6 Kebaikan dalam Iklan Ramadan dari Kuwait, yang Tak Hanya Bikin Kamu Nangis

Posted on


Menyambut kehadiran bulan puasa, banyak pula iklan tentang Ramadan yang bermunculan. Sudut pandang yang digunakan pun beragam. Mulai dari anak ke orangtua, pengguna jalan, hingga ke lingkungan pertemanan. Meski pesan utamanya dari iklan-iklan tersebut hampir sama yaitu menyambut bulan Ramadan, namun jalan cerita yang diusung berbeda-beda.

Mungkin salah satu yang kamu ingat adalah iklan dari departemen store yang menampilkan ibu-ibu kasidahan. Saking uniknya sampai ada yang membedah bagaimana memunculkan seorang ibu dari dalam rice cooker.

Di samping iklan Ramadan yang mengocok perut, ada juga iklan yang wajib kamu tonton. Bukan karena lelucon tapi pesan moral di dalamnya. Kalau kamu belum lihat, nih Hoopsbyjudy tautkan iklan yang berasal dari salah satu perusahaan telekomunikasi di Kuwait.

Dari iklan ini, kamu tak hanya mendapat air mata. Tapi juga beberapa hal baik yang sayang kalau dilewatkan. Apalagi bulan ini merupakan bulan yang tepat untuk mawas diri dan berkaca.

1. Tak hanya lucu-lucuan seperti kebanyakan iklan, video berdurasi 4 menit ini menunjukkan bagaimana seorang anak kecil memandang perdamaian

Dari kacamata anak kecil via unsplash.com

Iklan ini diawali oleh seorang anak yang mengajak sosok mirip Presiden Amerika, Donald Trump untuk berbuka puasa di reruntuhan rumahnya. Dalam sorot mata anak kecil tersebut, tak terbesit ketakutan sama sekali ketika mengajak pemimpin negara adidaya ini. Sementara di rumahnya sendiri, sudah hadir Presiden Rusia, Dlavamir Putin.

Dari menit-menit pertama ini kamu akan diajak untuk melihat bagaimana perdamaian dalam sudut pandang anak kecil. Lewat anak kecil yang mengajak Trump dan Putin ini, kamu akan belajar bahwa perdamaian itu butuh aksi nyata. Bukan ditunggu saja.

Anak sekecil ini saja mulai mengerti, masa kamu nggak?

2. Kamu yang hanya mengeluh lemas di bulan puasa perlu berkaca lagi. Sebab ada teman-teman yang puasanya lebih “berat” dari menahan lapar dan haus saja

Malu kalau terus mengeluh~ via unsplash.com

Di dalam iklan ini kita juga diperlihatkan bahwa beberapa orang di luar sana menjalani puasa dengan keadaan “berat”. Berat bukan hanya berarti menahan haus dan lapar. Tapi juga bertahan hidup tanpa tahu akan keselamatan nyawa mereka esok hari. Dari sana, baiknya kita berkaca pada diri sendiri. Seharusnya kita tak terus mengeluh saat menjalani puasa. Masih ada mereka yang jauh lebih “berat” menahan beban tapi tak pernah sedikit pun mengeluh.

3. Iklan ini pun mendukung perbedaan bukan sesuatu hal yang perlu diperdebatkan. Sebab perbedaan itu bukti bahwa kita beragam

Perbedaan adalah bukti kita beragam via unsplash.com

Pada salah satu scene dalam iklan ini menunjukkan seorang anak kecil yang bernyanyi tentang masjid dan gereja yang berdampingan. Perbedaan di antara keduanya tak dipermasalahkan, sebab perbedaan bukanlah sebuah kesalahan. Perbedaan yang ada harusnya menjadi pelengkap dan bukti bahwa kita memang diciptakan beragam.

4. Dari konflik Gaza sampai Rohingnya, iklan ini menyadarkanmu bahwa kemanusiaan tanggung jawab kita semua sebagai umat manusia

Kemanusiaan: tanggung jawab bersama via unsplash.com

Kalau iklan-iklan Ramadan lain hanya berpaku pada kehidupan sehari-hari seseorang, iklan ini mengajak kita untuk menolak lupa. Menolak lupa tragedi kemanusian yang terjadi, seperti konflik di Jalur Gaza serta permasalahan Rohingnya. Lewat adegan sosok mirip Perdana Menteri Kanada, Justrin Trudeau dan Konselir Jerman Angeka Merkel yang menolong pengungsi perang mencapai daratan, menunjukan bahwa perihal kemanusiaan adalah tanggung jawab kita bersama.

5. Pun menyiratkan bahwa apapun kepentingannya, tidak dibenarkan jika anak-anak yang tak berdosa menjadi korbannya

Tak bisa dibenarkan sama sekali via unsplash.com

Dari awal sampai akhir, keberadaan anak-anak kental sekali dalam video ini. Dari hal ini, kita bisa pahami bahwa apapun kepentingan yang ditunggangi, menjadikan anak-anak sebagai korban konflik merupakan tindakan yang tak pernah dibenarkan. Kalau penerus bangsa saja dikorbankan, bagaimana dengan nasib masa depan?

6. Dan di akhir iklan, ditunjukkan betapa indahnya hidup jika ada perdamaian. Meski sulit, tapi bukan berarti mustahil diwujudkan

Sulit tak berarti mustahil via unsplash.com

Iklan yang dinobatkan sebagai iklan paling ngena di Ramadan tahun ini menunjukkan ending yang berbeda. Tak hanya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, tapi di penghujung iklan ditunjukkan betapa hidup begitu indah jika diisi dengan kedamaian. Meski jalannya terjal tetapi dengan usaha yang sungguh-sungguh perdamaian tidaklah mustahil untuk diwujudkan.

Dari iklan yang telah berhasil dilihat sebanyak 4.5 juta kali ini, kita sama-sama belajar bahwa mengetuk pintu hati seseorang bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya dengan iklan dari Zain ini. Buktinya banyak respons positif yang diberikan netizen ketika menyaksikan iklan yang telah diunggah ke Youtube sejak 16 Mei 2018 ini. Jalani puasa memang perlu menjaga hubungan dengan Yang Maha Esa, tapi jangan lupakan hubungan ke sesame juga ya~

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya