Begini respons 6 tokoh agama soal teror bom di Surabaya, bikin adem

Posted on


Hoopsbyhudy.com – Aksi teror bom terjadi di tiga gereja di Surabaya. Sebelumnya, ledakan bom terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela (STMB), Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro Surabaya dan Gereja Pentakosta di Jalan Arjuno Surabaya. Jumlah korban yang sudah teridentifikasi mencapai 9 korban meninggal dan 40 orang luka-luka.

Polisi hingga saat ini masih melakukan identifikasi dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Polisi juga mengimbau agar warga tetap tenang dan mendoakan yang terbaik.

Teror bom ini juga dikecam banyak tokoh agama. Menurut mereka, aksi terorisme tidak sejalan dengan ajaran agama apa saja. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak panik. Mereka juga menyampaikan duka cita terkait korban ledakan bom tersebut.

Dilansir Hoopsbyjudy dari berbagai sumber, ini 6 tokoh agama di Indonesia yang ikut berkomentar tentang ledakan bom di Surabaya, Minggu (13/5).

1. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

foto: merdeka.com

Dilansir Hoopsbyjudy dari Antara, Menteri Agama Lukman Hakim mengatakan bahwa pelaku tidak memegang nilai agama karena tidak ada agama yang mengajarkan terorisme. “Pelaku aksi bom itu adalah orang-orang yang tidak memegangi nilai-nilai agama karena tidak ada agama mana pun yang ajarkan aksi terorisme,” ungkap Lukman.

Menag juga mengimbau agar masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan ledakan bom di Surabaya pada pihak yang berwajib. “Jangan mengomentari aksi ini dengan perdebatan yang memicu konflik. Sebaliknya, mari saling menguatkan sesama anak bangsa yang ingin Indonesia aman dan damai,” katanya.

2. Ketua PCNU Surabaya Achmad Muhibin Zuhri.

foto: nu.or.id

Pengurus cabang Nahdatul Ulama Kota Surabaya mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh pihak berwajib dalam mengusut tuntas peristiwa ledakan bom di Surabaya. “Kami mendukung aparat keamanan untuk mengusut tuntas peristiwa ini, menangkap pelaku dan jaringannya serta memprosesnya dengan hukuman seberat-beratnya,” kata Ketua PCNU Surabaya Achmad Muhibin Zuhri kepada Antara.

3. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur M Saad Ibrahim.

foto: pwmu.co

Muhammadiyah juga mengecam aksi terorisme ledakan bom di Surabaya. Menurut Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur M Saad Ibrahim, aksi ini sangat jauh dari nilai-nilai agama. “Apapun itu, kita sangat tidak setuju dengan bom bunuh diri itu. Apalagi ditujukan pada simbol-simbol agama,” tegas dia dilansir Hoopsbyjudy dari liputan6.com.

Lanjutnya dia mengatakan bahwa bom bunuh diri merusak tatanan umat, bangsa, dan kemanusiaan. Aksi terorisme dalam bentuk apapun tidak dibenarkan dalam ajaran agama apapun.

 

4. Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Gomar Gultom.

foto: wikipedia.org

Gomar Gultom selaku Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengungkapkan duka cita yang mendalam terhadap korban ledakan bom di tiga gereja Surabaya. “Semoga semua keluarga diberikan kekuatan oleh yang Maha Kuasa,” kata dilansir Hoopsbyjudy dari Antara.

Menurutnya, kekerasan hanya melahirkan lingkaran kekerasan yang akhirnya akan membawa kehancuran. Dia juga mengatakan bahwa ajaran agama manapun selalu mengajarkan kemanusiaan, damai, dan cinta kasih.


5. Romo Benny Susetyo Pr.

foto: liputan6.com

Pemuka agama yang juga merupakan Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) ini meminta umat kristiani agar tetap tenang dan tidak terpancing dengna aksi terorisme di 3 gereja di Surabaya.

“Untuk umat kristiani tidak perlu cemas dan takut karena tujuan dari aksi teror itu memang menimbulkan rasa takut. Oleh karena itu, umat kristiani harus membaur dengan masyarakat lain dan mendukung aparat polisi, TNI, dan BIN untuk menyelesaikan persoalan ini,” kata Romo dilansir dari Antara.


6. A. Mustofa Bisri.

foto: Twitter/@gusmusgusmu

A. Mustofa Bisri atau biasa dikenal dengan Gus Mus ini menyampaikan komentarnya lewat sebuah cuitan di akun twitternya. “Kekerasan dan kekejaman bukan dari Islam. Islam ber-Tuhankan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan datang rahmatan lil’ãlamïn,” tulisnya dalam postingan tersebut.

(brl/fen)