Abdurrahman, penghulu jujur pelapor gratifikasi terbanyak ke KPK

Posted on

Abdurrahman Muhammad Bakri adalah sosok yang inspiratif. Dia tercatat sebagai PNS dengan pelaporan gratifikasi terbanyak. Sejak 2015 hingga kini, ada 59 laporan gratifikasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) senilai Rp 4.260.000. PNS kelahiran tahun 1982 ini lulusan STAIN Surakarta (2008) dan dikaruniai 2 anak.

Berikut wawancara eksklusif Brilio.net dengan Abdurrahman Muhammad Bakri atau biasa disapa Mas Dul di kantor KUA Trucuk, Klaten, Jawa Tengah.

Sejak kapan jadi penghulu?

Tahun 2012. Sebelum itu, jadi pegawai di KUA Prambanan, KUA Gantiwarno, setelah itu di kantor Kemenag Klaten.

Apa sih yang mendorong mas melaporkan gratifikasi ke KPK?

Sebagai PNS atau penyelenggara negara, kita tidak diperbolehkan menerima gratifikasi atau pemberian apapun dari masyarakat ketika itu bersinggungan dengan pekerjaan kita. Tentu saja ini tidak lepas dari arahan dari kepala KUA agar tidak menerima gratifikasi.

BACA Juga :   Model ini mirip banget sama Barbie, ini 10 penampilan memukaunya

Siapa sih sosok inspirasi yang mendorong berbuat jujur dalam setiap aktivitas?

Saya terinspirasi oleh sosok Umar bin Khattab. Beliau sosok khalifah yang jujur dan tegas. Ada salah satu cerita bahwasanya beliau malam hari mengerjakan tugas negara kemudian ada tamu. Ditanyakan pada tamunya apakah ini urusan pribadi atau urusan negara. Kemudian dijawab tamu bahwa ini urusan pribadi, beliau mematikan lampu. Karena lampu itu difasilitasi negara. Dari situ saya terinspirasi bahwa apa yang bukan hak kita, jangan kita ambil atau menggunakannya.

Sejauh ini, dari 59 gratifikasi yang dilaporkan itu dalam bentuk apa saja?

Selama ini berupa uang ataupun amplop dari masyarakat. Kalau nominal paling sedikit Rp 25 ribu, dan paling banyak Rp 200 ribu.

BACA Juga :   Heboh cacing di sarden kalengan, ini 3 fakta yang wajib kamu tahu

Sejauh ini apa yang mas sampaikan kepada masyarakat pemberi amplop ketika mas berusaha menolak?

Kita sampaikan kepada masyarakat saat menerima gratifikasi, bahwasanya bapak atau mas, saya bekerja sudah ada anggaran negara, sudah ada tunjangan dan lainnya. Sehingga mohon tidak usah memberikan gratifikasi atau apapun.

Uang tunjangan dari negara berapa sih yang didapat oleh penghulu?

Kalau yang resmi dari biaya nikah, untuk transpor Rp 100 ribu dan tunjangan profesinya Rp 170 ribu.

Gimana sih respons keluarga dengan sikap jujur melaporkan gratifikasi? Apakah gaji selama ini sudah mencukupi?

Keluarga terutama istri sangat mendukung apa yang saya lakukan. Kita kerja baik sesuai aturan nggak macam-macam. Insya Allah kalau kita bersyukur apa yang kita dapatkan akan cukup dan berkah.

BACA Juga :   6 Potret rumah Raditya Dika yang disebut berhantu, bikin merinding

Seperti apa respons dari rekan kerja dan lingkungan tempat tinggal?

Teman-teman kerja insya Allah juga mendukung. Dari lingkungan masyarakat, tetangga-tetangga juga mendukung.

Pernah nggak dapat tentangan selama melaporkan gratifikasi?

Sampai saat ini alhamdulillah tidak ada yang menentang.

Bentuk edukasi kepada masyarakat yang sudah dilakukan seperti apa?