Cobain sensasi nostalgia Indonesia tempo doeloe di 7 pasar ini

Posted on


Hoopsbyhudy.com – Usang bukan berarti tak punya nilai. Begitu juga barang-barang jadul nan antik. Bagi seorang kolektor, barang kuno memiliki nilai tersendiri. Meski terkesan sepele, ada banyak hal menarik dari berbagai pernak-pernik antik. Bahkan bagi sebagian orang, memburu barang jadul jadi hobi tersendiri.

Mengakomodir kecintaan orang-orang terhadap barang lawas, muncullah pasar-pasar antik. Seperti namanya, pasar ini hadir sebagai tempat jual-beli barang bekas atau antik.

Barang dagangan yang ada di pasar tersebut biasanya bervariasi, terutama peralatan rumah tangga jadul, seperti piring kuno, setrika arang berbagai bentuk, hingga benda seni seperti patung atau lukisan jadul. Harga yang ditawarkan pun beragam. Mulai dari puluhan ribu hingga puluhan juta.

Tentu saja, semakin kuno barang tersebut, maka semakin mahal pula harganya. Nah, kemampuan menawarmu bakal dibutuhkan di sini nih. Kalau perlu bawa teman-teman yang pinter tawar-menawar seandainya kamu nggak bisa.

Pasar antik nggak cuma surga bagi pemburu atau kolektor benda klasik. Kamu anak muda yang doyan jalan-jalan blusukan, boleh banget ke sini. Apalagi tempatnya yang bernuansa oldies, cakep banget buat foto ala-ala vintage. Bisa sekalian nostalgia, deh.

Nah, kira-kira di pasar antik mana aja sih, kamu dan teman-temanmu bisa bernostalgia dengan barang-barang atau memori zaman lawas? Cek yuk tujuh pasar rekomendasi Hoopsbyjudy, Senin (28/5), berikut ini!

1. Pasar Klitikan Padangrani, Kota Lama, Semarang.

foto: hellosemarang.com

Tak cuma menikmati wisata sejarah, banyak hal menarik lainnya yang bisa kamu temukan di kawasan Kota Lama Semarang. Salah satunya adalah Pasar Klitikan Padangrani.

Pasar yang terletak di kawasan Gereja Blenduk Kota Lama ini menyajikan aneka macam barang kuno antik dan memiliki nilai seni sekaligus sejarah tinggi. Sesuai dengan namanya, di tempat ini kamu akan dimanjakan dengan deretan barang jadul yang saat ini sudah sulit ditemukan. Mulai dari radio lawas, hiasan rumah, lonceng, keris, kamera jadul, mesin ketik juga motor jadul dan sebagainya.

Buat kamu yang nggak suka shopping, bisa juga menikmati sensasi tempo dulu dengan mengabadikannya lewat jepretan kamera. Kapan lagi kan punya foto yang Instagramable dengan sentuhan jadul?

2. Pasar Bratang, Surabaya.

foto: Instagram/@andikusuma_76

Di balik gemerlap kota yang serba modern, Surabaya menyimpan kenangan yang mengasyikkan lho. Kamu bisa menemukan suasana khas tempo dulu di Pasar Bratang lantai dua. Di kawasan ini banyak barang-barang antik yang harganya mencapai puluhan juta.

Barang yang dijual pun bervariasi. Mulai dari furnitur sampai barang pecah belah seperti guci dan lampu kristal. Nggak heran, tempat ini juga menjadi jujukan turis mancanegara.

Bahkan sekitar 40 persen pembeli barang antik tersebut berasal dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, hingga Afghanistan lho. Nah, jangan mau kalah nih, saat ke kota ini jangan lewatkan berkunjung ke destinasi yang sangat kental dengan nuansa klasik ini ya.

3. Pasar Klitikan Niten Bantul, Yogyakarta.

foto: Instagram/@csasmita

Yogyakarta dikenal sebagai surga bagi kolektor barang antik. Di kota ini ada banyak tempat yang menjual barang-barang kuno bernilai tinggi. Pasar Klitikan Niten di Bantul menjadi salah satu sentra barang antik berkualitas. Walau barang-barang yang dijual merupakan benda kuno, namun masih berfungsi lho.

Beragam barang bekas juga ada di sini, mulai dari buku bekas, baju, hingga spare part motor dan ala-alat pertukangan. Ratusan pedagang yang ada di pasar ini biasanya mulai membuka lapaknya dari siang hingga malam hari.

4. Pasar Triwindu, Solo.

foto: Instagram/@estee.yuliarti

Jika mencari lokasi berfoto dengan latar belakang unik, pasar Triwindu yang ada di Solo ini tempatnya. Kendati dikenal sebagai surga harta karun buat yang gemar mengoleksi barang antik, kamu juga bisa menikmati suasana tempo dulu kawasan pasar ini dengan jepretan kamera.

Kamu bisa berjalan menyusuri lorong-lorong di pasar ini dan menemukan aneka macam koleksi barang kuno seperti lukisan, patung, juga perangkat elektronik jadul seperti gramafon, mesin jahit dan lain sebagainya.

Berbeda dengan pasar lainnya, di Triwindu ini segalanya terlihat serba rapi, nyaman, bersih serta tertata apik. Nggak heran pasar ini lantas menjadi tempat tujuan wisata belanja barang antik hingga menarik turis-turis macanegara.

Ada yang lebih unik nih Sobat Brilio. Tahu nggak sih, di Pasar Triwindu masih berlaku sistem barter lho. Kamu bisa menukar barang antik yang kamu punya dengan barang yang ditawarkan penjual, asalkan barang milikmu benar-benar menarik dan harganya sepadan dengan barang yang kamu inginkan.

5. Pasar Elektronik Braga, Bandung.

foto: jurnalbandung.com

Meski namanya pasar elektronik, di pasar ini kamu tidak hanya bisa menemukan barang elektronik tapi juga barang-barang antik. Lantai tiga Pasar Elektronik Cikapundung di Braga, Bandung ini semakin semarak karena menjadi pusat perdagangan barang seni dan antik. Kamu dengan mudah bisa menemukan barang antik buatan dalam dan luar negeri.

Di sini, kamu akan dibuat terkenang masa lalu dengan melihat barang-barang jadul yang dipajang di setiap toko. Buat kamu yang bisa menawar, jangan sia-siakan kemampuanmu dan dapatkan barang bagus dengan harga miring.

6. Pedagang di Jalan Surabaya, Jakarta Pusat.

foto: justgola.com

Jika kamu tengah mencari koleksi piringan hitam yang sudah langka, maka berkunjung ke pasar antik di Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat merupakan pilihan yang tepat.

Di pasar barang antik kawasan ini kamu dengan mudah bisa menemukan penjual yang memiliki koleksi piringan hitam tempo dulu. Seperti Pasar Triwindu di Solo, pasar yang sudah ada sejak tahun 1960-an ini juga sering dikunjungi para wisatawan mancanegara dari Belanda, Jepang, Inggris, hingga Austria.

Selain menjadi surga bagi pencinta piringan hitam, di kawasan ini kamu juga dengan mudah bisa menemukan ratusan kios yang menjual beragam barang antik yang didapatkan dari Pulau Jawa, Sumatera, Bali juga dari galangan kapal. Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta.

Kejelian dan kemampuan menawarmu dibutuhkan di sini. Eits, tak cuma menjadi pembeli, kamu juga bisa menjual barang antik yang kamu miliki ke pedagang yang ada.

7. Pasar Cinde, Palembang.

foto: Instagram/@agga_ab

Di Palembang juga ada satu pasar yang tak kalah menarik dan unik lho, yakni Pasar Cinde. Pasar ini merupakan surga bagi pemburu barang bekas.

Aneka perkakas jadul dijual para pedagang di sepanjang empat ruas jalan di sekitar bangunan utama Pasar Cinde. Barang antik apa pun bisa kamu temukan di sini, seperti kamera jadul, mesin ketik, juga guci.

Para pedagang barang jadul ini bisa kamu temukan mulai dari jam 3 dini hari hingga jam 9 pagi. Tapi waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada Minggu pagi, karena pedagang yang menggelar lapak lebih banyak dan kondisi pasar lebih ramai.

Nah, Sobat Brilio, itu tadi deretan pasar antik yang bisa kamu kunjungi di waktu senggang. Tentu masih banyak tempat lain yang asyik untuk menikmati suasa tempo dulu.

Kamu bisa lho sharing spot-spot mana aja yang bisa bangkitin kenangan lama bernuansa klasik. Caranya? Yuk, ikutan nulis pengalamanmu bareng teman-teman blusukan ke spot-spot vintage di Together Whatever melalui Brilio Creator. Nantinya tulisanmu bakal nongol di togetherwhatever.id lho. 

Penasaran apa itu Together Whatever? Kamu bisa langsung cek ke togetherwhatever.id dan temukan konten-konten keren seputar destinasi wisata atau tempat hangout lainnya yang asyik buat quality time bareng teman segeng.

Nggak cuma bakal dibaca orang lain, dengan ikutan nulis di Together Whatever melalui Brilio Creator ini kamu juga dapat kesempatan menangin hadiah! Buruan klik di sini, yuk!

 

(brl/tin)