Hotel Merapi Merbabu: Menengok Gunung Merapi dari Penjuru Paling Urban Yogyakarta

Posted on

review hotel merapi-merbabu yogyakarta

Sepanjang kamu tak ambil pusing dengan perkara desain atau konsep visual interior ruangan, hotel ini adalah pilihan aman sesuai harganya. Ditunjang lagi dengan lokasi strategis untuk menikmati gairah kehidupan urban di Yogyakarta.

.

Pertanyaan “mau main ke mana aja?” tatkala berwisata bisa sama problematiknya dengan pertanyaan “mau menginap di mana ya?” untuk dijawab. Apalagi untuk sejumlah kota besar seperti Bali, Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, pilihan hotel dan tempat menginap lainnya semakin melimpah. Dan ngaku aja deh, budget menginap pastilah tidak sedikit, sehingga terlalu berisiko untuk dibuat sebagai ajang coba-coba. Karenanya, akan sangat gregetan kalau sampai salah pilih.

Hipwee mencoba merespons kebutuhan itu dengan menghadirkan rubrik anyar berupa review atau ulasan hotel. Kami percaya perkara “menginap” sedemikian pentingnya sebagai bagian dalam sebuah perjalanan itu sendiri. Masalahnya, memilih hotel di zaman sekarang tidak sesederhana urusan kesesuaian bintang dan harga. Masing-masing hotel menawarkan keunggulan-keunggulannya tersendiri. Banyak variabel dan aspek-aspek yang mesti diperhitungkan. Rasanya perlu untuk mencari referensi dan testimoni sebanyak-banyaknya dari mantan pengunjungnya dulu sebelum menentukan pilihan. Makanya, Hipwee akan mulai melawat dari satu hotel ke hotel lainnya untuk menulis kisah-kisah pengalaman menginap yang nantinya dibagikan ke kamu semua.

BACA Juga :   5 Potret Mavia Malik, transgender pembaca berita pertama di dunia

Di edisi pertama ini, Hipwee memilih Merapi Merbabu, sebuah hotel bintang empat dari Yogyakarta yang menyuguhkan perpaduan antara nuansa modern dan tradisional Jawa. Coba dikantungi dulu artikel ini kalau kamu berniat main-main ke Yogyakarta!

Pertama-tama, bisa dibilang Merapi Merbabu ini salah satu hotel dengan lokasi terbaik jika kamu memang mengincar pusat keramaian anak muda perkotaan Jogja

letak strategis hotel merapi merbabu via www.pegipegi.com

Saya kadang suka bergurau dan mengatakan bahwa wilayah Seturan adalah Las Vegas-nya Jogja. Tentu tak serta merta ada kasino, rumah bordil mewah, atau botol-botol alkohol bebas berserakan di sana, tapi memang dalam beberapa tahun terakhir ini Seturan berkembang signifikan sebagai magnet kawula muda. Salah besar jika kamu masih berpikir bahwa anak muda Jogja melulu nongkrongnya di Malioboro. Jika Malioboro dan kawasan Jogja bagian selatan lebih kental dengan atmosfer seni-budayanya, maka Seturan lebih akrab dengan nuansa urban. Dekat dengan beberapa kampus, sehingga menjadi medan tongkrongan bagi mahasiswa-mahasiswi. Ada beragam tempat hiburan seperti kafe dan tempat karaoke, warung makan beragam rupa, minimarket (ini indikator penting seberapa gaul sebuah kawasan!) dan sebagainya. Seturan juga merupakan pusat keramaian yang berada di bagian timur Jogja, yang artinya paling dekat dengan bandara.

BACA Juga :   Hanya dari batu sungai disulap jadi 10 karya yang tak diduga, keren

Nah, Hotel Merapi Merbabu adalah salah satu dari tiga hotel besar di Jalan Seturan. Lebih spesifik lagi, Merapi Merbabu adalah yang paling strategis. Letaknya persis di titik keramaian. Semalas-malasnya kamu berjalan kaki, begitu kamu melangkah keluar dari area hotel sudah langsung disambut gemerlap Jogja kok. Bahkan, seberang persis hotel ini adalah Terrace Café & Karaoke, sebuah klub malam yang menyiapkan pesta dan hiburan malam sampai pagi, wadaw. Pun kalau tidak berminat dengan kesemarakan yang semacam itu, kamu tinggal menyisiri jalan di kanan kiri saja, sambil jajan-jajan makanan kecil atau warung kaki lima dengan ragam pilihan.

Untuk hotelnya sendiri memang punya kemewahan di skala bintang empat, sayangnya konsep interiornya kurang harmonis

Begitu masuk hotel, kelihatan kalau nuansa interior yang coba ditawarkan adalah kombinasi antara gaya modern dan tradisional. Terlalu berseberangan serta sudah sulit dibayangkan sejak dalam konsep sih, dan benar saja, hotel ini beneran agak kepayahan mewujudkannya. Sejumlah perabotan atau furnitur kurang punya kesesuaian secara visual satu sama lain, seperti sofa bergaya minimalis yang kontemporer harus bersanding dengan patung etnik, gambar-gambar wayang, ornamen kayu, dan lukisan gunung merapi besar. Lalu dalam perjalanan menuju kamar tiba-tiba ada lift bercorak batik. Kita seperti berada di dua dunia yang tidak terpadupadankan, dan mentah ditabrakkan saja.

BACA Juga :   10 Pesona Tasya Kamila berbalut gaun simpel yang terlihat elegan

Mengingat banyak hotel yang mulai serius menggarap segala sisi visual interior-eksteriornya, ini jadi pekerjaan rumah terbesar Merapi Merbabu sih, walau kalau perkara bersih dan rapinya sudah terjamin. Hanya saja, mungkin ini bisa jadi soal untuk kamu yang peka dan kritis sekali dengan sisi artistik tampilan ruangan untuk foto-foto misalnya. Apalagi  hotel ini lokasinya justru di kawasan anak muda.