Berkunjung ke Paris, kota romantis & riuh rendah suporter sepak bola

Posted on


Hoopsbyhudy.com – Menara itu adalah Menara Eiffel, berdiri kokoh menjulang langit di tepian Sungai Seine, Champ de Mars. Kontruksi awal struktur besi yang dibangun pada tahun 1887 oleh Gustave Eiffel itu merupakan destinasi populer yang telah dikunjungi ratusan juta orang dari berbagai belahan dunia hingga saat ini.

foto: gufron/@Hoopsbyjudy

Di sebelah utara menara, sebuah taman dengan kursi panjang menjadi pusat wisatawan bersantai, menikmati kemegahan tumpukan susunan besi yang telah berusia satu abad lebih tersebut. Di sisi lain tak sedikit warga lokal yang menjajakan barang dagangan, mulai dari air mineral hingga pernak-pernik suvenir sebagai cinderamata.

Sore itu, Sabtu (14/4) langit masih terlihat cerah meski waktu telah menunjukkan pukul 5 sore. Suasana di sekitar menara semakin ramai, baik di sisi utara atau selatan yang melintasi Sungai Saine. Suasana terasa begitu romantis, bisa dibilang begitu. Beberapa wisatawan yang membawa keluarganya menggelar tikar dan mengeluarkan beberapa makanan bekal sembari menikmati suasana taman. Sedangkan beberapa pasangan kekasih tampak hilir mudik mencari spot berfoto yang epic.

foto: gufron/Hoopsbyjudy

Hari itu, perjalanan menyusuri ibukota Perancis dengan berjalan kaki sejauh 7 kilometer itu terasa indah. Mulai dari Musee de Louvre, menuju Menara Eiffel melewati alun-alun paris yang terkenal The Place de la Concorde.

“Hai semuanya, kita akan berangkat besok ke stadion jam 06.40 pm, Mohon jangan terlambat, kita mengantisipasi kemacetan yang buruk.” pesan Magdalene, Head of Marketing beIN SPORTS melalui grup WhatsApp peserta PSG Experience yang berasal dari 5 negara, Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand dan hong Kong.

Di balik romantisme menara Eiffel, esok harinya kami berkesempatan menyaksikan laga panas di Ligue 1, Perancis. PSG yang memiliki julukan Les Parisiens akan menjamu AS Monaco di Parc des Princes. Kemenangan menjadi harga mati bagi skuad asuhan Unai Emery untuk merebut titel juara liga tahun 2018.

Sepanjang perjalanan dari Hotel XO di 23 rue Theodore de Banville menuju stadion di 24 Rue du Commandant Guilbaud tampak biasa saja, tak ada kerumunan suporter. Jalanan terlihat lancar dan tak mengalami kemacetan berarti. Hal itu lantaran rombongan PSG Experience berangkat tiga jam lebih awal dari kick off yang diagendakan pada jam 9 malam waktu setempat.

foto: gufron/Hoopsbyjudy

Satu kilometer dari stadion, euforia pendukung PSG mulai menyeruak. Puluhan aparat keamanan terlihat berjaga di setiap persimpangan jalan dan memeriksa setiap orang yang akan memasuki area stadion.

Satu jam sebelum kick off, kami pun memasuki stadion berkapasitas 47 ribu orang lebih tersebut melalui pintu Borelli, mengenang sosok Francis Borelli yang merupakan mantan presiden klub di tahun 1978 hingga 1991.

Kursi penonton tampak lengang, tribun dengan dua lantai itu masih terlihat sepi hingga menjelang petang, langit mulai gelap. Beberapa menit sebelum kick off, kursi mulai terisi penuh. Pekikan pendukung PSG semakin riuh. Baik di sisi utara dan selatan stadion yang terkenal sebagai area fans yang selalu ramai sepanjang pertandingan.

Malam itu, ramai dan sorak pendukung tim tuan rumah semakin menjadi. Sepanjang 90 menit pertandingan, kebahagiaan terpancar. raut muka sumringah hingga rasa tak percaya. Tujuh gol, bersarang di gawang tim lawan. Angel di Maria, mantan punggawa Real madrid itu menjadi motor serangan dengan sumbangan dua golnya.

“Champione, Le Perisiens. Paris” Riuh suara pendukung saat wasit meniup peluit tanda akhir pertandingan. Cuaca dingin malam itu mendadak terasa hangat, pendukung PSG dengan rapi keluar dari pintu stadion dan bergerombol di sepanjang jalan sembari bernyanyi lagu kebanggaan. Selamat atas kemenangan tersebut teruntuk klub bertabur bintang PSG.

Paris bersama #PSGExperience beIn SPORTS memberikan pengalaman mengesankan, romatisme dan juga riuhnya pentas sepak bola klub kaya raya PSG, raksasa Eropa yang mulai bangun dari tidur dengan berbagai gelar juara.

(brl/guf)