Katanya Anaknya Disandera dan Butuh Tebusan, eh ternyata Bohongan, Yuk Waspada Penipuan Modus Begini

Posted on


Modus penipuan lewat telepon yang memberi teror perampokan dan pembunuhan palsu

Nggak cuma teknologi yang berkembang pesat sejalan dengan berkembangnya zaman, aksi kejahatan pun kian marak dengan beragam modus yang bikin geleng-geleng kepala. Salah satu yang kerap terjadi adalah penipuan. Kalau modus ‘mama minta pulsa’ atau ‘papa minta pulsa’ bisa dibilang paling ‘bodoh’ dan bikin kesal, kali ini modus penipuan berkedok ancaman perampokan dan pembunuhan via telepon tengah meresahkan warga.

Seperti salah satu cerita yang jadi sorotan di Facebook ini. Sang korban yang berasal dari Medan dibikin gemetar oleh ancaman dari telepon asing yang diterimanya di sepertiga malam. Agar kamu nggak jadi korban selanjutnya, simak pembahasan Hoopsbyjudy News & Feature berikut.

Kejadian ini dialami oleh korban tepat seminggu yang lalu dan sempat dibagikan dalam akun Facebook-nya yang bernama Dayan Yerim Zevince Lumbanraja

korban mendapatkan teror sekitar pukul 3 dini hari via www.facebook.com

Akun Facebook yang membagikan kisah ini tak lain adalah korban aksi penipuan itu sendiri. Diceritakan bahwa dirinya mendapatkan telepon pada pukul 03.18 dari orang tak dikenal. Sontak korban langsung mengangkat telepon asing tersebut mengira ada sesuatu hal yang penting lantaran berdering di jam-jam di mana orang masih beristirahat. Setelah diangkat, korban mendengar suara yang mirip suara anaknya yang mengabarkan bahwa dirinya tengah dirampok sambil menangis. Kebetulan anak korban baru saja pindah indekos.

Suara yang mirip anaknya tersebut mengeluh dirampok dan disandera di suatu tempat yang nggak diketahui keberadaannya

percakapan singkat korban dengan suara yang mirip anaknya dalam telepon via www.facebook.com

Di dalam telepon, suara yang mirip anak korban tersebut menangis dan menceritakan kejadian yang ia alami. Ia mengaku semua kepemilikannya dirampok dan ia ditawan dengan mata tertutup. Korban pun menjawab keresahannya sambil lemas dan gemetar. Suara yang mirip anaknya tersebut juga mengaku sudah diincar sang perampok sejak lama.

Korban sempat menutup teleponnya karena curiga suara yang mirip anaknya tersebut nggak menjawabnya dengan bahasa Batak

korban mendapat ancaman bahwa anaknya bakal dibunuh via www.facebook.com

Saking khawatirnya, korban tanpa sadar mengajak bicara suara yang mirip anaknya itu dengan bahasa Batak. Namun, dijawab suara tersebut dengan berkelit dan malah memberikan teleponnya pada si penjahat. Sementara korban masih terus mencoba mengajak ngobrol dengan bahasa Batak. Karena nggak ngerti apa yang dibicarakan, si penjahat mulai mengancam. Dari sini korban menutup telepon karena merasa curiga si anak nggak membalas percakapan dengan bahasa Batak. Tak lama setelah telepon berikutnya nggak kunjung diangkat, si penjahat mengirimkan pesan ancaman untuk membunuh anak korban.

Setelah mendapatkan konfirmasi langsung dari anaknya via japri, korban baru menyadari kalau dirinya kena tipu

akhirnya korban tersadar bahwa dirinya kena tipu via www.facebook.com

Masih dalam keadaan panik dan gemetar, korban langsung bergegas menyusul ke indekos anaknya yang diduga menjadi tempat perampokan dan penyanderaan. Sementara istri dan anak-anak lainnya di rumah berjaga-jaga dan berusaha menghubungi anaknya yang diduga dirampok. Di dalam mobil, korban merasakan keragu-raguan lantaran suara yang mirip anaknya tersebut nggak menjawab pertanyaannya yang menggunakan bahasa Batak. Tak lama kemudian anaknya menelepon langsung dan mengabarkan bahwa dirinya baik-baik saja. Seketika itu korban langsung menghentikan mobilnya dan menyadari bahwa dirinya tengah ditipu oknum yang minta uang tebusan.

Tetap tenang dan jangan panik saat mendapat telepon asing adalah cara paling tepat agar kita nggak jadi sasaran empuk oknum penipuan

tetap fokus saat menerima telepon dini hari via www.guardyourhealth.com

Kasus penipuan yang memanfaatkan ponsel sebagai media aksi para oknumnya mungkin sudah banyak terjadi. Modusnya pun kebanyakan mengatasnamakan sebagai keluarga yang butuh bantuan. Namun kali ini oknum menyasar pada kelemahan orang saat mereka tertidur lelap di jam-jam dini hari. Pada umumnya, konsentrasi orang masih kacau ketika menjawab telepon saat mendadak bangun dari tidurnya. Nah, meskipun keadaan nggak memungkinkan, usahakan untuk selalu memfokuskan pikiran sebelum menjawab telepon, terutama pada dini hari saat kamu terpaksa harus bangun dari tidur lelap. Tetap tenang dan jangan panik agar kamu bisa kroscek suara siapa dalam telepon dengan jelas.

Gunakan bahasa adat atau kebiasaan saat berbicara di telepon untuk menguji status orang yang mengaku-ngaku sebagai anggota keluarga yang disandera

uji dengan bahasa adat/kebiasaan via www.wacana.co

Belajar dari pengalaman korban, ada baiknya kita menggunakan bahasa adat atau kebiasaan sehari-hari di rumah saat dihadapkan pada suara yang diduga sebagai anggota keluarga kita yang tengah disandera. Terutama jika suara tersebut sangat mirip dengan yang kita duga. Hal ini sangat ampuh untuk menguji dan membuktikan apakah orang tersebut benar-benar anggota keluarga, kerabat atau teman yang disebutkan si penjahat yang menyanderanya.

Kejahatan ada di mana-mana, kita nggak akan pernah bisa menduga jika sewaktu-waktu kita sendiri yang jadi korbannya. Karenanya, tetaplah fokus, berpikir jernih, tenang dan jangan panik saat kita dihadapkan pada situasi yang bikin gentar hati seperti kasus penipuan di atas. Terutama ketika si penelpon mengaku sebagai keluarga dan bilang kalau dirinya ditangkap polisi, kecelakaan, diculik, disekap, dan keadaan terdesak lainnya. Selalu berhati-hati, ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya