8 Hewan yang Emang Sering Dimakan Hidup-hidup di Seluruh Dunia. Semut Pun Dibuat Jadi Salad!

Posted on

Hewan dimakan hidup-hidup

Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu menyodorkan semangkuk kecebong hidup untuk dimakan anaknya yang masih balita, menghebohkan dunia maya. Banyak orang yang terheran-heran, merasa jijik, dan penasaran setengah mati, kenapa sang ibu tega-teganya menyuruh anaknya memakan kecebong hidup. Sebagaimana dilansir dari Tempo, ibu itu percaya bahwa mengonsumsi kecebong hidup bisa jadi semacam obat alternatif yang akan bermanfaat bagi kesehatan anaknya walau pakar medis justru berkata sebaliknya.

Meski jelas-jelas kontroversial, ini bukanlah pertamakali manusia tertangkap memakan hewan hidup-hidup. Di beberapa negara, seperti yang dirangkum ListVerse, praktik mengonsumsi hewan secara hidup-hidup bahkan sudah lama jadi bagian dari tradisi. Mau tahu apa aja hewan yang udah ‘biasa’ dimakan hidup-hidup? Kok pada berani ya?! Yuk lihat deh ulasan spesial Hipwee News & Feature ini!

1. Kalau makan kecebong hidup baru-baru aja bikin heboh, sashimi kodok di Jepang sudah jadi masakan musim panas sejak dulu

Dikuliti hidup-hidup 🙁 via www.dailymail.co.uk

Frog Sashimi atau sashimi kodok merupakan hidangan musim panas yang biasa disantap warga Jepang. Uniknya, saat proses penyajian sang koki akan mendemonstrasikan langsung di depan pelanggan. Katak tersebut diambil dari lemari pendingin kemudian dipotong menjadi beberapa bagian lalu direbus untuk dijadikan sup. Karena penyajiannya mentah, tak jarang jantung katak masih berdetak. Namun hal itu tak menggentarkan orang-orang Jepang untuk menyantapnya dengan lahap.

BACA Juga :   Resep mudah buat mille crepes cake cokelat, kue seribu lapis nan manis

2. Jepang memang terkenal dengan teknik memasaknya yang disebut ‘Ikizukuri‘ atau dimasak hidup-hidup. Tapi banyak yang mengkritik kalau cara masak ini terlalu kejam

Dipotong atau dipersiapkan ketika masih hidup, seperti cumi ini via www.danielmcbane.com

Hampir sama seperti sashimi kodok di atas, ada beberapa hewan lain yang juga dimasak hidup-hidup di Jepang. Lebih tepatnya karena teknik memasak Jepang yang disebut ‘Ikizukuri‘. Mungkin karena saking sukanya dengan bahan-bahan makanan segar dan alami, teknik masakan seperti ini cukup populer di kalangan orang Jepang.

Tapi banyak orang asing tidak suka dan bahkan mengkritik teknik ini terlalu kejam. Belum lagi kekhawatiran akan bakteri-bakteri yang belum mati jika bahan makanan tidak dimasak secara matang. Apalagi di negara-negara yang tidak se-higienis Jepang.

BACA Juga :   7+ Kalimat yang Nggak Akan Pernah Diucapkan Cewek Super Masa Kini. Apa Kamu Juga Begini?

3. Masih dari Jepang, ada masakan udang yang disebut ‘odori ebi‘. Udang hidup ‘dibuat mabuk’ hingga mudah dimakan

Masih bisa bergerak-gerak via sians.blogspot.co.id

Pernah lihat video populer di Youtube yang memperlihatkan udang di piring tapi masih bisa bergerak-gerak? Kemungkinan besar kamu sedang melihat ‘odori ebi’ yang sebenarnya termasuk makanan mahal di restoran-restoran sashimi kelas atas di Jepang. Sashimi udang ini juga biasanya mengandung bayi-bayi udang di dalamnya. Udang-udang tersebut sebelumnya dilumuri alkohol terlebih dahulu sebelum dimakan. Tapi bisa dipastikan kalau udang-udang ini baru mati sewaktu dikunyah.

4. Ada versi mirip odori ebi di Cina, tapi ukuran udang dan kadar alkohol yang dipakai lebih besar. Jadi udangnya bahkan bisa melompat-lompat

Disebut Drunken Shrimp atau ‘udang mabuk’ via en.wikipedia.org

Drunken Shrimp adalah masakan asal China yang nggak jauh beda dengan Odori Ebi. Perbedaannya terletak dari kadar alkohol yang lebih tinggi yakni 40% – 60%. Selain itu, makanan ini lebih menantang yang mana bayi udang lebih aktif, bahkan berupaya keluar dari mangkok dan kosumen harus menangkapnya. Porsinya pun lebih besar ketimbang Odori Ebi.