6 Fakta Soal Ricuh Demo Mahasiswa Unnes. Beberapa Sampai Terluka Karena Ditabrak Mobil Rektor

Posted on


Featured Image

Mahasiswa dari dulu memang lekat dengan aksi demontrasi. Setiap ada tuntutan yang ingin disuarakan, mereka pasti menggelar unjuk rasa. Selama aksi tersebut berjalan damai dan teratur sih rasa-rasanya nggak ada masalah. Toh, justru bisa jadi ajang belajar menyampaikan aspirasi dan kritik membangun. Tapi kalau malah berujung ricuh dan anarki, malah bisa merugikan banyak orang lho. Belum lagi nama kampus yang dinaungi jadi tercoreng. Masih ingat ‘kan demo Hari Buruh di Yogyakarta yang ‘dihiasi’ dengan pelemparan bom molotov oleh oknum mahasiswa itu? Benar-benar nggak patut dicontoh!

Nah, Kamis (7/6) kemarin, giliran mahasiswa Universitas Negeri Semarang menggelar demo di depan gedung rektorat. Kalau dilihat dari beberapa video yang beredar, aksi tersebut berlangsung ricuh. Tampak mahasiswa bergelimpangan, entah pingsan atau terluka. Tapi kabarnya, rektor yang ingin mereka temui justru kabur dengan mobil sampai menabrak beberapa mahasiswa. Waduh, gimana ceritanya tuh? Simak yuk, fakta-fakta demo mahasiswa Unnes rangkuman Hoopsbyjudy News & Feature kali ini!

1. Unjuk rasa yang udah berlangsung selama 4 hari ini menuntut dihapuskannya uang pangkal yang dibebankan ke mahasiswa baru

Tolak uang pangkal via jatengpos.co.id

Seperti diberitakan CNN, unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa Unnes itu sebenarnya sudah berlangsung selama 4 hari. Kamis kemarin jadi puncaknya. Mereka kompak menuntut dihapuskannya kebijakan kampus yang membebankan uang pangkal kepada mahasiswa baru yang masuk lewat jalur mandiri. Dengar-dengar, biayanya berkisar antara Rp5 juta sampai Rp25 juta.

Padahal menurut mantan Ketua BEM Unnes, Muhammad Adib, dilansir Okezone, dulu sudah ada kesepakatan antara mahasiswa, kampus, dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi  (Kemenristekdikti) soal penerapan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT). Dengan adanya uang pangkal, Adib menilai pihak kampus sudah menyalahi aturan.

2. Demo dilakukan karena meski mahasiswa sudah beberapa kali menemui pihak kampus buat berdiskusi, mereka tetap nggak menerima respon

Mahasiswa tetap demo via www.youtube.com

Sebenarnya, sebelum turun ke lapangan, mahasiswa sudah berusaha menyampaikan keberatannya dalam beberapa kali pertemuan dengan pihak kampus. Tapi cara tersebut tetap nggak membuahkan hasil. Respon dari rektor yang ditunggu-tunggu tak juga datang. Hal inilah yang melatarbelakangi mahasiswa buat turun ke jalan berunjuk rasa.

3. Dalam video yang beredar, tampak beberapa mahasiswa bergelimpangan, katanya ada yang pingsan dan terluka

Salah satu peserta aksi yang pingsan via chirpstory.com

Sejak kemarin, beredar video-video suasana demo yang diunggah banyak akun di Instagram. Dalam tayangan yang beredar, tampak beberapa mahasiswa bergelimpangan di jalan. Kata Siti Kholipah, selaku koordinator aksi, ada satu mahasiswa yang terkena asma. Tapi ada juga yang mengaku kalau pihak keamanan kampus kerap menggunakan kekerasan saat mengamankan unjuk rasa. Menurut Adib, ada yang sampai jadi korban pemukulan hingga pingsan.

4. Berdasarkan keterangan dari mahasiswa, katanya rektor malah kabur naik mobil dan menerobos kerumunan massa, sampai ada yang terserempet dan terluka

Mobil hitam yang diketahui ditumpangi rektor via chirpstory.com

Para mahasiswa yang berunjuk rasa mengharapkan kehadiran rektor Unnes, Prof. Fathur Rokhman, untuk memberi tanggapan atas protes mereka. Sejak pagi hingga petang mereka menunggu di depan gedung rektorat. Bukannya memenuhi harapan mahasiswa, Fathur kabarnya justru kabur menggunakan mobil dan menerobos kerumunan massa. Julio Harianja, salah satu peserta aksi seperti dikutip CNN, mengaku kalau ada rekan-rekannya yang ditabrak mobil rektor.

5. Tapi ditemui Antara, rektor justru menyangkal kalau mobil yang ditumpanginya melukai mahasiswa

Rektor Unnes via www.youtube.com

Fathur, seperti diberitakan Antara, mengaku kalau mobil yang ditumpanginya berjalan pelan-pelan. Jadi nggak sampai menyebabkan mahasiswa terluka. Fathur juga menegaskan kalau Ketua BEM baik dari Universitas maupun Fakultas sudah beberapa kali berbincang dengannya terkait masalah uang pangkal. Tapi katanya, mereka tetap ingin ia menemui mahasiswa secara terbuka.

6. Siti Kholipah juga mengaku nggak ada mahasiswa yang terluka, meski ia nggak menampik kalau demo kemarin memang berlangsung ricuh

Potret kericuhan demo mahasiswa Unnes via news.okezone.com

Soal mahasiswa yang terluka karena ditabrak, Siti Kholipah pun sependapat dengan Fathur. Menurutnya memang nggak ada mahasiswa yang tertabrak mobil. Tapi ia menambahkan kalau gelaran aksi demo kemarin memang berujung ricuh. Orang saling dorong dan tarik, petugas keamanan juga terlibat di dalamnya.

Kejadian ini sekilas mengingatkan kita sama demo serupa yang dilakukan mahasiswa UGM kepada mantan rektor Dwikorita Karnawati 2016 lalu. Ya, mungkin emang udah jadi risiko rektor, dikejar-kejar mahasiswa yang menuntut ini-itu. Semoga aja masalah yang dihadapi segera bisa diselesaikan dengan seadil-adilnya deh ya~

Kalau kamu penasaran gimana ricuhnya demo mahasiswa Unnes kemarin, nih videonya:

. Berawal dari penolakan uang pangkal masuk perguruan tinggi Sejak senin mahasiswa Universitas Negeri Semarang menggelar aksi damai di depan rektorat dengan cara bertilawah bersama . . Mahasiswa Unnes melakukan aksi penolakan uang pangkal . Aksi mahasiswa terus berlanjut hingga hari keempat, hari keempat berlangsung sejak pukul 09.00 WIB, mahasiswa melakukan aksi damai didepan rektorat, dengan aksi bertilawah bersama menunggu rektor Universitas Negeri Semarang keluar menemui massa aksi . Hingga pukul 16.30 rektor Unnes belum keluar menemui massa aksi, mahasiswa tetap berada direktorat menunggu rektor keluar dan menghapus kebijakan uang pangkal dan merealisasikan semua tuntutan mahasiswa. Pukul 17.00 pihak rektorat menempatkan dua unit mobil, di pintu bawah rektorat mobil plat merah dan pintu atas rektorat mobil plat hitam. Merespon ditempatkannya dua unit mobil, mahasiswa melakukan berbaring didepan mobil menghindari mobil membawa rektor Unnes tanpa menemui massa aksi untuk merealisasikan tuntutan menghapuskan uang pangkal. Tetapi tindakan yang dilakukan rektor dengan jajarannya tidak di duga, pihak rektorat mengerahkan petugas keamanan untuk membubarkan mahasiswa yang berada didepan dua unit mobil . Massa aksi dan petugas keamanan saling kuat mempertahankan diri dan banyak petugas keamanan, staff rektor, dan pejabat kampus lainnya, melakukan tindakan kekerasan kepada mahasiswa. Dan tidak diduga dua unit mobil tersebut, menerabas mahasiswa yang bertahan. jalannya dua unit mobil tersebut, mengakibatkan banyak rekan mahasiswa yang terluka akibat diterjang oleh mobil tersebut yang didalamnya ada rektor Hal tersebut merupakan tindakan yang sangat keterlaluan. Pihak rektor dan jajarannya tidak mau menemui massa aksi untuk merealisasikan tuntutan mahasiswa . Rektor dan jajarannya meninggalkan rektorat dengan cara yang tidak diduga, cara yang digunakan adalah menerabas rekan mahasiswa yang bertahan dan banyak rekan mahasiswa yang terluka akibat diterjang mobil. Rektor Unnes meninggalkan rektorat sebelum menemui massa aksi dan merealisasikan tuntutan-tuntutan mahasiswa *(masih menunggi rilis resminya )*

A post shared by Bukan Akun Haters / Fanbase 😘 (@lambe_turah) on

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya