Admin Twitter Jokowi Salah Akun, Warganet Kaget Presiden Adalah Wota. Pengen Ngakak Tapi Kok Kasihan

Posted on


Sebagai kepala negara zaman kini, presiden tentu harus bisa berbaur dengan masyarakat dari berbagai lintas usia bahkan tingkatan sosial. Jika orang tua didekati dengan melakukan pertemuan-pertemuan atau sejenisnya, maka untuk mengambil hati anak muda salah satunya bisa dilakukan melalui media sosial. Selain memberikan informasi secara lebih luas melalui internet, kehadiran akun media sosial presiden nyatanya juga berpengaruh bagi tingkat popularitas sang kepala negara.

Sebagai Presiden RI sekarang, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi juga punya akun di beberapa media sosial. Seperti Twitter, Facebook, dan Instagram. Tentu akun ini nggak dipegang penuh oleh presiden, melainkan dibantu oleh admin-admin yang sudah lulus uji coba dan pantas memegang akun seorang kepala negara. Namun sebagai manusia, para admin kadang nggak lepas dari kekhilafan. Seperti yang terjadi kemarin.

Kemarin sore, akun Twitter Joko Widodo sempat membuat heboh lantaran membalas salah satu cuitan anggota JKT48

cuitan akun Twitter Jokowi via twitter.com

Warganet terutama yang berselancar di Twitter kemarin dikejutkan dengan cuitan dari akun @jokowi. Bukan karena berita yang berhubungan dengan kemaslahatan negara, tapi cuitan tersebut malah berhubungan dengan salah satu girlband Tanah Air, JKT48. Akun Twitter Jokowi terciduk membalas sebuah cuitan dari salah satu anggota JKT48 yaitu Beby.

Dalam balasan dari akun Jokowi tersebut, tertulis bahwa pemegang akun teringat kembali momen Senbatsu Uza yang bikin dia deg-degan. Sempat dikira hoaks, cuitan dari akun Jokowi ini memang benar adanya. Namun nggak lama setelah itu dihapus. Dan sudah pasti ada warganet yang berhasil mengabadikan cuitan ini.

Admin yang sepertinya salah akun itu sempat menghadiri Senbatsu Uza yang diadakan JKT48 minggu lalu

senbatsu uza via www.wowkeren.com

Setelah ditelusuri, ternyata cuitan tersebut ditulis oleh salah seorang admin akun media sosial presiden. Karena keteledorannya, sang admin malah nggak sengaja menggunakan akun presiden. Oleh karena itulah, admin yang ternyata penggemar JKT48 tersebut langsung menghapus cuitannya.

Memang, pekan lalu, grup yang berisi puluhan gadis ini mengadakan Senbatsu Uza, yaitu acara pemilihan anggota JKT48 untuk menyanyikan single berjudul Uza yang dianggap memiliki koreografi paling sulit. Oleh karena itulah sang admin yang merupakan penggemar JKT48 ini ikutan deg-degan menunggu hasil dari siapa saja anggota yang terpilih untuk menyanyikan single tersebut.

Risikonya tentu sudah jelas. Sang admin dibebastugaskan alias dipecat saat itu juga

fans JKT48 via vik.kompas.com

Meski ini adalah kekhilafannya, kesalahan admin seperti itu nyatanya nggak bisa ditoleransi. Apalagi bagi seorang admin sekelas akun kepala negara. Hal ini tentunya nggak boleh terjadi. Oleh karena itulah, setelah ditelurusi, pihak Istana langsung membebastugaskan alias memecat admin yang salah akun tersebut.

Klarifikasi mengenai Cuitan Akun Twitter Presiden

Akun Twitter Presiden pada pukul 15:24 WIB mengunggah cuitan singkat namun segera dihapus tak lama setelah diunggah.

Hal ini telah ditelusuri dan ditemukan permasalahan di salah satu admin pengelola. Yang bersangkutan kini sudah dibebastugaskan.

Langkah-langkah pengamanan dan penanganan tambahan secara internal telah dilakukan untuk mencegah hal yang sama kembali terulang.

Jakarta, 16 Mei 2018

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

(dilansir dari wowkeren)

Banyak warganet yang menyetujui keputusan pemecetan sang admin yang teledor itu, tapi juga ada yang merasa kasihan. Apalagi THR belum turun

respons warganet via vik.kompas.com

Kesalahan sang admin ini memang sangat disayangkan. Terlebih akun yang dipegangnya adalah akun media sosial orang nomor satu di Indonesia. Jadi, keputusan pihak Istana memecat sang admin dianggap ganjaran yang pantas. Banyak warganet yang menyetujui pemecatan ini. Mengingat akun tersebut merupakan representasi seorang kepala negara. Tentu sangat berisiko bagi citra presiden di mata pejabat atau kepala negara lainnya.

Meski beberapa warganet juga ada yang kasihan dengan nasib sang admin. Apalagi pemecatan ini dilakukan sebelum lebaran, yang artinya THR (tunjangan hari raya) belum cair.

Kejadian ini seharusnya bisa jadi pelajaran bagi siapa pun tentang kejelian dalam bekerja. Jangan sampai mencampuradukkan profesionalitas dengan hal-hal yang bersifat pribadi. Karena risikonya nggak tanggung-tanggung, yaitu kehilangan pekerjaan. Apalagi kalau berhubungan sama orang banyak kayak begini.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya