9+ Gelar Dokter Spesialis dan Penyakit yang Bisa Diatasi. Simak Biar Kamu Nggak Salah Dokter Lagi

Posted on


Saat berkunjung ke rumah sakit, kita sering dihadapkan pada nama-nama dokter dengan sederet gelar di belakangnya. Biasanya nama mereka ditempel di depan pintu ruangan untuk memudahkan pasien atau petugas rumah sakit ketika sedang mencarinya. Ini sangat berguna, apalagi saat ada beberapa ruangan dokter berjejer dengan spesialisasi masing-masing, lalu kita ingin berobat ke salah satunya, tentu akan sulit kalau di pintunya nggak dipasang nama dokter beserta gelarnya.

Bicara soal gelar spesialis, di Indonesia sendiri ada banyak sekali dokter dengan spesialisasi berbeda-beda. Mereka bertugas sesuai dengan kapabilitas masing-masing. Ada yang ahli penyakit dalam, saraf, urologi, dan lain-lain. Meskipun kita nggak bergelut di dunia medis, tapi kita juga harus paham kepanjangan dari gelar dokter-dokter ini, dan apa sebenarnya penyakit-penyakit yang bisa diatasi. Selain biar nggak salah berobat, ya hitung-hitung menambah wawasan juga ‘kan? Yuk simak dulu rangkuman Hoopsbyjudy Tips~

1. Spesialis Anak (Sp.A): Dokter yang khusus menangani penyakit yang menyerang bayi sampai anak-anak

Sp.A via www.parenting.com

Spesialis anak juga biasa disebut pediatri. Bisa dibilang dokter dengan gelar ini adalah dokter yang paling dekat dengan anak-anak, karena ranah kerjanya memang fokus pada penyakit yang menyerang bayi sampai anak-anak. Pediatri sebenarnya mirip dengan dokter penyakit dalam, hanya saja yang membedakan adalah cakupan usianya.

2. Spesialis Bedah Mulut (Sp.BM): Mereka disebut sebagai ahlinya penyakit di area gigi dan mulut

Sp.BM via www.massgeneral.org

Bagi orang yang belum paham, biasanya spesialis bedah mulut ini disamakan dengan dokter gigi biasa, padahal nggak semua dokter gigi adalah Sp.BM. Dalam dunia kedokteran gigi ada beberapa spesialisasi yang bisa diambil, salah satunya ya bedah mulut ini. Sp.BM biasa menangani masalah yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut, dan butuh pembedahan, misalnya operasi gigi impaksi.

3. Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD): Kalau berkaitan sama organ dalam, Sp.PD lah yang harus menangani

Sp.PD via beyondcareer.com

Dalam dunia medis, Sp.PD disebut juga internist. Mereka inilah yang mempelajari penyakit sistemik dalam tubuh manusia di luar disiplin ilmu yang membahas jantung, pencernaan, dan paru-paru. Karena kalau untuk organ-organ itu ada cabang ilmunya sendiri.

4. Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (Sp.JP): Beda dengan internist, dokter dengan gelar ini cuma fokus ke organ jantung aja

Sp.JP via www.hendersonhospital.com

Spesialis jantung dan pembuluh darah atau disebut kardiolog, punya kewenangan menangani penyakit yang terkait dengan organ tersebut. Kardiolog sendiri dibedakan menjadi dua, pertama yang fokus mendiagnosis dan mengobati penyakit jantung, kedua yang khusus menangani masalah detak jantung tidak normal oleh karena sebab-sebab internal.

5. Spesialis Kulit dan Kelamin (Sp.KK): Dokter yang mengatasi penyakit seputar kulit dan kelamin

Sp.KK via www.everydayhealth.com

Dari namanya udah bisa ditebak apa aja penyakit yang ditangani spesialis ini. Mereka yang disebut dermatologis ini jadi rujukan pasien yang punya keluhan di area kulit dan kelamin, seperti bisul, bintik-bintik, cacar air, dan lain-lain. Biasanya banyak juga orang yang berkonsultasi soal kesehatan kulit wajah di dokter ini.

6. Spesialis Mata (Sp.M): Mereka dengan keahlian mengatasi penyakit di organ penglihatan

Sp.M via www.diabetesselfmanagement.com

Untuk satu indera penglihatan aja dibutuhkan dokter dengan keahlian yang memang fokus pada organ tersebut. Mungkin karena begitu kompleksnya struktur mata manusia, sehingga butuh disiplin ilmu sendiri untuk mempelajarinya. Selain bekerja di rumah sakit, spesialis mata biasa membuka praktik sendiri atau bergabung di klinik-klinik mata.

7. Spesialis Obstetri & Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) (Sp.OG): Dokter yang sering didatangi ibu-ibu hamil

Sp.OG via gomerblog.com

Dokter dengan keahlian ini biasa jadi rujukan para ibu hamil (bumil) di rumah sakit. Mereka yang biasa disebut obgyn (singkatan dari obstetrician-gynecologist) ini juga punya kewenangan mengatasi penyakit yang berhubungan dengan reproduksi, termasuk menstruasi dan menopause.

8. Spesialis Bedah (Sp.B): Dokter dengan gelar ini dibutuhkan saat ada proses pembedahan atau operasi

Sp.B via www.tiranapost.al

Spesialis bedah termasuk cabang ilmu kedokteran yang punya sub-spesialisasi cukup beragam, contohnya Bedah Saraf (Sp.BS), Bedah Anak (Sp.BA), Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik (Sp.BP-RE), dan lain-lain. Saat prosedur pembedahan atau operasi, spesialis bedah akan berkoordinasi dengan dokter spesialis yang bersangkutan.

9. Spesialis Saraf (Sp.S): Mereka yang berkutat dengan otak dan sistem saraf kebanyakan punya gelar ini di belakang nama

Sp.S via vitanovacenter.com

Spesialis saraf atau neurologist biasanya menangani penyakit seperti stroke, kelumpuhan, atau saraf terjepit. Jika pasien butuh penanganan lebih lanjut seperti pembedahan atau operasi, biasanya ahli saraf akan bekerjasama dengan spesialis bedah saraf.

10. Spesialis Urologi (Sp.U): Kalau ini ranah kerjanya berkaitan dengan penyakit yang menyerang saluran kemih

Sp.U via www.drsunny.ae

Sebenarnya ini adalah sub-spesialisasi dari dokter spesialis bedah. Tapi karena gelarnya cukup sering ditemui, nggak ada salahnya dibahas juga. Spesialis urologi ini biasanya mengatasi masalah yang berhubungan dengan kandung kemih, ginjal, ureter, dan sistem reproduksi pria seperti testis, prostat, dan penis.

Selain sederet gelar di atas, sebenarnya masih banyak sekali gelar dokter spesialis lain yang ada di Indonesia. Nah, sebenarnya beberapa spesialisasi di atas juga punya sub spesialis lho, misalnya Sp.B sub spesialisnya; Bedah Saraf, Bedah Onkologi, Bedah Digestif, dan lain-lain. Untuk Sp.A sub spesialisnya; Nutrisi & Penyakit Metabolik, Pediatri Gawat Darurat, Respirologi, dan lain-lain. Lama studi mereka juga berbeda-beda. Tapi rata-rata sekitar 6-10 semester. Wah, lama juga ya~

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya