Jadi sorotan, 3 pidato Prabowo Subianto ini pernah menuai kontroversi

Posted on


Brilio.net – Nama Prabowo Subianto Djojohadikusumo memang sudah tak asing di telinga masyarakat Indonesia. Ketua Umum Partai Gerindra itu pernah mencalonkan diri sebagai Presiden Republik Indonesia pada periode 2014 – 2019 lalu.

Sering muncul di muka publik, beberapa pidato Prabowo Subianto beberapa kali menuai pro & kontra. Terbaru, mantan suami Titiek Soeharto itu menyebut Indonesia bakal bubar di tahun 2030.

Dikutip brilio.net dari berbagai sumber, Kamis (22/3), berikut adalah kumpulan beberapa pidato Prabowo yang sempat menjadi sorotan publik.

1. Cara menjarah santun ala Prabowo.

foto: Merdeka

Pidato Prabowo jelang pilpres pada 9 Juli 2014 ini juga menuai kontra. Pidato yang diunggah dalam video berdurasi 2 menit melalui akun jejaring sosial video, YouTube ini pun menjelaskan bagaimana Prabowo memberi cara untuk merampok tetangga yang sedang kesusahan.

“Bapak ibu kita kalau mengajarkan kita, Nak belajar yang baik, jadi orang yang baik, kalau besar jadi orang baik membantu orang, membantu tetangga. Kalau strategi tidak begitu, kalau perlu kau rampok tetanggamu yang sedang kesusahan,” ungkap Prabowo dalam video tersebut.

2. Prabowo dan mahar politik senilai Rp 300 miliar.

foto: YouTube

Pidato yang disampaikan Prabowo Subianto di Pondok Pesantren Modern Al Islah, Bondowoso, Jawa Timur ini juga mengundang perbincangan publik. Kutipan pidato berdurasi 03 menit 16 detik itu beberapa penggalan kalimat Prabowo dinilai terlalu berani sebagai negarawan.

Prabowo pun menjelaskan, “Untuk jadi Gubernur itu, saya akan tanya, ente punya uang berapa, kalau Rp 300 miliar itu mah paket hemat.”

3. Indonesia akan bubar di tahun 2030.

foto: Merdeka

Kali ini pidato Prabowo yang sempat viral beberapa waktu lalu adalah yang membahas tentang Indonesia tidak ada lagi di tahun 2030 saat dirinya menghadiri pidato bertemu Kader Gerindra di Sentul, Bogor.

Dalam sebuah video yang beredar berdurasi pendek ini, terdengar penggalan kalimat Prabowo menjelaskan, “Saudara-saudara, kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.”

(brl/ton)