8 Kalimat Sesat yang Harus Dihindari Saat Bertengkar, Biar Kisah Cinta Kalian Nggak Cepat Kelar

Posted on

Kalimat yang mesti dihindari saat bertengkar dengan pacar

Dalam hubungan pasti ada yang momen-momen di mana kamu dan dia bertengkar. Ini wajar, namanya juga hidup berdampingan, pastilah ada beda pendapat – karena isi kepalamu dengan dia tentu berbeda. Justru kamu harus khawatir kalau hubunganmu dengan yang terkasih nggak pernah berdebat – hati-hati, bisa jadi ada yang salah dalam hubunganmu.

Meski wajar, tetap ada hal yang mesti kamu perhatikan ketika bertengkar dengannya. Salah satunya pemilihan kalimat. Jangan sampai emosi membuat kamu asal bicara, dan akhirnya menyesal setelah semuanya terlanjur kacau balau. Dan beberapa kalimat yang mesti kamu cegah keluar dari mulutmu kalau ingin cinta kalian tetap baik-baik saja.

BACA Juga :   5 Ritual Memanggil Hujan Unik di Indonesia, Dari Tarian Hingga Aksi Menyiksa Diri

1. “Jangan suka gede-gedein masalah sepele, deh!”

Masalah itu ralatif via www.pexels.com

Besar kecilnya masalah itu relatif. Kamu nggak bisa menyamaratakan standarmu dengan dia maupun orang lain. Kalau bagi dia masalah itu perlu untuk dibahas dan dicari jalan keluarnya, mestinya kamu ikuti kemauannya agar kalian berdua segera menemukan solusi – supaya dia nggak marah lagi.

2. “Aku tuh nggak bisa diginiin!”

Manja via www.pexels.com

Ketika ada sesuatu yang dibicarakan, mestinya kamu menghindari mengucap kalimat semacam itu karena mencitrakan dirimu yang egois. Bukannya respect, dia justru kemarahannya bisa bertambah sebab kalimat itu membuatmu seakan menghindar dari kesalahan yang sejatinya bisa kamu jelaskan.

3. “Kamu maunya apa?”

Tertutup via unsplash.com

Kalimat semacam ini mencerminkan dirimu yang nggak terbuka. Seakan-akan kamu puny kuasa sendiri untuk menentukan kemana jalannya hubungan, padahal bukankah hubungan dijalankan oleh dua pihak – bukan hanya kamu semata.

Lagipula belum tentu juga pacarmu ingin melarangmu untuk berbuat sesuatu, boleh jadi ia hanya ingin mengetahui alasan mengapa kamu melakukan hal yang nggak dia suka.

4. “Kamu nggak perlu ngatur-ngatur aku. Aku bukan anak kecil lagi”

Nggak usah pacaran aja kalo gitu via unsplash.com

Tunggu, bukankah ketika seseorang memutuskan untuk menjalin hubungan sejatinya ia telah merelakan pasangannya untuk masuk dalam kehidupannya, begitu juga sebaliknya. Jadi wajar saja kalau–dalam beberapa kesempatan–pasanganmu ikut berpendapat dalam hidupmu.

Baiknya kamu cermati dulu hal apa yang bikin ia tertarik untuk membahas sesuatu yang baru saja kamu lakukan. Kalau saran dia baik, kenapa masih berkeberatan? Lagipula, semakin kamu yakinkan pasanganmu dengan mengatakan ini semakin terlihat sifatmu yang kekanak-kanakan dan belum siap menjalin hubungan.