Deteksi Dini Kanker Kulit dengan ‘Sakuri’, Penyakit yang Renggut Nyawa Menantu Hatta Rajasa

Posted on


Featured Image

Akhir pekan lalu, sebuah berita duka datang dari keluarga Hatta Rajasa. Menantunya, Adara Taista, yang baru lima bulan dinikahi putranya, Rasyid Rajasa, meninggal dunia pada Sabtu (19/5). Mendiang Adara diketahui mengidap penyakit kanker kulit melanoma sejak awal tahun 2017 lalu. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Moriyama Memorial Tokyo, Jepang, Adara sempat menjalani pengobatan di Amerika Serikat.

Adara Taista meninggal karena kanker kulit melanoma via celebesnews.id

Nggak banyak orang yang tahu seperti apa bahayanya kanker kulit. Kanker ini lebih banyak dialami oleh orang berkulit putih karena kurangnya melanin atau pigmen yang melindungi kulit dari paparan sinar UV. Atau justru diderita oleh mereka yang terlalu sering terpapar sinar matahari. Penyebarannya pun tergolong lambat, sehingga sering sekali diabaikan.

Nah, salah satu pencegahan kanker kulit yang paling efektif adalah dengan melakukan deteksi dini. Jika pada kanker payudara, deteksi ini dikenal dengan istilah ‘Sadari’ atau periksa payudara sendiri, maka pada kanker kulit pun ada deteksi yang dikenal dengan ‘Sakuri’ atau periksa kulit sendiri. Sebagai tindak kewaspadaanmu terhadap kanker kulit yang mematikan ini, yuk bareng-bareng praktikkin metode super mudah ini.

1. Hampir sama dengan Sadari, Sakuri dilakukan dengan memeriksa kondisi kulit di seluruh tubuh untuk mengetahui bilamana ada hal yang mencurigakan

lakukan Sakuri secara rutin via coastalvalleydermatology.com

Kamu adalah orang pertama yang harus tahu adanya perbedaan atau perubahan yang terjadi di tubuhmu sendiri. Karenanya, penting sekali untuk melakukan Sakuri ini rutin setiap sebulan sekali. Caranya mudah:

  1. Siapkan kaca besar setinggi badan dan hairdryer, lepaskan semua pakaian, lalu mulailah langkah pemeriksaan dengan memerhatikan warna kulit, tahi lalat, bintik-bintik, jerawat, maupun gejala abnormal lainnya.
  2. Perhatikan bagian wajah dan kulit kepala. Gunakan hairdryer untuk membantumu memeriksa daerah kulit kepala.
  3. Angkat lengan ke atas, perhatikan bagian telapak tangan, jari-jari, sela-sela jari, dan lengan bawah. Kemudian bengkokkan lengan pada siku untuk memeriksa punggung tangan. Gunakan cermin untuk melihat area lengan bawah, siku dan ketiak.
  4. Perhatikan bagian depan tubuh, seperti leher dan daerah lipatan payudara. Selanjutnya bagian dada, perut, paha, kelamin dan tungkai bawah.
  5. Selanjutnya perhatikan bagian leher belakang, bahu, punggung, bokong dan kaki dengan posisi membelakangi cermin dan dengan bantuan cermin kecil.
  6. Dengan menggunakan dua bangku, dalam posisi duduk angkat satu tungkai ke bangku lainnya. Perhatikan bagian belakang tungkai mulai dari selangkangan sampai telapak kaki.
  7. Terakhir, perhatikan punggung kaki, jari, sela-sela jari kaki, dan telapak kaki dengan bantuan cermin kecil. Lakukan untuk sisi kaki sebelahnya.

2. Jika kamu menemukan tanda-tanda berupa tahi lalat atau bercak yang mencurigakan, coba deh deteksi dengan teknik ABCDE berikut ini

pakai teknik ABCDE via www.acs.org

Teknik ABCDE ini digunakan untuk mengetahui ciri-ciri tahi lalat atau bercak yang menunjukkan kanker kulit melanoma.

  • A = Asimetris. Bentuk melanoma umumnya asimetris jika dibandingkan dengan tahi lalat biasa.
  • B = Border. Pinggiran melanoma umunya berlekuk-lekuk atau nggak beraturan, bukan berbentuk bulat seperti tahi lalat normal.
  • Color. Warna melanoma merupakan gabungan dari dua warna atau lebih.
  • D = Diameter. Diameter melanoma umumnya lebih dari 6 mm, atau lebih besar dari kepala paku.
  • Envolve. Melanoma akan mengalami perubahan baik ukuran, bentuk dan warna. Seringkali disertai keluhan mudah berdarah.

3. Jangan lupa untuk mengecek riwayat kesehatan keluarga karena merupakan salah satu faktor risiko dari semua jenis kanker, termasuk kanker kulit

riwayat keluarga via m.startribune.com

Mengetahui riwayat keluarga, dalam hal ini riwayat kesehatan, penting dilakukan agar kamu lebih waspada jika memang ada salah satu anggota keluarga yang mengalami kanker. Riwayat keluarga adalah salah satu faktor risiko dari semua jenis kanker. Pada beberapa kanker, seperti kanker payudara, telah terbukti bahwa kanker ini dapat diturunkan ke generasi setelahnya. Makanya, kalau kamu tahu bagaimana riwayat kesehatan keluarga, hal ini bisa jadi bantuan ‘peringatan’ bagimu.

4. Lakukan pemeriksaan medis di dokter ahli untuk mendeteksi kanker secara akurat

periksa ke dokter via www.metrolinadermatology.com

Ada beberapa pemeriksaan medis yang harus dilakukan untuk pemeriksaan kanker kulit. Antara lain dokter akan memeriksa bentuk kelainan kulit terutama perubahan yang terjadi pada penampakan fisiknya. Dengan pemeriksaan ini, dokter akan menentukan apakah perubahan yang terjadi disebabkan oleh kanker atau penyakit lainnya. Selanjutnya, dokter akan melakukan biopsi kulit dengan memeriksa sampel jaringan kulit yang diambil melalui biopsi di laboratorium. Setelah diagnosis dilakukan, dokter akan menentukan tingkat keparahan kanker kulit yang diderita berdasarkan stadiumnya.

Jika kamu bingung pemeriksaan apa yang sebaiknya dilakukan untuk mendeteksi kanker, berkonsultasilah pada dokter. Dokter yang akan menganjurkan tipe pemeriksaan medis apa yang cocok untukmu dan kapan harus melakukannya.

Nah, selain beberapa pemeriksaan di atas, kamu pun bisa melakukan tindak pencegahan dengan menghindari paparan sinar matahari di waktu siang hari, menggunakan tabir surya, melindungi kulit dengan menggunakan pakaian yang menutupi badan serta berhati-hati dalam menggunakan obat yang punya efek samping untuk kulit. Dan yang paling penting, segera kunjungi dokter tanpa berpikir dua kali kalau kamu menemukan adanya perubahan di kulitmu, ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya