Hampir sebulan ditinggal Chef Harada, putrinya putuskan untuk berhijab

Posted on

Brilio.net – Kepergian Chef Harada untuk selama-lamanya meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi orang-orang terdekatnya. Terutama bagi sang putri, Ayumi Harada. Diketahui semasa hidupnya, pemilik nama lengkap Muhammad Hiromitsu Harada ini merupakan sosok penyayang dan sangat dekat dengan putrinya.

Momen keakraban keduanya kerap dibagikan oleh Ayumi pada akun Instagram miliknya @ayummyy426. Sang ayah menghembuskan nafas terakhirnya pada 19 Maret 2018 kemarin, di usianya yang ke-56 tahun setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Hampir sebulan ditinggal pergi oleh sang ayah tercinta, kini Ayumi terlihat merubah penampilannya. Jika biasanya Ayumi kerap tampil dengan membiarkan rambut indahnya tergerai, baru-baru ini ia memilih untuk menutup kepalanya dengan hijab.

Hal ini seperti terlihat dari foto yang diunggahnya di akun Instagramnya pada Selasa (3/4) kemarin. Dalam unggahannya tersebut menunjukkan Ayumi yang berwafoto di sebuah kaca kamar mandi dan semakin terlihat cantik dengan hijab yang menutupi kepala dan dadanya.

 

Saya masih banyak kekurangan. ilmu dan ibadah saya masih sangat kurang. mengenal tentang agama sayapun, masih perlu banyak belajar. tolong untuk tidak dibandingkan dengan kalian yang sudah jauh lebih mengenal agama saya. insyaallah saya akan siap dengan apa yg saya pilih. . sebelumnya, saya berpikir berulang ulang kali sebelum saya memilih. “yakin saya akan memakainya? apakah tdk akan saya lepas di tengah perjalanan hidup saya?” “saya akan menikah dan menetap di negara dimana banyak orang tdk mengenal agama saya.” “gimana nanti anak saya akan dibully karena ibu nya berbeda dengan ibu teman teman nya” “apakah mereka akan menerima saya” . seperti nya hal itu tidak akan terjawab sebelum saya akan mencoba terlebih dahulu. dan mengapa saya harus kawatir tentang hal itu??seharusnya tidak ya ?? hidup ini adalah hidup saya, kami yg akan menjalani dan kami mempunyai kepercayaan masing masing dan cara masing masing. . saya ingin mencoba berubah bukan karena siapa siapa, bukan karena Papa, bukan karena nasehat orang lain juga. tapi saya ingin berubah untuk diri saya sendiri. bukan hanya mempunyai status agama Islam tapi saya tidak mengenal islam. . jujur, saya merasa malu. karena saya tidak tau bagaimana caranya mendoakan orangtua. benar-benar saya merasa malu. saat ada keinginan saja saya ingat Allah. saat kesusahan saja saya menyebut nama Allah. saya menyesali hal itu. . dan saat ini adalah dimana hati saya masih rapuh dan masih sangat berduka.saya sedih, sakit dan menangis setiap saya mengingat papa. sangat sensitif dan sangat emosional. banyak orang menasehati saya untuk berdoa untuk papa. karena doa anak yang papa perlu sekarang. meskipun sekarang masih perlu bantuan mama untuk didamping sholat. insyaallah doa saya sampai ke papa dan diterima oleh Allah. . Pagi ini saya memutuskan untuk berkerudung. saya menangis melihat cermin. karena berbeda dengan saya yang sebelum nya. insyaallah ini yang terbaik untuk saya sekarang dan kedepan nya. Amin. . dan saya jauh lebih cantik ??? HEHE Bercanda kok . tapi tolong dimengerti, saya pasti akan banyak terkejut, bingung dan susah akan menerima dan tidak bisa menerima. karena saya baru belajar.??

A post shared by Ayumi Harada (@ayummyy426) on

 

BACA Juga :   9 Gaun indah ini terbuat dari bekas surat kabar, detailnya keren parah

“Saya masih banyak kekurangan.
ilmu dan ibadah saya masih sangat kurang.
mengenal tentang agama sayapun, masih perlu banyak belajar.
tolong untuk tidak dibandingkan dengan kalian yang sudah jauh lebih mengenal agama saya.
insyaallah saya akan siap dengan apa yg saya pilih.

sebelumnya,
saya berpikir berulang ulang kali sebelum saya memilih. “yakin saya akan memakainya? apakah tdk akan saya lepas di tengah perjalanan hidup saya?” “saya akan menikah dan menetap di negara dimana banyak orang tdk mengenal agama saya.” “gimana nanti anak saya akan dibully karena ibu nya berbeda dengan ibu teman teman nya” “apakah mereka akan menerima saya”

seperti nya hal itu tidak akan terjawab sebelum saya akan mencoba terlebih dahulu. dan mengapa saya harus kawatir tentang hal itu??seharusnya tidak ya ??
hidup ini adalah hidup saya, kami yg akan menjalani dan kami mempunyai kepercayaan masing masing dan cara masing masing.

saya ingin mencoba berubah bukan karena siapa siapa, bukan karena Papa, bukan karena nasehat orang lain juga. tapi saya ingin berubah untuk diri saya sendiri. bukan hanya mempunyai status agama Islam tapi saya tidak mengenal islam.