Bule Mengusir Wisatawan Lokal yang Berkunjung ke Pulau Bakungan. Apakah Pulau Ini Dikuasai Asing?

Posted on

Bule Usir Wisatawan Saat Berlibur di Virgin Cocoa Resort

Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan puluhan ribu pulau yang dimilikinya. Sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia punya potensi yang cukup besar untuk pengembangan pariwisata. Meskipun begitu, masih banyak pulau-pulau di Indonesia yang belum diberi nama dan belum berpenghuni. Sayang sekali memang, kekayaan alam ini tak mampu dikelola sendiri.

Atas nama investasi, akhirnya ada banyak pihak asing yang kini menyewa dan mengelola pulau-pulau di Indonesia. Biasanya sih dijadikan resort atau pulau pribadi yang bisa dikunjungi dengan harga mahal. Seperti namanya, pulau pribadi memang tidak bisa dikunjungi semua orang. Hanya dikhususkan untuk pengunjung yang telah reservasi.

BACA Juga :   Biasa gaya tomboy, 5 penampilan Evelyn berhijab tuai pujian selangit

Sebuah televisi swasta beberapa hari yang lalu memuat liputan tentang diusirnya wisatawan lokal yang berkunjung ke Pulau Bakungan atau Virgin Cocoa di Berau, Kalimantan Timur oleh bule pengelola resort. Seperti apa kronologisnya dan apakah sikap dari bule tersebut benar?

Lagi ramai bule WNA mengusir wisatawan lokal yang sedang berkunjung ke Pulau Bakungan atau Virgin Cocoa. Ada apa sebenarnya?

Empat wisatawan lokal tampak kesal karena dilarang memasuki pulau Bakungan di Maratua, Berau, Kalimantan Timur. Pulau Bakungan Besar disebut Virgin Cocoa, sementara pulau Bakungan Kecil disebut Pulau Nunukan. Waktu itu mereka berempat ingin berkunjung ke pulau Virgin Cocoa yang sudah menjadi pulau privat dengan resot mewah. Mereka diusir oleh bule yang berada di pulau yang dijadikan resort tersebut. Jika ingin masuk harus membayar biaya jutaan rupiah sebagai pengunjung. Sebagai warga negara Indonesia, mereka memprotes larangan berkunjung ke pulau dan beranggapan bahwa pulau ini telah dikuasai asing.

“Sesungguhnya ini tidak boleh terjadi karena ini masih di NKRI. Perbatasan pun masih jauh, kok masih ada barang-barang privasi seperti ini. Apakah uang bisa membeli negara ini? Kepercayaan apa yang negara ini berikan untuk menjaga negara ini kalau negara saja justru memperjualbelikan dan memberikan izin untuk menjaga privasi mereka?” ungkap Sultan, salah seorang wisatawan yang diusir tersebut.