Ini beda kental manis, susu segar, susu UHT dan susu pasteurisasi

Posted on

Brilio.net – Siapa saja pasti setuju kalau susu merupakan salah satu minuman dengan kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Susu dapat dinikmati oleh siapa saja, tidak peduli berapa usianya. Bahkan sejak lahir hingga lansia, susu sudah menjadi bagian penting dalam hidup manusia.

Saat ini olahan susu sudah memiliki beragam jenis dan bentuk. Sebut saja susu bubuk dan susu cair. Tidak hanya beragam, kamu juga bisa menikmati olahan susu dengan berbagai cara. Seperti yogurt, es krim, keju atau menjadi bahan campuran kuliner lainnya.

Nah, umumnya banyak orang gemar susu cair dan kental manis. Namun jika kamu perhatikan, susu cair saja masih terbagi dalam tiga jenis yaitu susu segar, susu UHT dan susu pasteurisasi. Lalu apa sih beda dari ke empat jenis cairan bergizi yang umumnya berwarna putih ini?

BACA Juga :   15 Kreasi makanan vegan ini menggiurkan, bikin lapar terus

Dilansir dari berbagai sumber, Selasa (20/3), brilio.net telah merangkum perbedaan yang dimiliki kental manis, susu segar, UHT dan pasteurisasi.

1. Susu kental manis.

foto: cocinadelirante.com

Kental manis sempat bikin heboh perbincangan publik. Pasalnya jenis minuman ini dilarang dikonsumsi oleh bayi di bawah satu tahun karena dinilai bukan termasuk kategori susu. Hal ini lantaran kandungan gulanya yang begitu tinggi dan rendah nutrisi. Namun hal tersebut kemudian dibantah oleh BPPOM. Sebab, secara karakteristik dasar dan kandungan teknis, kental manis termasuk kategori susu. Penambahan gula juga digunakan untuk mencegah kerusakan produk, karena sifat gula sebagai senyawa yang dapat mengawetkan produk.

2. Susu segar.

BACA Juga :   15 Kreasi makanan vegan ini menggiurkan, bikin lapar terus

foto: janeshealthykitchen.com

Berbeda halnya dengan kental manis, susu segar merupakan produk susu yang langsung diperoleh dari hasil pemerahan susu sapi. Proses pembuatan susu jenis ini paling sederhan dibanding dengan produk susu lainnya. Setelah susu sapi diperah, cairan susu akan disaring untuk menghilangkan kotoran. Kemudian susu segar tradisional akan dipanaskan selama sekitar 5 menit dalam suhu sekitar 70 derajat celcius, sambil diaduk terus menerus agar emulsinya tidak pecah.