6 Hal yang Harus Kamu Pikirkan dari Awal Pacaran, Kalau Ingin Berakhir di Pelaminan

Posted on

Persiapan menikah

Menikah memang jadi tujuan akhir dari setiap hubungan berpacaran. Tapi bukan jaminan bahwa hubungan pacaran menjamin datangnya jodoh. Yap! banyak kasus di mana pasangan menikah tanpa pacaran, biasanya karena dijodohkan atau langsung lamaran. Tapi ya namanya juga hidup, kadang apa-apa yang manusia rencanakan nggak mendapat restu dari Tuhan. Maka dari itu sejatinya yang bisa lakukan adalah ikhtiar.

Meski bukan jaminan, tapi pacaran sangat mungkin membuka jalan ke pernikahan. Pacaran membuka ruang kemungkinan bagi laki-laki dan perempuan untuk saling mengenal satu sama lain, dari sana dapat terlihat seperapa jauh kecocokan serta kenyamanan hubungan. Menikah butuh persiapan matang, maka dari itu sejatinya kamu sudah harus mempertimbangkannya mulai dari awal jadian.

BACA Juga :   10 Caption lucu

1. Posisikan hubunganmu sebagai keseriusan yang orientasinya bukan pacaran untuk sekadar senang-senang

Orientasi menikah via www.pexels.com

Mengingat umurmu yang sudah memasuki kepala dua dan sebentar lagi perkuliahanmu rampung, baiknya persiapkan diri, pasangan dan hubunganmu ke arah yang lebih serius. Kalau sebelumnya orientasimu berpacaranmu hanya untuk main-main maka sekarang inilah waktunya untuk mengubahnya. Pikirkan masa depan saat mengambil setiap keputusan, kamu bukan lagi anak-anak yang hanya mengikuti ego dalam tiap keputusan.

2. Setiap hal yang kamu lakukan sudah harus dipertimbangkan karena kelak hidupmu tak hanya untuk diri sendiri

Membagi hidup via www.pexels.com

Inti dari pernikahan adalah keputusan untuk mengarungi hidup berdua. Kerelaan untuk peduli dan dipedulikan oleh pasangan adalah hal yang wajib untuk diperhatikan. Maka dari itu baiknya setiap tindakanmu mesti dipikirkan masak-masak, bukan hanya berdasar diri sendiri saja, melainkan juga pasanganmu.

BACA Juga :   Curhatan Inul banting tulang sampai bisa sukses, ikuti saran Soimah

Begitu juga dengan keputusan yang dipilih, harus mempertimbangkan kelangsungan hubungan. Kamu sudah nggak bisa semena-mena melakukan segala macam hal yang kamu sukai laiknya saat muda. Sebab saat ini kamu punya pasangan hidup juga yang mesti kamu pedulikan.

3. Pertimbangkan ulang pilihanmu, mulai dari kepribadian hingga latar belakang keluarga dan pergaulannya

Bibit, bobot, bebet via www.pexels.com

Kalau kata orang tua zaman dulu; memilih pasangan hidup itu mesti dipertimbangkan bibit, bebet, dan bobotnya. Maksud dari wejangan itu merujuk pada arti penting latar belakang pasanganmu. Banyak yang mesti dipertimbangkan, nggak cuma ihwal paras wajah saja, tapi juga kepribadian, pekerjaan, termasuk juga latar belakang keluarga. Ya, namanya juga untuk teman sehidup semati, harus cermat dalam memilih.