6 Hal yang Membuat Millenials Tak Ingin Menikah di Usia Muda, Pahami Biar Tak Salah Sangka

Posted on


Kamu : Dulu ibu nikah sama bapak pas usia berapa?

Ibu : Sembilan belas. Di usiamu sekarang, ibu udah punya anak 2.

Kamu : *melipir*

Kamu pasti pernah iseng-iseng bertanya ke bapak ibu tentang bagaimana pernikahan mereka zaman dulu. Salah satu hal yang kamu tanyakan pasti menyasar tentang usia di saat orangtuamu menikah. Mendengar jawaban mereka, kamu sampai terkaget-kaget sendiri. Sebab kedua orangtuamu menikah di usia yang terbilang masih sangat muda. Bahkan di usia orangtuamu menikah, kamu masih sibuk mengurus kuliah atau main dengan teman-teman.

Sebagai generasi millenials, kamu memang belum terlalu memikirkan pernikahan. Meski saat ini umurmu bisa dibilang cukup matang, di kepalamu segala sesuatu yang berhubungan dengan pernikahan masih bisa dijalani nanti. Belum kepikiran soal menikah tak hanya kamu alami sendiri. Banyak generasi millenials yang juga mengalami hal yang sama seperti dirimu. Bahkan ada sebuah penelitian yang khusus membahas tentang alasan milennials yang cenderung tak mau buru-buru menikah itu. Nih, Hoopsbyjudy jabarkan alasan-alasan millenials menunda pernikahan dari penelitian itu khusus untukmu.

1. Millenials tak mau buru-buru karena lebih ingin mengenal siapa yang akan menempati posisi sebagai teman hidup selamanya

Ingin lebih mengenal siapa yang nantinya akan menjadi teman hidup selamanya via unsplash.com

Menikah itu baiknya sekali seumur hidup. Anggapan tersebut sepertinya masih tertanam kuat di benak anak-anak muda sampai saat ini. Karena baiknya hanya sekali seumur hidup, millenials menjadi lebih selektif dalam memilih pasangan untuk kelak menapaki masa depan.

Pun ketika udah memiliki calon pasangan. Millenials tak mau gegabah dan cenderung ingin lebih mengenal calon teman hidup selamanya ini. Proses pengenalan inilah yang membutuhkan waktu cukup lama dan akhirnya membuat millenials menikah di usia yang tak terlalu muda.

2. Bukan takut berkomitmen serius, tapi millenials hanya ingin mencukupi modalnya untuk membangun sebuah keluarga baru

Biar cukup modal dulu via unsplash.com

Menunda untuk menikah bukan berarti millenials takut untuk berkomitmen yang lebih serius. Menurut Benjamin Karney, professor Psikologi Sosial di University of California, millenials tak buru-buru menikah bukan berarti apatis terhadap pernikahan itu sendiri. Sebaliknya, mereka menunda karena peduli. Mereka memilih untuk menyiapkan modal terlebih dahulu sebelum mantap untuk menikah.

3. Sulitnya mendapat pekerjaan di zaman sekarang pun turut berpengaruh. Karena ada anggapan, belum punya pekerjaan, belum siap untuk menikah

Belum punya pekerjaan tetap nih via unsplash.com

Sudah menjadi rahasia umum bahwa mencari pekerjaan di zaman sekarang tergolong tidak mudah. Apalagi lapangan pekerjaan yang ada berbanding terbalik dengan jumlah angkatan pencari pekerjaan. Sulitnya mencari pekerjaan inilah yang turut mempengaruhi tertundanya millenials dalam hal menikah.

Sementara kebanyakan dari millenials beranggapan bahwa jika belum memiliki pekerjaan, berarti belum siap untuk membangun sebuah keluarga baru. Makanya nggak jarang mereka seperti menempatkan pernikahan di urutan kesekian, setelah pekerjaan.

4. Pun ketika karir sudah di tangan, millenials ingin melebarkan sayap terlebih dahulu daripada membangun keluarga baru

karir di urutan pertama via unsplash.com

Ternyata tak berhenti sampai mendapatkan pekerjaan aja. Millenials juga cenderung lebih ingin mengembangkan karirnya terlebih dahulu sebelum akhirnya menikah. Salah satu pertimbangan mengapa mereka ingin mengembangkan karir terlbih dahulu adalah perihal pendapatan. Semakin berkembang karir makan pendapatan akan semakin bertambah pula. Pendapatan yang semakin besar inilah yang nantinya diharapkan bisa mencukupi kebutuhan berdua dengan pasangan.

5. Banyaknya pasangan yang buru-buru menikah lalu kandas di tengah jalan membuat millenials semakin panjang dalam ancang-ancang

Duh, jangan sampai kita kayak mereka~ via unsplash.com

Fenomena buru-buru menikah lalu kandas di tengah jalan juga membuat millenials semakin berpikir ulang. Apalagi sampai ada yang ekstrim seperti baru kenal beberapa minggu dan langsung menikah, tapi usia pernikahan hanya bertahan tak sampai tiga bulan.

Fenomena-fenomena gagalnya pernikahan karena terlalu cepat mengambil keputusan inilah yang berakibat makin banyak millenials yang berpikir ntar dulu ah kalau ditanya soal nikah dan lamaran. Daripada berujung seperti mereka yang baru kenal langsung lamar tapi nggak berlangsung lama kan?

6. Sebab pernikahan merupakan pintu gerbang untuk hidup mandiri. Sebagian dari generasi millenials belum siap untuk ini

Belum siap dengan kemandirian via unsplash.com

Kemandirian seseorang bisa dilihat dari banyak hal. Salah satunya adalah perihal keberaniannya dalam mengambil keputusan soal pernikahan. Namun sebagian dari generasi millenials merasa kemandirian ini belum siap mereka jalani. Sebab mandiri setelah menikah itu sungguh tak mudah dijalani. Mereka harus bertanggungjawab sepenuhnya akan kelangsungan hidup dan keluarga. Tak bisa lagi bergantung pada bapak dan ibu seperti waktu masih satu anggota kartu keluarga dulu.

Dari alasan-alasan tersebut membuktikan bahwa nggak semua millenials ngebet untuk dihalalkan. Apalagi persaingan untuk bertahan hidup semakin berat. Kamu yang masih belum punya pandangan soal pernikahan, mari bergandengan. Sebab kamu nggak sendirian. Take your time! Kalau memang sama sekali belum siap, kenapa harus dipaksakan?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya