Ibu ini lahirkan bayinya tanpa bantuan, cukup lihat tutorial YouTube

Posted on


Hoopsbyhudy.com – Memiliki buah hati merupakan impian setiap pasangan yang telah menikah. Seorang ibu yang tengah mengandung tentu mempersiapkan segala kebutuhan sang anak, sebelumnya seorang ibu juga mempersiapkan mental jelang kelahiran. Mencari rumah sakit dan dokter terbaik untuk melahirkan sang buah hati.

Bahkan banyak metode melahirkan yang saat ini sedang tren. Dengan biaya yang cukup mahal mereka rela merogoh kocek dalam demi mendapatkan persalinan yang terbaik.

Namun berbeda halnya dengan ibu yang satu ini. Tanpa bantuan tim medis, ibu muda ini melahirkan anaknya hanya berbekal video di YouTube, bahkan kisahnya ini menjadi perbincangan dunia di sosial media

Dilansir dari USA Today, Jumat (4/4) seorang perempuan bernama Tia Freeman baru saja melahirkan seorang putra bernama Xavier pada 7 Maret lalu. Ia melahirkan sang anak di sebuah kamar hotel di Turki dengan berbekal video Youtube, artikel wikiHow, handuk, tali sepatu, teko, cangkir, dan pisau saku. Bahkan proses persalinannya dia ceritakan di Twitter.

Dalam akunnya itu, ia menceritakan pada Januari lalu Freeman yang merupakan seorang anggota Pengawal Nasional Air mengetahui bahwa dirinya hamil dan dia baru mengetahui saat dirinya sudah di trimester ketiganya. Dia sudah memesan liburan dua minggu dengan teman-teman di Stuutgaart, Jerman. Tetapi, dia memutuskan selama bayi itu tidak lahir lebih awal, dia seharusnya baik-baik saja pergi ke luar negeri.

Singkat cerita, pada Maret lalu Freeman melakukan perjalanan dengan pesawat terbang. Di penerbangan Atlanta ke Istanbul pada awal Maret, dia pikir itu adalah keracunan makanan dari salmon yang dia makan di pesawat. Ya, Freeman mengalami kram yang cukup buruk ketika menunggu di garis pabean dan ketika dia bersiap untuk singgah selama 17 jam di Istanbul.

Rasa mual berlebih dan kondisi tubuh yang tidak nyaman membuat dia mencari penjelasan lewat online untuk tanda-tanda persalinan. Sebab, Freeman juga berpikir bahwa apa yang dia rasakan merupakan rasa sakit karena keracunan makanan. Namun, tanda Itu menjadi jelas begitu dia masuk ke hotel Wow di Istanbul, di mana dia merasakan ingin melahirkan putranya dan sekitar 30 hingga 45 menit kemudian, Freeman melahirkan!

Dia tidak menelepon pihak medis karena berbagai alasan, antara lain Freeman berpikir bahwa bayinya tidak akan dilahirkan di waktu dekat, dia takut tidak ada yang bisa berbicara bahasa Inggris, dan dia tidak tahu bagaimana cara mempergunakan asuransi di negara asing.

“Saya tidak tahu apa nomor darurat negara itu, tetapi saat saya sadar dari kepanikan, sebetulnya saya bisa mencari itu di Google,” katanya.

Berlanjut ke proses persalinan, di dalam kamarnya, ia mencari di Google “Cara melahirkan bayi” dan menemukan panduan video. Step by stel pun dilakukan Freeman percis seperti apa yang ditampilkan di YouTube.

Pada saat dia mengisi bak mandi setengah dengan air dan berbaring, punggungnya di dinding kamar mandi, dia merasa bahwa Xavier, nama putranya, sedang dalam perjalanan menuju dunia. Freeman mengatakan dia mendorong hanya lima atau enam kali sebelum bayi itu keluar dan dengan cepat melayang ke permukaan. Setelah bayi lahir, yang diperhatikan pertama kali oleh Freeman adalah alat kelamin!

Namun, plasenta masih ada di dalam dirinya, tali pusar menggantung. Jadi, sekali lagi Freeman menggunakan panduan internet bagaimana mengatasi masalah itu. Lalu dia mendapatkan jawaban untuk memijat plasenta dengan menggosok panggulnya. Akhirnya putus.

Dia kemudian Googling “Cara memotong tali pusat” dan menemukan artikel wikiHow yang menurutnya bermanfaat yang meminta klem dan gunting, dua hal yang tidak dia miliki. Dia menggunakan teko kamar hotel untuk merebus air dan mensterilkan tali sepatu dan pisau sakunya dalam cangkir. Saat Xavier diletakkan di handuk di meja kamar mandi, dia mengikat dua titik tali untuk memotong cairan, dan memotong dengan pisau.

“Dia cukup tenang bahkan sejak awal kecuali ketika dia pertama kali dilahirkan,” katanya tentang Xavier yang sekarang berusia tujuh minggu. “Aku hanya mengada-ada saat aku mengikuti semua proses persalinannya,” sambung Freeman.

Setelah ini, dia memberinya ASI sambil duduk di meja kamar. Dia kemudian menempatkan Xavier di tempat tidur dan membersihkan kamar mandi, yang digambarkannya sebagai “sekumpulan film horor.”

Karena kelelahan, Freeman tidur bersama Xavier. Keesokan paginya, dia dan Xavier kembali ke bandara. Setelah belajar Freeman melahirkan malam sebelumnya, pegawai bandara dan petugas polisi yang terkejut memanggil perawat dan dokter untuk memeriksanya dan menentukan apakah dia memang memiliki bayi.

Saat menunggu untuk pergi ke Kedutaan Besar AS, staf bandara menyarankan agar dia memberi Xavier nama tengah Turki sejak dia lahir di sana. Mereka menyarankan Ata, yang kata Freeman berarti “hadiah.”

Xavier Ata Freeman dan ibunya kemudian dibawa ke Kedutaan Besar AS, tempat dia mengajukan paspor Xavier dan akte kelahiran AS, yang dia posting di Twitter.

Dia akhirnya berhasil sampai ke rumah sakit setempat, di mana baik bayi dan ibu ditemukan baik-baik saja. Dokter menyarankan Freeman untuk tidak terbang dengan Xavier sampai dia berusia setidaknya dua minggu. Freeman mengatakan Turkish Airlines menawarkan untuk membayarnya selama dua minggu ke depan.

Maskapai dan Bandara Ataturk tidak menanggapi permintaan USA TODAY untuk komentar. Departemen Luar Negeri AS, dalam sebuah pernyataan, mengkonfirmasi anak-anak yang lahir di luar negeri untuk warga negara AS dapat diberikan kewarganegaraan. Agensi menyatakan tidak akan memberikan informasi lebih lanjut, karena pertimbangan privasi.

Freeman mengatakan dia tidak pernah memberi tahu keluarga atau teman-temannya bahwa dia hamil dan telah bekerja di luar rumah pada bulan-bulan terakhir kehamilannya. Jadi, faktanya dia hamil, apalagi melahirkan seperti yang dia lakukan adalah kejutan.

(brl/del)