakan mengira kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan perlu penanganan khusus dari dokter. Karena bagaimana mungkin mengalami pendarahan di dalam bola mata.

Ternyata kondisi mata yang seolah seperti berlumuran darah itu bukanlah kondisi yang berbahaya. Simpelnya, pembuluh darah di dalam mata memang pecah dan membuat darah kelihatan dari bola mata dan disebut subconjunctival hemorrhage. Namun tidak berapa lama kemudian darah yang keluar akan terserap dengan sendirinya. Ini sama sekali nggak berhubungan dengan mata lelah akibat bermain ponsel seharian ya. Beberapa hari yang lalu sempat ramai beredar pesan berantai untuk tidak main ponsel saat tiduran karena menyebabkan subconjunctival hemorrhage. Penjelasan lebih lanjut coba simak deh uraian Hoopsbyjudy News & Feature berikut…

Jika bagian matamu yang putih berwarna merah darah, jangan keburu panik ya. Kemungkinan besar kamu mengalami pendarahan subkonjunctiva

Ini bukan karena kesurupan ya.. 😀

Secara medis kondisi mata yang kelihatan berdarah tersebut disebut Subconjunctival Hemorrhage. Kondisi ini bisa ditemukan ketika membran konjunctiva yang berada di lapisan terluar bola mata mengalami pendarahan. Sebenarnya lapisan konjunctiva juga mengandung saraf-saraf dan pembuluh darah kecil yang bisa ‘terluka’. Jadi bukanlah hal yang mustahil jika area putih di bola matamu terlihat memerah karena pendarahan konjunctiva.

Menurut penjelasan dr. Ferdiriva Hamzah melalui akun twitternya, pendarahan pada konjunctiva ini sebenarnya sama sekali nggak berbahaya. Dalam dua minggu, darah akan terserap sendiri. Nggak akan ada efek yang signifikan kok akibat pendarahan yang kamu alami ini. Jika ada pun, kamu perlu kembali memeriksakannya ke dokter mata ya…

Penyebabnya jelas bukanlah karena bermain ponsel sambil tiduran seperti yang dikatakan pesan berantai. Bisa dibilang penyebabnya adalah hal yang nggak serius

Ahlinya sudah berbicara nih… via twitter.com

Sebenarnya penyebab pendarhan konjunctiva itu seringnya terjadi secara spontan. Misalnya karena bersin atau batuk yang terlalu kencang, mengucek mata terlalu keras, hingga karena minum pengencer darah. Ada pun kalau sebelumnya seseorang terkena benturan di sekitar mata, itu juga bisa jadi penyebab pendarahan lho. Layaknya luka yang muncul akibat trauma. Sebenarnya pendarahan ini mudah sembuh kok, dan nggak bahaya sama sekali Tinggal perlu sabar mengompresnya dengan air dingin atau diberi pelembab mata, maka dalam beberapa minggu warna merah akan hilang dari area mata.

Beda banget ‘kan dengan hoaks yang beredar kalau kondisi ini disebabkan gara-gara main ponsel sambil tiduran

Hoaks yang menyebar di mana-mana. via twitter.com

Beberapa waktu yang lalu sempat ramai beredar hoaks yang tersebar melalui pesan berantai WhatsApp. Kebanyakan pesan ini bahkan menyebar di grup-grup keluarga lho. Hoaks tersebut mengatakan bahwa seorang anak berusia 15 tahun pembuluh matanya pecah karena terlalu banyak main ponsel. Terlebih, pesan berantai tersebut juga memberikan imbauan kepada siapa pun untuk berhati-hat dan mengurangi penggunaan ponsel terutama kalau sambil tiduran.

Jangan salah bermain ponsel terlalu lama memang benar-benar berbahaya bagi kesehatan. Namun menakut-nakuti orang dengan informasi yang salah itu nggak bisa dibenarkan

Sedangkan kalau main ponsel bahayanya beda lagi… via twitter.com

Sebagian warganet menanggapi unggahan dr. Ferdiriva yang sempat meluruskan kabar hoaks ini. Beberapa menceritakan bahwa mereka mencoba memberikan pengertian kepada keluarga dan kerabat bahwa kabar tersebut sebenarnya keliru. Alih-alih berterimakasih karena informasi dibenarkan, ada yang justru memela bahwa berita hoaks tersebut disampaikan demi kebaikan.

Bermain ponsel terlalu lama, terutama sambil tiduran memang benar-benar berbahaya lho buat kesehatan mata. Namun cara menyampaikan urgensi ini tentu harusnya bukan dengan berita bohong yang bikin banyak orang salah fokus. Takutnya jika ada yang sampai mengalami pendarahan konjunctiva beneran justru jadi panik dana ketakutan. Padahal kondisi tersebut bukanlah penyakit yang serius.

Setelah mengetahui kebenaran dari informasinya, sekarang nggak ada salahnya kamu buat menjelaskan kepada kelurga dan kerabat untuk lebih berhati-hati lagi. Jangan sampai niat baik untuk mengingatkan demi kebaikan justru dipenuhi dengan kesalahan informasi dan berita bohong yang bisa menyesatkan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya