Demi Tekan Angka Perceraian, Negara Ini Sampai Adakan Ujian Khusus Buat Pasangan yang Ingin Cerai

Posted on


Siapapun pasti hanya ingin menikah sekali seumur hidup. Tak ada juga pasangan suami istri yang ingin pernikahannya berakhir dengan perceraian. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa angka perceraian, baik di Indonesia atau secara global, tampaknya terus mengalami peningkatan. Bahkan pada tahun 2017-2018 ini, angka perceraian di Indonesia disebut sedang tinggi-tingginya. Penyebabnya pun sangat beragam, dari mulai faktor ekonomi, psikologis, sampai kurangnya ruang pengaduan masalah keluarga.

Meski tidak dianjurkan oleh semua ajaran agama dan menimbulkan banyak stigma negatif di masyarakat, perceraian tidak dilarang di Indonesia. Berbeda dengan peraturan di Vatikan maupun Filipina di mana perceraian itu ilegal alias benar-benar tidak bisa dilakukan. Nah walaupun tidak sepenuhnya dilarang seperti di Vatikan dan Filipina, ada cerita yang tidak kalah menarik tentang prosedur perceraian di Cina. Sebelum bercerai, tiap pasangan harus mengikuti ujian wajib. Hasil dari ujian tersebut akan menentukan apakah pasangan itu boleh atau tidak untuk bercerai.

Anehnya, pasangan itu justru tidak boleh bercerai kalau nilai ujiannya bagus! Kok bisa ya?! Yuk simak kisah selengkapnya bareng Hoopsbyjudy News & Feature!

Saking ‘desperate‘-nya pemerintah ingin menekan angka perceraian yang makin tinggi, peraturan ‘ujian cerai’ ini dilakukan di beberapa kota di Cina

Kantor registrasi perceraian yang makin banyak ‘pengunjungnya’ via blog.chinadaily.com.cn

Sebagaimana dilansir dari Business Insider, sejak tahun 2017 yang lalu, beberapa kota di Cina seperti Xi’an, Donghai County, dan Yibin County mulai menerapkan peraturan yang terbilang cukup unik ini. Pasangan yang ingin berpisah harus mengikuti ujian wajib tentang keluarga dan perceraian, sebelum diperbolehkan bercerai resmi secara hukum. Jadi, hasil ujian ini benar-benar akan menentukan apakah pasangan itu boleh bercerai atau tidak~

‘Ujian cerai’ ini terdiri dari 15 soal tentang kenangan selama menikah. Jika bisa menjawab lebih dari 60%, pasangan itu justru tidak bisa bercerai!

Jika masih bisa menjawab, pasangan itu dianggap masih punya harapan untuk berbaikan~ via www.youtube.com

Dua halaman soal ‘ujian cerai’ ini terdiri dari 15 soal. Nah 15 soal ini nantinya dibagi menjadi tiga sesi jawaban: isi titik-titik, jawaban singkat, dan esai. Udah berasa ujian nasional aja ya ada pembagian soal segala. Soal yang ditanyakan berhubungan dengan semua memori manis yang dimiliki pasangan selama menikah. Seperti tanggal anniversary sampai mungkin makanan favorit pasangan.

Jika bisa menjawab lebih dari 60%, pasangan itu tidak boleh bercerai karena dianggap masih memiliki harapan untuk rujuk. Wah tapi kalau begitu aturannya, jangan-jangan banyak pasangan yang curang ya. Meski tahu jawabannya, bisa jadi mereka akan sengaja menjawab salah supaya diperbolehkan bercerai.

Meski tidak lazim dan terdengar aneh, menurut survei, warga Cina justru setuju kalau cara ini mungkin bisa berhasil

Katanya semakin lama dan sulit prosedur cerai, makin banyak yang balikan via blog.chinadaily.com.cn

Menurut survei yang dilakukan China Youth Daily, 7 dari 10 responden setuju bahwa mempersulit prosedur perceraian justru bisa ‘menyelamatkan’ pernikahan di Cina. Makanya ‘ujian cerai’ ini dinilai bisa menjadi solusi untuk menekan angka perceraian di sana. Unik juga ya pendekatannya.

Tapi mungkin bukan karena prosedurnya sendiri tapi karena tipe-tipe soalnya yang bikin baper gitu. Pasangan yang tadinya sudah bulat ingin bercerai, dipaksa menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang kenangan manis yang dimiliki berdua. Jadi bimbang lagi deh~

Menurut kalian bisa nggak ya cara kayak gini diterapkan di Indonesia?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya