6 Keresahan Cowok Saat Adik Ceweknya Masuk Kuliah dan Beranjak Lebih Dewasa

Posted on


Jika diibaratkan kendaraan, waktu laiknya kereta KRL yang melesat dengan cepat, sementara stasiun itu diibaratkan fase-fase kehidupanmu. Tanpa kamu sadari waktu telah membawamu berpindah dari fase satu menuju ke fase selanjutnya. Salah satu penanda atau pengingatnya, ya usiamu sendiri serta perubahan orang terdekatmu yang nampak secara nyata seperti adikmu ini.

Rasanya baru kemarin sore kamu menyuruh pulang adikmu yang main sampai maghrib bersama-sama karibnya, namun nyatanya sekarang ia sudah lulus SMA saja. Sebentar lagi ia masuk kuliah. Bagi seorang cowok yang memiliki adik cewek, banyak keresahan yang timbul seiring dengan pertumbuhannya. Selain karena sebagai alarm pengingat usia kita nggak muda lagi, juga karena beberapa hal di bawah ini.

1. Cowok pasti mengkhawatirkan adiknya salah pergaulan, mengingat lingkungan anak muda kini tak sekondusif dulu

Takut terjerembab ke jalur yang salah via www.pexels.com

Setiap kakak pasti menginginkan yang terbaik untuk adiknya. Salah satunya, kakak nggak ingin adiknya berada di jalur yang salah dalam hidupnya. Maka dari itu, setiap kakak pasti mengkhawatirkan pergaulan adiknya. Tahu sendiri kan bagaimana kenakalan-kenakalan di era milenial seperti sekarang ini? Selain nasihat, yang bisa mencegahnya hanyalah pantauan langsung dari kita sendiri.

2. Kamu dilanda cemas, akan kah dirimu bisa jadi panutan adikmu agar bisa bersikap baik dan dewasa

Berhenti jadi pemalas! via www.pexels.com

Mengetahui adik yang sudah beranjak dewasa, kakak biasanya paham bahwa adiknya ini butuh sosok yang tepat menjadi panutan. Di sini biasanya sang kakak sedikit kurang percaya diri, karena mau nggak mau ia mesti mengubah kebiasaan buruknya dengan senantiasa berbuat baik, agar jadi panutan yang baik pula. Kalau sudah begitu, perubahan adalah jalan yang paling masuk akal dilakukan oleh seorang kakak apapun alasannya.

3. Kondisi finansial pun kadang meresahkan. Ayah – ibu semakin tua, sementara penghasilanmu belum bisa menopang kebutuhan keluarga

Belum mapan via unsplash.com

Masalah finansial juga menjadi sorotan kala adik sudah masuk masa kuliah. Seperti yang kita tahu, kuliah sepaket dengan kehidupan rantau di mana butuh biaya yang nggak sedikit untuk mengakomodasinya. Setiap kakak pasti melakukan kontemplasi saat berada di posisi itu.

Kondisi ayah sudah hampir pensiun, sedang ibu sudah nggak lagi muda, maka sangat tidak bijak jika membebankan semuanya kepada mereka. Mau nggak mau sebagai kakak mestinya kita harus membantu menyokong pendidikan adik sebagaimana yang dilakukan orang tua terhadap kita dulu semasa kuliah.

4. Apalagi kalau sang adik mulai jatuh cinta terhadap seseorang. Bukannya melarang, tapi kamu jelas khawatir dia salah pilih orang

Ketar-ketir via www.pexels.com

Jatuh cinta adalah hal naluriah yang akan dialami oleh setiap orang, begitu pula oleh adik kita. Ada masa di mana ia menaruh minat kepada cowok yang dikaguminya. Di fase ini seorang kakak akan berada di antara bahagia sekaligus khawatir. Bahagia melihat adik bahagia menemukan cintanya. Khawatir karena takut sosok yang dipilih sang adik nggak sesuai dan kurang meyakinkan. Namanya juga kakak, pastilah nggak ingin adiknya terluka karena tersakiti. Meski belum kejadian, namun ada perasaan selalu khawatir saat adiknya mulai berpacaran.

5. Nggak bisa dipungkiri peran kakak semakin repot, karena semakin banyak kegiatan semakin sulit untuk dipantau

Hidup semakin sibuk via www.pexels.com

Nggak bisa dipungkiri bahwa ada sedikit perasaan kurang senang saat adik menyusul ke rantauan untuk berkuliah. “Kenapa sih nggak di kota lain saja?” perasaan yang mencirikan ketidaksiapan ini mungkin akan kamu alami pada saatnya nanti. Namun semuanya akan sirna jika kamu segera memikirkan masa depan sang adik. Akhirnya kamu meyakinkan diri untuk menerimanya meskipun kesibukan kerjamu juga tergolong padat di rantauan.

6. Apalagi kalau merantau, Kakak manapun pasti takut adiknya sulit di rantauan, baik masalah akademik maupun sosialnya

Takut adik gagal via unsplash.com

Jangan kira hidup keras hanya ada di Jakarta, barangkali hampir semua hidup di tanah rantau punya kesulitan sendiri-sendiri untuk dijalani. Tapi, sudah konsekuensi para perantau untuk menghadapinya. Sesering kamu memberi nasihat kepada adik, serajin kamu memantaunya tetap saja semua ada di tangan adikmu bagaimana ia melalui jalan akademik dan kehidupan sosialnya di tanah rantau. Dan sebagai kakak, kamu pasti mengkhawatirkan kalau sang adik gagal di rantauan.

Hidup penuh dengan kejutan dan tantangan. Bagi kakak cowok, keputusan adik untuk ikut merantau di kota yang sama barangkali adalah kejutan sekaligus tantangan yang mau nggak mau mesti disikapi dengan bijak. Menjaga dan mengayominya sampai fase kuliahnya terlewati dengan baik adalah harga mati seorang kakak yang baik. Semangat!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya