5 Kisah heroik korbankan diri demi orang lain saat serangan bom

Posted on


Hoopsbyhudy.com – Seorang satpam gereja di Surabaya dengan berani menghalangi aksi teror pada Minggu (13/5) pagi. Satpam itu menghalangi wanita yang hendak nekat masuk gereja. Tak disangka ternyata sosok yang dilarang tersebut membawa bom dan meledakkan diri. Sontak, sang satpam ikut menjadi korban.

Pada 2006 silam, seorang anggota ormas juga dengan berani menghalangi aksi teror. sosok bernama Rianto menjadikan dirinya tameng hidup dalam tragedi pengeboman di malam Natal tahun 2006 lalu.

Rianto sendiri hanyalah satu dari sekian banyak orang yang dapat dijuluki sebagai pahlawan tanpa jubah. Di luar sana, tak sedikit orang yang juga memiliki jiwa heroik sepertinya. Mereka adalah orang-orang yang rela mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan banyak orang.

Siapa saja mereka? Berikut Hoopsbyjudy rangkum ulasannya dari berbagai sumber, Minggu (13/5).

1. Yesayas, halangi 3 pelaku pengeboman di GKI Diponegoro.

foto: liputan6.com

Seorang satpam bernama Yesayas terkapar dengan luka di tubuh karena peristiwa pengeboman di Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, Surabaya, pada Minggu (13/5) pagi. Sebelum bom diledakkan, pelaku yang berjumlah 3 orang tersebut sudah dihalau Yesayas agar tidak memasuki ruang kebaktian gereja. Namun, mereka terus memaksa, bahkan salah seorang di antaranya kemudian memeluk Yesayas, hingga akhirnya bom pun meledak saat itu juga.

2. Bayu, halangi pelaku pengeboman di Gereja Santa Maria.

foto: Instagram/@triawanmunaf

Serangan teror bom yang terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Surabaya menewaskan beberapa orang, termasuk Bayu. Nama terakhir ini disebutkan sebagai Koordinator Relawan Keamanan Gereja SMTB. Bayu merupakan sosok yang menghadang laju sepeda motor pelaku bom bunuh diri. Lantaran dihadang, sepeda motor itu tidak masuk lebih jauh ke dalam area gereja.

3. Rianto, peluk bom yang meledak di malam Natal.

foto: chirpstory.com

Rianto, lelaki kelahiran Kediri pada 23 November 1975 meninggal dunia di tahun 2000 lalu. Anggota barisan Anshor Serbaguna (Banser) ini gugur saat mengamankan malam Natal di Mojokerjo.

Bersama beberapa temannya, malam itu ia menemukan sebuah bingkisan yang tergeletak di depan pintu masuk gereja. Tak disangka, bingkisan tersebut ternyata berisi bom. Rianto pun segera membuang bingkisan tersebut keluar dari gereja. Sayangnya, bungkusan tersebut malah terpental. Ia pun berusaha membuangnya lebih jauh lagi dari gereja, tetapi bom terburu meledak saat masih dalam pelukannya.

4. Aitzaz Hasan, selamatkan pelajar di sekolahnya dari serangan bom bunuh diri.

foto: museudeimagens.com.br

Aitzaz, seorang bocah Pakistan, menyelamatkan ribuan pelajar di sekolahnya dari serangan bom bunuh diri. Ia berhasil menjatuhkan sang pelaku tepat sebelum masuk ke lingkungan sekolah.

Hari itu (6/1/14) ia bersama dengan sepupunya, Musadiq Ali Bangas, bertemu dengan seorang pemuda berusia 20 tahunan. Keduanya lalu mencium gelagat yang aneh dari pemuda tersebut. Menyadari bahwa dirinya dicurigai, sang pelaku pun mempercepat langkahnya. Namun, Hasan berhasil menghentikannya. Sayangnya, karena panik, sang pelaku tiba-tiba meledakkan dirinya. Hasan pun tewas bersama dengan sang pelaku.

5. Adel Termos, kejar dan halangi pelaku bom bunuh diri di Beirut.

foto: slohsexpressions.com

Saat itu (12/11/15), seorang ayah muda bernama Adel Termos tengah berjalan-jalan dengan putrinya. Tiba-tiba ia pun mendengar suara ledakan. Tak lama setelah itu, Adel melihat seorang pelaku bom bunuh diri kedua bersiap untuk meledakkn bom yang dibawanya. Tanpa ragu, saat itu juga Adel mengejar dan menghalangi pelaku tersebut. Sayangnya, bom tiba-tiba meledak dengan cepat dan menewaskan Adel saat itu juga. Berkat aksi heroiknya, ratusan nyawa pun selamat dari ledakan bom tersebut.

(brl/pep)