Begini jadinya jika tenun Flores dibuat busana ready to wear kekinian

Posted on
Hoopsbyhudy.com – Flores, Nusa Tenggara Timur terkenal dengan keindahan alam dan budayanya. Salah satu produk budaya yang sangat dikenal adalah kain tenun ikat khas Flores yang punya beragam motif, corak dan preferensi warna. Beberapa wilayah di Flores diketahui sebagai sentra penghasil tenun ikat. Maumere salah satunya.

Di setiap helai tenun ikat Flores selalu bermuatan simbol-simbol etnis, adat, dan religi dari kehidupan warga Flores. Nah yang cukup unik, pewarnaan kain menggunakan metode tradisional yang memanfaatkan berbagai jenis tumbuhan dari alam.

Hoopsbyhudy.com/yani andryansjah

Untuk warna merah misalnya, biasa digunakan akar dan daun mengkudu. Sementara daun nira untuk menciptakan warna biru. Begitu juga dengan kayu pohon hepang dan kunyit untuk membuat warna kuning.

BACA Juga :   Sedikit Berkesan Tomboy, 10+ Gaya Hits Han Yoora Ini Buktikan Rambut Pendek Pun Bisa Bikin Terlihat Imut dan Manis

Proses dan kekhasan tenun ikat Flores inilah yang menjadi inspirasi gelaran fashion show Nian Tana Creative Show 2018 yang diselenggarakan LaSalle College Jakarta di Senayan City baru-baru ini.

Dok.LaSalle College Jakarta

Sedikitnya ada 114 rancangan mini collections yang ditampilkan. Seluruhnya merupakan rancangan 70 desainer muda yang tak lain mahasiswa Fashion Design LaSalle College. Maklum, acara ini sendiri adalah tugas akhir para mahasiswa.  

Oh iya, Nian Tana berarti Tanah Air yang diambil dari bahasa suku Sikka, Maumere, Flores Tengah. Acara fashion show ini diawali sajian tarian khas dan musik tradisional Maumere. Para penari langsung didatangkan dari daerah asal.

Dok.LaSalle College Jakarta

“Kita terinspirasi keindahan alam dan keramahtamahan penduduk di Flores. Mereka masih sangat menghargai alam. Sumber kehidupan mereka dari alam, termasuk kebudayaannya. Busana yang ditampilkan sebagian eco friendly,” ujar Program Director Fashion Design LaSalle College Jakarta Shinta Djiwatampu.

BACA Juga :   5 Momen kehangatan Gibran dengan Agus Yudhoyono, makan martabak bareng

Menariknya, beberapa rancangan yang ditampilkan menggunakan tenun Flores yang dibuat secara tradisional, namun diaplikasikan pada busana ready to wear modern. “Semua tenun dibuat dengan desain yang modern. Kita ambil unsur-unsur itu (tradisional) dan kita terapkan di fashion show,” lanjut Shinta.