5 Fakta sampah makanan di Indonesia, bisa beri makan 28 juta orang

Posted on


Hoopsbyhudy.com – Acap kali saat makan di luar kita tak memperhatikan berapa banyak sampah makanan yang kita hasilkan. Yang penting sudah membayar, perut kenyang, selesai perkara. Ini baru satu pelanggan. Bayangkan berapa banyak sampah makanan jika satu restoran tersebut dikunjungi ratusan orang setiap hari.

Hal ini terlihat pada tahun 2016 ketika seorang pengguna Facebook Aminudi Ami mengunggah foto sampah makanan. Dalam foto tersebut terlihat sampah menggunung dan nggak sedap dipandang. Nggak main-main, sampah sebanyak itu dihasilkan dari sebagian kecil restoran yang ada di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat.

“1,2 ton lebih sampah makanan yang sebagian besar adalah nasi, sayur, buah dan lauk pauk,” tulisnya dalam postingan tersebut.

foto: Facebook/Aminudi_amin

Walaupun terlihat sepele, permasalahan sampah ternyata sangat kompleks. Sebagaimana dikutip dari foodsustainability.eiu.com, data tahun 2016 dari Economist Intelligence Unit (EIU) mengatakan, setiap orang Indonesia bisa menghasilkan sampah makanan hingga 300 kg per tahun. Angka ini cukup memprihatinkan mengingat di sisi lain masih banyak warga Indonesia yang kesusahan mencari makanan setiap harinya.

Sisa makanan sampah ini bisa semakin bertambah saat Ramadan lho. Data Dinas kebersihan DKI Jakarta menunjukkan total sampah di Ibu Kota bisa naik hingga 6.900 ton pada 10 hari pertama Bulan Suci. Nggak hanya di Jakarta, kota terdekat seperti Bekasi juga akan meningkat 10% dari jumlah normal.

Tak bisa disepelekan, sampah makanan harus bisa diselesaikan dengan cepat. Sebelum itu, kamu harus mengetahui dulu data dan fakta permasalahan sampah. Disarikan Hoopsbyjudy dari berbagai sumber, Kamis (24/5), ini lima fakta sampah makanan di Indonesia yang bikin heran.

1. Berat sampah makanan di Indonesia selama setahun mencapai 13 juta ton.

foto: Mylanta

Dalam wawancaranya kepada media bertepatan Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober, Kepala Perwakilan Badan Pangan PBB (FAO), Mark Smulders pada tahun 2016 mengatakan, di Indonesia sampah makanan mencapai 13 juta ton setiap tahunnya. Sampah makanan ini kebanyakan dari ritel, katering, dan restoran.

Perilaku masyarakat yang sering nggak menghabiskan makanan juga berkontribusi terhadap besarnya jumlah sampah makanan di Indonesia. Berat ini sama dengan 500 kali berat Monas di Jakarta lho! Bahkan data tahun 2014 menunjukkan sebanyak 1,3 milyar ton makanan terbuang setiap tahunnya di dunia, dan Indonesia menyumbang 21 juta ton sebagaimana dikutip dari akun Facebook Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO Indonesia) World Food Day Indonesia.

2. Sampah makanan selama setahun dapat dikonsumsi 28 juta orang.

foto: shutterstock.com

Sebanyak 13 juta ton sampah makanan per tahun di Indonesia tersebut jika dikelola dengan baik bisa menghidupi lebih dari 28 juta orang. Seperti dikutip dari bps.go.id, angka ini hampir sama dengan jumlah penduduk miskin atau sekitar 11% dari populasi Indonesia menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2015.

3. Indonesia penghasil sampah makanan terbanyak ke-2 di dunia.

foto: star2.com

Sebagaimana dikutip dari foodsustainability.eiu.com, data dari Economist Intelligence Unit (EIU) pada tahun 2016 menempatkan Indonesia sebagai nomor dua penghasil sampah makanan terbanyak di dunia setelah Saudi Arabia. Dalam data tersebut dijelaskan bahwa pola konsumsi makanan masyarakat yang buruk membuat produksi sampah makanan semakin meningkat per tahunnya.

4. Makanan jadi penyumbang sampah terbesar di Jakarta.

foto: shutterstock.com

Dilansir Hoopsbyjudy dari katadata.co.id, total sampah di Jakarta pada tahun 2015 sebanyak 2,7 juta ton atau 7.500 ton per hari. Sejumlah 54% di antaranya adalah sampah organik seperti sisa makanan. Masih dari sumber yang sama, sampah di Ibu Kota Indonesia ini juga akan diperkirakan naik mencapai 9.000 ton per hari pada tahun 2025. Hal in berarti sampah makanan akan semakin meningkat juga per tahunnya.

5. Limbah makanan yang dibuang setiap hari bernilai Rp 27 triliun.

foto: shutterstock.com

Dikutip Hoopsbyjudy dari antaranews.com, data BPS menunjukkan, impor limbah sisa makanan pada periode Januari-Oktober 2016 mencapai USD 2 miliar atau kurang lebih Rp 27 triliun. Artinya, Indonesia mengimpor sampah makanan dari luar negeri untuk keperluan seperti pakan ternak.

Padahal jika pengelolaan sampah dalam negeri ditingkatkan, Indonesia bisa menghemat lebih dari Rp 27 triliun. Salah satu caranya adalah memaksimalkan pengolahan sisa atau limbah makanan dari restoran, retail, maupun produsen. Nggak nyangka kan sisa makanan ternyata punya nilai triliunan?

Melihat data dan fakta di atas, kamu pasti bertanya-tanya, apa yang bisa anak muda lakukan untuk memperbaiki keadaan? Simpel banget, yuk mulai dari diri sendiri! Kamu bisa ubah kebiasaanmu saat makan atau berbuka puasa, baik di rumah maupun di restoran.

Seringnya nih, setelah berpuasa seharian, orang akan makan berlebihan. Ambil takjil berlebih, makan besar sepiring penuh, belum lagi ngemil-ngemil. Sebaiknya kamu hindari kebiasaan ini.

Akan ada dua kemungkinan yang terjadi jika kamu makan berlebihan setelah perut kosong seharian. Pertama, kamu makan semuanya sampai tandas sehingga perut begah bahkan berpotensi menyebabkan gangguan pada lambung. Kedua, kalau nggak habis, akhirnya makanan itu bersisa dan masuk tempat sampah. Nah, lho!

Makanya, yuk mulai sekarang lebih bijak lagi saat makan. Jika sedang berbuka di luar bersama teman satu geng maupun sendirian, kamu bisa terapin cara cerdas dari Mylanta® ini. Nggak perlu ribet, kamu bisa terapin #MakanBijak mulai dari sekarang.

foto: Mylanta

Bagaimana caranya? Pertama, pesan secukupnya dan pisahkan di awal jika makanan terasa berlebihan. Kedua, bungkus sisa makanan yang telah dipisahkan. Nah, selanjutnya share pengalamanmu di media sosial dengan tagar #MakanBijak.

Dengan #MakanBijak, kamu sudah berbuat baik untuk perutmu dan lingkunganmu! Memangnya seberapa krusialnya sih menyisakan makanan? Tonton dulu video berikut ini yuk!

 

 

(brl/tin)