Akibat aksi teror bom di Jawa Timur, 6 anak ini meninggal dunia

Posted on


Hoopsbyhudy.com – Aksi teror yang menyasar tiga gereja di Surabaya serta ledakan bom yang terjadi di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo hari Minggu (13/5) lalu, membuat puluhan orang terluka dan belasan orang meninggal.

Hingga berita ini diturunkan, dari belasan korban tewas yang telah teridentifikasi, dinyatakan bahwa 6 diantaranya adalah anak-anak. 2 dari anak-anak tersebut adalah korban aksi teror bom. Sementara itu, sisanya adalah pelaku teror bom.

Berikut Hoopsbyjudy rangkum daftar anak-anak yang tewas dalam peristiwa teror bom di Jawa Timur kemarin dari berbagai sumber, Senin (14/5).

1. Vincensius Evan (11).


foto: liputan6.com

Vincensius Evan adalah salah satu korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Surabaya. Kondisinya yang terluka parah, membuat Evan meninggal saat dirawat di Rumah Sakit Bedah Surabaya.


2. Nathanael (8).


foto: liputan6.com

Nathanael yang masih duduk di kelas 2 Sekolah Dasar (SD) ini adalah adik dari Vincensius Evan. Ia sempat menjalani operasi di Rumah Sakit Bedah Surabaya. Akan tetapi, banyaknya pembuluh darah yang robek dan adanya kegagalan fungsi organ membuatnya meninggal pada Minggu malam pukul 20.12 WIB.


3. Famela Rizqita (9).


foto: kapanlagi.com

Famela langsung tewas dalam peristiwa ledakan bom di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro, Surabaya. Ia adalah anak bungsu dari Puji Kuswati (43) yang mana merupakan pelaku teror bom.


4. Fadhila Sari (12).


foto: kapanlagi.com

Fadhila adalah kakak dari Famela. Ia ikut tewas saat itu juga saat bom yang dibawa oleh ibunya meledak di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro, Surabaya.


5. Hilda (17).


foto: liputan6.com

Hilda adalah anak dari pasangan suami istri pelaku peledakan di kompleks Rusunawa Wonocolo Sepanjang, Sidoarjo. Saat ledakan terjadi, Hilda dan sang ibu langsung meninggal di tempat.


6. Firman Halim (16).


foto: liputan6.com

Firman Halim adalah anak dari pelaku teror bom GKI Diponegoro sekaligus pelaku dari peledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) itu sendiri. Sebelum tewas, ia bersama sang kakak, Yusuf Fadil (18) membawa bom dengan cara dipangku. Mereka memaksa masuk ke gereja dengan menggunakan sepeda motor, kemudian bom meledak.

 

 

(brl/lin)