Fenomena Langka yang Luar Biasa, Pantai di AS Ini Menyala Biru Terang. Di Indonesia Juga Pernah Ada

Posted on


Jika kebanyakan orang hanya akan menikmati pemandangan pantai dengan suara ombaknya yang berdesir disertai hembusan angin laut, maka lain halnya yang terjadi di California, Amerika Serikat. Sejak Rabu (9/5/2018), hamparan pantai Torrey Pines, San Diego, California, AS dihiasi pemandangan yang menakjubkan. Tak hanya sekadar desiran ombak biasa, namun ombak di bentangan garis pantai sepanjang hampir 4 kilo itu memancarkan cahaya biru neon yang berkilauan pada malam hari.

Tentu saja fenomena ini bukanlah dibuat-buat, melainkan merupakan fenomena alam yang sangat langka dan nggak bisa diprediksi kapan bisa terjadi dan berakhirnya. Apa sih sebenarnya yang menyebabkan pancaran biru neon di lautan California ini? Hoopsbyjudy News & Feature sudah suguhkan foto-foto keren plus rangkuman informasinya khusus buatmu.

1. Fenomena langka yang nggak pasti kapan terjadinya ini dijuluki sebagai red tide alias pasang merah

Berwarna kemerahan kalau siang hari via lifeformsblog.blogspot.co.id

Kenapa pasang merah? Padahal yang terlihat warnanya adalah biru neon cerah? Hal ini karena pada siang hari, air laut akan berwarna merah atau cokelat, baru saat malam hari ombak akan memancarkan cahaya warna biru neon terang yang berkilauan.

2. Menurut Michael Latz dari Scripps Institute of Oceanography University of California, red tide disebabkan oleh tingginya konsentrasi organisme akuatik kecil yang disebut Dinoflagellata

Dinoflagellata via www.proprofs.com

Dinoflagellata termasuk ke dalam golongan alga seperti Lingulodinium polyedra yang terkenal dengan sifat bioluminescence-nya. Bioluminescence adalah emisi biokimia cahaya oleh organisme hidup.

3. Dr James M Sullivan, seorang peneliti bioluminescent di Harbor Branch Oceanographic Institute mengatakan bahwa populasi Dinoflagellata akan meledak jika didukung dengan kondisi yang tepat

Populasinya bisa meledak jika didukung kondisi yang tepat via www.simplemost.com

Dinoflagellata pada dasarnya adalah tanaman kecil yang bisa berenang. Mereka memerlukan nutrisi, cahaya, dan panas untuk berkembang. Nah, jika kondisinya tepat, populasi Dinoflagellata bisa meledak seperti yang terjadi di lautan California.

4. Dinoflagellata ini mengandung enzim protein yang bisa menciptakan kilatan cahaya fluorescent sebagai senjata untuk mengecoh predator yang akan memangsanya

Punya kandungan protein yang bisa memancarkan fluorescent via id.pinterest.com

5. Lebih dari itu, koloni alga yang tumbuh tak terkendali ini pun bisa menghasilkan racun berbahaya yang dapat mengancam ikan dan kehidupan laut lainnya

Ngeluarin racun juga via www.instagram.com

Koloni alga yang membahayakan kelangsungan hidup makhluk lain ini sering disebut dengan istilah harmful algal bloom (HAB).

6. Zat lain yang lebih berbahaya yang bisa diproduksi oleh Dinoflagellata adalah asam domoic yang sifatnya beracun bagi mamalia dan burung laut bahkan manusia

Asam domoic yang sangat beracun via www.adn.com

Asam domoic memiliki toleransi tinggi pada air yang memiliki kadar garam yang tinggi maupun rendah. Tapi cenderung melimpah di daerah dengan arus batas timur yang terdapat semburan air dalam yang naik ke permukaan laut. Nah, California sendiri termasuk ke dalam zona arus batas timur.

7. Salah satu fenomena red tide yang yang dikenal merugikan adalah kemunculannya di Pantai Teluk Florida yang membunuh ikan dan kerang terpapar racun, juga menyebabkan batuk dan iritasi akibat racunnya yang terhembus angin

Ikan-ikan terdampar dan mati akibat racun red tide via warriorpublications.wordpress.com

8. Meski begitu, nggak semua red tide berbahaya. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menyatakan bahwa kebanyakan red tide bermanfaat bagi hewan laut karena menumbuhkan tanaman kecil sebagai sumber makanan

Beberapa menguntungakn ekosistem laut via time.com

9. Sebelumnya, dilaporkan bahwa red tide pernah muncul di California pada tahun 2011 selama satu bulan dan di tahun 2013 selama sepekan

Sebelumnya pernah terjadi di tahun 2011 dan 2013 via blog.thecheaproute.com

10. Para ilmuwan di National Ocean Service sendiri telah memantau dan memelajari fenomena langka ini selama beberapa tahun untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya red tide

Sudah diteliti sejak lama via www.auburn.edu

Selain sebagai bahan kajian, tujuan dipantau dan dipelajarinya fenomena ini tentu saja untuk memberikan peringatan kepada masyarakat. Harapannya agar mereka bisa merencanakan dampak kesehatan maupun lingkungan yang buruk jika sewaktu-waktu red tide ini muncul kembali.

11. Di Indonesia sendiri, fenomena red tide tercatat terjadi hampir rutin tiap dua tahun sekali, mulai dari Teluk Jakarta, Selat Bali, teluk Ambon, NTT, Cirebon, Indramayu, Teluk Lampung, dan lokasi-lokasi lainnya

Lautan Indonesia pernah mengalami via yopiefranz.com

12. Tindak pencemaran laut diduga menjadi salah satu penyebab yang memberikan peluang cukup besar untuk mendukung terjadinya red tide

Pencemaran laut jadi salah satu pemicunya via www.netralnews.com

Nggak nyangka ya, di balik takjubnya pemandangan yang dihasilkan dari red tide ini rupanya menyimpan bahaya racun yang mematikan. Perlu kita ketahui bahwa fenomena ini bukanlah fenomena biasa dan sudah seharusnya menjadi perhatian serius. Menjaga ekosistem laut dengan menjaga kebersihan maupun meminimalisir pembuangan sampah atau limbah akan menjaga kondisi laut tetap stabil sehingga menghambat kemunculan HAB. Mari jaga perairan laut kita sebaik-baik kita menikmatinya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya