5 Alasan kenapa anak millenial wajib nonton film Kulari ke Pantai

Posted on


Hoopsbyhudy.com – Film Kulari Ke Pantai yang disutradarai oleh Riri Riza ini ternyata banyak diminati bukan dari kalangan anak-anak saja. Film yang mengusung genre road-trip dari Jakarta menuju Banyuwangi ini sukses menghibur generasi millenial dengan kehidupan ala western.

Kulari Ke Pantai mengisahkan perjalanan yang dilakukan oleh Sam dan Ibunya yang diperankan oleh Maisha Kanna dan Marsha Timothy. Karena satu dan lain hal, akhirnya Sam harus menerima jika Happy (Lil’li Latisha) harus ikut dalam perjalanan yang awalnya hanya direncanakan Sam berdua dengan sang ibu saja.

Perjalanan ini pun ternyata tidak semulus liburan yang dibayangkan. Berbagai rintangan pun dilalui mereka bertiga hingga akhirnya kilmaks masalah pun terjadi. Dan dari situ juga konflik lain dalam film tersebut muncul.

Dikutip Hoopsbyjudy dari berbagai sumber, Kamis (5/7), film ini dinilai menghidupkan kembali perfilman dengan genre anak di Indonesia. Setelah Petualangan Sherina, Miles Film pun kembali dengan Kulari Ke Pantai. Simak alasan mengapa anak millenial wajib menonton film Kulari Ke Pantai.

1. Perpaduan dua karakter bertolak belakang Maisha Kanna & Lil’li Latisha

Akting keduanya sukses menghidupkan film Kulari Ke Pantai dengan figur dan latar belakang kehidupan yang sangat berbeda. Sam yang diceritakan sebagai anak yang masih bersekolah dasar yang mencintai kehidupan olahraga surfing, sementara Happy yang datang dari keluarga kaum urban yang sangat melek gadget seperti zaman sekarang.

 

2. Perjalanan 1.000 km dari Jakarta hingga Banyuwangi

Sebelumnya, penonton tidak menyangkan akan menemukan wawasan terbaru tentang pantai-pantai di Indonesia yang akan Sam dan ibunya singgahi di film ini. Film Kulari Ke Pantai menjadi film yang turut mengedukasi penonton tentang kekayaan wisata pantai di Indonesia dengan lugas dan baik.

 

3. Suku Dani, pria yang tiba-tiba muncul di perjalanan mereka

Adanya pemeran pembantu Suku Dani sangat menghidupkan film tersebut. Karakternya adalah pria bule yang sangat fasih berbahasa Papua dengan kentalnya logat timur. Dan adanya Suku Dani ini juga membantu perjalanan Sam dan Happy yang terjebak di suatu momen tak terduga di dalam film.

 

4. Kaitan dengan fenomena anak zaman now yang sangat kuat

Dialog dalam film Kulari Ke Pantai juga sangat jelas dan kuat, banyak sekali rangkaian adegan yang menyindir kaum generasi masa kini yang begitu bergaya hidup kebarat-baratan. Film ini akan membuat penontonnya menghargai budaya Indonesia secara lebih mendalam.

 

5. Film disajikan dengan cara yang santai dan tidak butuh berpikir keras

Tak hanya menjadikan film anak-anak saja, bumbu konflik antar keluarga pun disampaikan lewat film ini dengan cara yang sederhana dan tidak terlalu kompleks. Serta drama yang enteng dan bisa dinikmati anak di bawah umur tanpa sulit berpikir.

(brl/lea)