Banyak Jadi Panutan, Begini Kisah Inspiratif Bu Susi Sebelum Jadi Menteri dan Pengusaha Kaya. Salut!

Posted on


Susi Pudjiastuti sudah bukan nama yang asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Wanita yang akrab disapa Bu Susi itu tak hentinya menjadi perhatian publik sejak kebijakannya menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan ramai diberitakan media. Bu Susi dikenal berani, tegas, dan peduli rakyat kecil. Dedikasinya melindungi biota laut Indonesia juga patut mendapat apresiasi sebesar-besarnya. Tidak heran kalau wanita 53 tahun itu banyak dijadikan panutan oleh seluruh elemen masyarakat.

Meski tampaknya kesuksesan telah melekat erat dalam diri Bu Susi, ternyata ada banyak kisah jatuh bangun di baliknya yang layak dibagikan kepada khalayak. Mungkin sudah banyak di antara kalian yang tahu kalau Bu Susi ini hanya menamatkan pendidikan di jenjang SMP. Tapi berkat kegigihannya, kini ia jadi salah satu tokoh wanita paling berpengaruh di Indonesia, bahkan dunia. Hoopsbyjudy Sukses telah merangkum cerita inspiratif Susi Pudjiastuti, Ibu Menteri Perikanan dan Kelautan kita bersama. Yuk, simak!

Bu Susi lahir dari keluarga yang cukup berada. Ayah ibunya adalah peternak dan penjual hewan ternak. Dari orang tuanya ia banyak belajar cara berbisnis

Bu Susi lahir dan besar di lingkungan yang dekat dengan laut via jogja.tribunnews.com

Hidup berkecukupan tidak membuat Bu Susi berpuas diri. Sejak masih sekolah, ia justru sudah mengikuti jejak orangtuanya dengan memulai bisnis kecil-kecilan. Saat masih SMP, di mana teman-temannya banyak yang memikirkan cinta monyet, Bu Susi justru berdagang pakaian serta bedcover. Wanita yang lahir di Pangandaran, 15 Januari 1965 itu banyak belajar cara berbisnis pada orang tuanya.

Saat duduk di bangku kelas 2 SMA, Bu Susi membuat keputusan berani, yaitu berhenti sekolah dan memilih menekuni usahanya

Merintis bisnis ikan dari nol via www.sudutpandang.com

Saat duduk di bangku kelas 2 di SMA 1 Yogyakarta, Bu Susi justru memutuskan berhenti sekolah. Sebuah keputusan berani yang sebenarnya disayangkan oleh orang tuanya sendiri. Setelah berhenti, semangatnya menekuni bisnis semakin tinggi. Karena hidup di lingkungan nelayan, Bu Susi pun memutuskan berjualan ikan. Ia membeli ikan dari tempat pelelangan dan menjualnya kembali.

Hanya dengan bermodal Rp 750.000, Bu Susi nekat berjualan ikan dan menawarkan sendiri dagangannya dari satu resto ke resto lain

Tidak butuh waktu lama untuk bisa menguasai bursa pelelangan ikan via jabarnews.com

Modal yang dimilikinya saat itu jauh dari kata cukup. Tidak ada pilihan lain, Bu Susi memutuskan menjual cincinnya untuk kemudian dijadikan modal usaha. Perhiasan itu terjual Rp 750.000, yang mana langsung ia pakai membeli ikan dan hasil laut langsung dari pelelangan. Untuk pemasarannya, Bu Susi menawarkan sendiri ke resto-resto di Pangandaran. Awalnya, tidak semua pemilik resto percaya ikan Bu Susi bagus. Meski begitu, ia tetap konsisten menawarkan dan memilih ikan berkualitas tinggi, sampai sekitar 1 tahun setelahnya, bisnisnya berhasil menguasai bursa lelang ikan di Pangandaran.

Seperti halnya banyak orang di luar sana, Bu Susi juga pernah “jatuh” saat menjalankan usahanya. Alih-alih menyerah, ia justru putar otak memikirkan solusinya

Pesawat Susi Air via anekainfounik.net

Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula anginnya. Perumpamaan ini cocok disematkan pada Bu Susi kala itu. Niatnya merambah bisnis ke mancanegara harus terhalang jarak dan dana. Saat itu permintaan lobster dari luar negeri sedang tinggi-tingginya. Tapi Bu Susi belum memiliki transportasi memadai untuk mendistribusikan lobsternya ke konsumen mancanegara. Kalau pakai kapal, ia khawatir kualitas lobsternya jadi tidak segar.

Masalah ini mendapat jawaban setelah suaminya Christian von Strombeck yang seorang pilot, menyetujui ia membeli pesawat. Tapi lagi-lagi keinginannya terhalang biaya. Pengajuan pinjamannya ke bank terus ditolak. Akhirnya, setelah berjuang selama 5 tahun, Bu Susi berhasil mendapat pinjaman Rp47 miliar yang ia gunakan untuk membangun landasan udara di Pangandaran dan membeli 2 buah pesawat Cessna Caravan. Sejak itu bisnisnya semakin berkembang secara global.

Dari bisnis ikan, Bu Susi juga merambah ke dunia penerbangan. Ini bermula dari Tsunami Aceh 2004 lalu, di mana ia membantu pendistribusian bantuan ke lokasi bencana

Bu Susi di dalam pesawatnya via solid-goldberjangka.com

Saat tsunami melanda Aceh 2004 lalu, Bu Susi memanfaatkan pesawatnya untuk mengirim bantuan ke lokasi bencana. Ternyata sifat dermawannya itu membuat banyak LSM dalam maupun luar negeri tertarik menyewa pesawatnya. Sejak itu “Susi Air” jadi semakin dikenal banyak orang. Namanya pun mengguncang dunia penerbangan.

Kini semua perjuangan yang pernah dilalui Bu Susi telah berbuah manis. Selain berprofesi sebagai pebisnis profesional dengan mempekerjakan ratusan pilot, ia juga menjalankan amanah sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan Indonesia untuk masa jabatan 2014-2019. Meski tidak sampai menempuh pendidikan SMA, tapi dedikasi dan kontribusinya bagi negara patut diacungi jempol. Kegigihan, semangat, dan tekad bulatnya menjadi inspirasi bagi banyak orang, tidak hanya masyarakat Indonesia, tapi juga seluruh orang di dunia. Salut banget!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya