6 Sisi Lain dari Orang yang Suka Ngomong Kasar. Ketahui Sebelum Kesalahpahamanmu Membesar

Posted on

Sisi lain mereka yang suka ngomong kasar

Waktu masih kecil, kamu pasti akan dimarahi saat tak sengaja mengucapkan kata-kata kasar. Orangtuamu bilang bahwa hal tersebut tak sopan untuk dikatakan. Lalu beranjak dewasa, kamu yang dulu dibungkam justru semakin amazed dengan budaya yang ada di masyarakat. Apalagi kini kamu tengah berada di era millenials. Budaya berkata kasar seakan menjadi kebiasaan yang wajar. Justru kalau tak berkata kasar, seseorang bisa dibilang cupu dan minim pengalaman.

Orang-orang yang suka berkata kasar ini lantas dilabeli sebagai pribadi yang harusnya dijauhi. Stereotip serba negatif mulai dari suka mabuk-mabukan sampai gaya hidup bebas pun secara tidak langsung menempel pada diri mereka. Namun ada yang kamu perlu tahu tentang orang-orang yang suka berkata kasar ini. Ada sisi baik yang masih mereka punyai tapi sekan tertutup rapat dengan anggapan orang-orang luar. Padahal bisa jadi, sisi baik dari orang-orang yang suka ngomong kasar ini menjadi bekal yang selama ini kamu cari.

BACA Juga :   Heboh ular king cobra raksasa yang langka dari Kalimantan

1. Orang-orang ini biasanya pandai menempatkan diri. Ada semacam aturan tak tertulis, kapan bisa berkata kasar, kapan harus jaga ucapan

Pandai menempatkan diri via unsplash.com

Zaman sekarang, orang yang suka ngomong kasar bukan lagi preman pasar yang sukanya malakin orang. Mulai dari masyarakat sampai orang-orang korporat, semuanya telah menganggap mengumpat dan berkata kasar adalah suatu hal yang biasa. Apalagi kalau kamu bekerja di bidang yang berhubungan dengan anak muda. Kamu akan dianggap keren jika di sela-sela obrolan diisi dengan umpatan. Tapi jangan salah sangka dulu.

Mereka yang suka ngomong kasar ini biasanya pandai menempatkan diri. Mereka punya aturan tak tertulis yang mengatur kapan saja boleh berkata kasar atau tidak. Sebut saja saat makan siang dan ada yang menyerobot antrian, mereka akan mengumpat karena tak terima. Tapi ketika sedang berada di sebuah pertemuan formal dengan atasan, mereka pasti punya cara lebih sopan untuk mengajukan ketidaksetujuan. Walaupun dalam hati tak henti merutuki.

BACA Juga :   10 Pesona Aazief Khalid, putra tiri Siti Nurhaliza yang tampan menawan

2. Berkata kasar tak berarti mereka mudah marah dan membenci. Kadang lewat cara ini mereka mengekspresikan diri

Bentukmengekspresikan diri via unsplash.com

Orang-orang kadang menganggap mereka yang mengungkap itu sebagai tanda kebencian. Padahal hal itu tak sepenuhnya benar. Dengan berkata kasar ini, mereka menemukan kepuasan baru untuk mengekpresikan diri. Ditambah lagi dengan tontonan yang sering menayangkan dialog-dialog yang ada kata-kata kasarnya. Bagi mereka lebih plong saja saat kata-kata kasar itu turut digunakan dalam ekspresikan perasaan mereka.

3. Mereka yang suka ngomong kasar biasanya tak segan mengungkapkan kejujuran. Bagi mereka lebih baik dikatakan daripada ditahan

Lebih baik diomongkan daripada ditahan via unsplash.com

Mereka yang suka ngomong kasar ini kebanyakan punya sifat yang ceplas-ceplos. Dengan sifat yang ceplas-ceplos ini, kejujuran adalah harga mati. Bagi mereka lebih baik mengatakan sejujurnya meski sakit daripada berkata yang manis-manis. Apalagi kalau sampai menahan pendapat hanya untuk menyenangkan orang lain, tak akan mereka lakukan.

BACA Juga :   Liburan Mewah ala Nikita Mirzani di Maldives. Cuma Empat Hari Habis 200 Juta Lho~

Bukankah hal itu yang masih sulit dilakukan orang-orang. Mereka lebih baik menahan diri tapi ngedumel di belakang daripada bicara di depannya langsung.