5 Ritual Memanggil Hujan Unik di Indonesia, Dari Tarian Hingga Aksi Menyiksa Diri

Posted on

Tradisi Unik Pemanggil Hujan

Meski kalau berlebihan bisa menyebabkan banjir dan musibah, hujan itu sangat penting bagi keberlanjutan planet bumi tercinta ini. Dari menyediakan cadangan air, mengairi persawahan, sampai membersihkan polusi udara, manusia nggak bakal bisa hidup tanpa hujan. Orang bakal pusing tujuh keliling jika hujan tidak kunjung datang.

Karena perannya yang sangat penting bagi kehidupan manusia itulah, sejak zaman nenek moyang, hampir semua kebudayaan di dunia memiliki ritual ‘memanggil’ hujannya masing-masing. Dari yang berupa tarian sampai doa-doa, ritual memanggil hujan ini biasanya sangat unik. Termasuk ritual memanggil hujan di Indonesia. Filosofi dan ritualnya beda-beda banget. Penasaran?! Yuk simak bareng info unik ini bareng Hipwee News & Feature!

BACA Juga :   Kasus kanker tertua di dunia terungkap, fakta di baliknya mengejutkan

1. Meski terlihat mengerikan, tradisi mencambuk badan di Purbalingga justru mendatangkan berkah yaitu hujan

Tradisi warisan raja Kediri yang terus dilestarikan via www.centroone.com

Tradisi cambuk badan tiban, begitulah warga desa Trajak, Boyolali, Tulungagung menamainya. Ketika kemarau cukup panjang melanda, tradisi ini dilakukan oleh pria dewasa yang saling cambuk tubuh bertelanjang dada di tengah lapang. Makna di balik darah yang keluar akibat cambukan dipercaya bakal mendatangkan hujan lho.

Agak serem ya guys. Alih-alih ingin segera mengusir hawa panas, tubuh malah terluka. Dan, selain di Tulungagung, tradisi yang sama di Trenggalek dinamai tradisi cambuk badan ojung.

2. Nggak beda jauh sih dengan cambuk badan tiban, tradisi unjungan punya tujuan yang sama. Hanya saja unjungan diiringi musik tradisional

Tradisi memangil hujan yang ekstrem via www.zona1000.com

Lebih sadis nih guys. Sementara tiban menggunakan ranting pohon aren, tradisi unjungan asal Purbalingga dan Banjarnegara ini menggunakan sebilah rotan. Dan, unjungan dilakukan dengan hitungan ganjil. Misalnya, jika dalam tiga kali pukulan hujan belum juga turun, maka akan dilanjutkan dengan tujuh kali pukulan dan seterusnya.

BACA Juga :   Foto selfie wanita ini ada yang aneh, penampakannya bikin merinding

Nggak cuma sorak sorai penonton, unjungan diiringi dengan musik tradisional. Jadi, selain aksi keras nun liar, unjungan juga menyajikan tarian yang indah.

3. Berbeda dengan dua ritual tadi, tradisi cowongan dilakukan oleh kaum wanita. Laki-laki tidak boleh ikut

Ritual manggil hujan yang hanya dilakukan kaum hawa via metrosemarang.com

Ritual unik manggil hujan asal Banyumas ini dilakukan oleh kaum wanita. Cowonga sendiri memiliki arti blepotan pada wajah dengan media boneka yang dirasuki bidadari yang dipercaya dapat memanggil hujan. Untuk boneka cowongan tersebut hanya boleh dipegang oleh kaum lelaki.