Dua Turis yang Melecehkan Makam Toraja Akhirnya Minta Maaf. Begini Hukuman Adat Untuk Mereka!

Posted on

Hukuman Adat Buat Turis di Toraja

Masih ingatkah kamu semua dengan foto yang viral pekan lalu ketika dua turis berpose sembarangan di Kete Kesu, Tana Toraja. Dua turis cowok dan cewek ini melakukan tindakan yang tidak terpuji dengan berpose seperti menginjak tengkorak dan seolah bermain gitar dengan tulang di makam Toraja. Kejadian ini sangat viral di media sosial dan kemudian membuat warga Toraja tersinggung karena tulang-tulang leluhur tersebut sangat sakral dan dihormati di Toraja.

Selang beberapa hari, dua orang yang bernama Randy dan Rezki itu kemudian diciduk oleh polisi. Mereka berdua mengakui perbuatannya dan statusnya masih sebagai saksi. Mereka pun dibawa ke Kete Kesu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dianggap menyalahi adat dan tata krama di Toraja.

BACA Juga :   Demi sang kakek, remaja buat aplikasi keren tapi endingnya bikin mewek

Jika kamu belum tahu beritanya, nih Hipwee Travel tunjukkan lagi foto mereka yang diposting di akun @infobedaeng di mana mereka menggunakan tulang belulang sebagai mainan

norak banget via travel.detik.com

Dua orang muda mudi ini melakukan tindakan yang memalukan di sebuah makam di Kete Kesu, Toraja. Satu dari mereka berfoto dengan tulang belulang seolah main gitar. Lalu mereka berdua foto dengan tengkorak dengan pose seolah menginjak. Mereka mungkin tidak sadar bahwa arwah maupun tulang belulang leluhur Toraja adalah sesuatu yang sakral dan sangat dihormati di sana. Postingan ini pun viral setelah masuk di instagram @infobadaeng minggu lalu. Lalu respon netizen pun bisa diduga, dua orang ini jadi obyek bully dan caci maki.

BACA Juga :   Meski Air Putih Baik Bagi Kesehatan Orang Dewasa, Tapi Nggak Baik Lho Buat Bayi. Ini 5 Alasannya

Diciduk di Maluku Utara, kedua muda mudi inipun dibawa ke Toraja untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka menyesal dan meminta maaf atas kejadian konyol tersebut

diciduk polisi via phinemo.com

Kedua turis ini ternyata berasal dari Maluku Utara. Mereka pun diciduk oleh kepolisian Maluku Utara lalu kemudian dibawa ke Polda Sulsel di Makassar. Di Makassar, mereka diperiksa masih sebagai saksi. Mereka bisa terancam hukum pidana tentang cagar budaya dan hukum adat sekaligus. Benar bahwa Randy dan Rezky mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf kepada pengelola Kete Kesu Toraja. Lalu kemudian mereka diantarkan ke Toraja untuk meminta maaf. Didampingi keluarga dari Maluku dan pihak kepolisian Polres Tana Toraja, dua pelaku ini meminta maaf kepada Yayasan Kete Kesu, pemerhati budaya dan masyarakat Toraja. Mereka pun dimaafkan setelah mendapat hukuman adat.