Asal Penuhi 4 Syarat Ini, Uang Robek atau Rusak Masih Bisa Ditukar. Jangan Sedih dan Asal Buang Aja

Posted on
Baru-baru ini masyarakat Indonesia dibuat heboh aksi salah satu anggota Gen Halilintar yaitu Saaih Halilintar yang merobek uang kertas pecahan Rp100 ribu dan menyebutnya ‘hal yang memuaskan. Mungkin bagi Saaih sendiri, aksi itu hanyalah prank yang memuaskan. Tapi bagi orang yang gajinya cuma pas-pasan, uang sebesar itu bisa jadi budget makan seminggu atau untuk beli sepatu baru. Makanya tidak mengherankan, kalau netizen langsung beramai-ramai menghujat dan menyayangkan uang Rp100.000 yang sudah robek itu.

Sengaja merobek uang jelas tidak bisa dibenarkan, bahkan melanggar hukum dan bisa didenda. Tapi meskipun tidak disengaja, uang robek itu sebenarnya realita sehari-hari alias sering terjadi. Baik karena nggak hati-hati saat buka amplop gajian atau kejepit dompet. Apakah uang robek itu langsung kehilangan nilainya? Apa juga yang harusnya kita lakukan kalau uang sudah terlanjur robek? Masa iya langsung dibuang? Yuk simak ulasan spesial Hipwee News & Feature!

BACA Juga :   87 Juta Data Pengguna Facebook Bocor. Ini Caranya Tahu Apakah Akunmu Termasuk Salah Satu Diantaranya

Uang yang fisiknya rusak seperti robek, sebenarnya juga diatur oleh undang-undang lho. Yang sengaja merusak bahkan bisa dikenai hukuman penjara dan dikenai denda

Kalau rusaknya nggak disengaja atau digigit tikus gimana ya? via uangindonesia.com

Undang-undang No.7 Tahun 2011 adalah sumber peraturan utama yang mengatur segala hal menyangkut mata uang Indonesia, termasuk jika terjadi kerusakan fisik. Soalnya uang itu sebenarnya selalu punya nilai, terlepas dari bentuk fisiknya. Tapi ya bentuknya harus tetap dijaga supaya tetap bisa jadi alat tukar yang sah. Bahkan menurut Pasal 35 Ayat 1 dari UU di atas, setiap orang yang sengaja merusak, memotong, atau menghancurkan uang, bisa diganjar hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp1 M!

BACA Juga :   8 Potret Cyntia Livianty, adik Maia Estianty yang tak kalah memesona

Nah kalau tidak disengaja tapi terlanjur robek atau rusak, jangan menangis dan putus harapan dulu! Bank Indonesia, selaku pihak utama yang mengelola peredaran uang di Indonesia, memang punya kewajiban untuk memastikan bahwa uang yang dipakai masyarakat itu layak edar atau Uang Layak Edar (ULE). Jadi kalau kamu punya uang yang tidak layak edar, Uang Tidak Layak Edar (UTLE), sudah seharusnya BI menggantinya dengan uang baru yang super mulus. Tapi memang ada syarat dan ketentuannya…

Kenali dulu seperti apa sih uang yang disebut tidak layak edar. Ternyata terbagi tiga, Rupiah Lusuh, Rupiah yang Sudah Dicabut dari Peredaran, dan Rupiah Rusak  

Contoh Uang Tidak Layak Edar karena rusak via www.bi.go.id

Rupiah yang ukuran dan bentuk fisiknya tidak berubah dari ukuran aslinya, tetapi kondisinya telah berubah yang antara lain karena jamur, minyak, bahan kimia, atau coretan. (UU N0.7 Tahun 2011, Pasal 22 Ayat 3)

Sedangkan uang cacat merupakan uang yang memang sudah cacat dari percetakannya. Kedua tipe uang tidak layak edar ini bisa ditukarkan asal keasliannya masih dapat dikenali.

  • Rupiah yang dicabut dan ditarik dari peredaran
BACA Juga :   Naik pakai jalur turun, bukti budaya antre di Indonesia masih rendah

Uang lama yang sudah tidak berlaku, masih bisa ditukarkan hingga 10 tahun sejak secara resmi ditarik dari peredaran. Sama dengan uang lusuh dan cacat sebelumnya, asalkan masih bisa dikenali keaslian uangnya.