6 Alasan Patah Hati Paling Parah Perlu Kamu Alami di Umur 20-an. Hayo, Siapa yang Belum Merasakan?

Posted on

patah hati paling parah perlu dialami di umur 20-an

Patah hati itu nggak enak. Apalagi kalau kamu merasakan patah hati saat sedang cinta-cintanya. Rasanya seperti dihujam belati lalu lukanya ditaburi garam. Perihnya luar dalam! Saking nggak enaknya patah hati, orang-orang pun menyarankan agar kamu yang belum pernah merasakannya untuk tak coba-coba.

Jangan sampai patah hati deh. Perih, sakit!

Tapi larangan tersebut justru baiknya tak kamu dengarkan saat umurmu udah 20-an. Di umur yang katanya momen emas dalam kehidupan ini, kamu memang baiknya sesekali mengecap rasanya patah hati. Kalau bisa sih merasakan patah hati yang parah sekalian. Bukan bermaksud untuk sengaja melukai hati. Tapi atas dasar hal-hal di bawah ini, kamu perlu memberanikan diri untuk merasa remuk paling tidak sekali seumur hidupmu.

1. Uia 20-an itu momen yang pas karena nggak terlalu tua atau muda. Sebab hatimu pun masih bisa sembuh dan menerima orang baru

Nggak ketuaan dan nggak kemudaan via unsplash.com

Jika kamu sering membaca buku tentang kisah patah hati, banyak penulis yang menggambarkan momen tersebut dengan sedihnya. Ada yang sampai depresi, bahkan ada yang sampai mengakhiri hidupnya. Percayalah, meski patah hati itu kurang ajar sakitnya. Tapi merasakan patah hati parah di umurmu yang 20-an ini merupakan momentum yang pas. Nggak terlalu muda atau malah terlalu tua. Di umurmu yang menuju dewasa ini kamu sudah punya modal pemilikiran yang hampir matang. Hatimu juga masih bisa sembuh tanpa perlu berlarut-larut sedihnya.

2. Saat patah hati di rentang umur ini, paling tidak kamu tak akan merasa sendiri, karena pasti ada temanmu yang senasib sepenanggungan

Kamu nggak akan merasa sendiri via unsplash.com

Meski patah hati merupakan masalah personal, tapi paling tidak kamu tak akan merasakan sendirian ketika patah hati di rentang umur ini. Teman-temanmu juga dengan tangan terbuka akan mendengarkan keluh kesahmu. Pun kalau mau bangkit, mereka juga pasti akan mendukungmu. Bayangkan jika patah hati parahmu ini terjadi di umur 30-an. Di saat teman-teman yang lain sudah menikah dan punya momongan, kamu masih tertatih dengan pacar yang meninggalkan. Palingan kamu hanya dapat pukpuk gratis. Itupun kebanyakan hanya formalitas.

3. Meski patah hati di umur ini sakitnya luar biasa. Tapi semangat untuk bangkit dan menemukan si penggenap hati masih ada

Masih ada cadangan semangat untuk bangkit via unsplash.com

Umur 20-an memang puncaknya semangat untuk mencoba hal baru. Di sinilah letak keuntungan saat kamu mengalami patah hati parah. Kamu tetap punya cadangan semangat untuk bangkit lagi. Kamu juga tetap punya greget untuk mencari si pelengkap hati yang sebenar-benarnya. Berbeda jika kamu sudah terlalu tua untuk merasakan patah hati. Mungkin akhirnya kamu hanya bisa pasrah dan berharap dijodohkan saja.

BACA Juga :   8 Potret keseruan ulang tahun Alem Isco Zeroun, anak Aryani Fitriana