Kekenyangan suka bikin ngantuk? Ini lho penjelasan ilmiahnya

Posted on



Hoopsbyhudy.com – Untuk memenuhi kebutuhan asupan energi guna beraktivitas, setiap harinya seseorang harus menyantap makanan sebanyak dua sampai tiga kali sehari. Dengan menjaga pola makan serta jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh, kamu tidak hanya akan mendapat asupan energi yang cukup tetapi juga tubuh yang sehat.

Namun, tidak jarang seseorang akan merasakan kantuk dan tubuh yang lemas setelah menyantap makanan. Apalagi jika saat itu jumlah makanan yang dikonsumsi tidak sedikit hingga membuat kekenyangan. Kondisi ini terkadang bisa mengganggu aktivitas seseorang.

Lalu sebenarnya kenapa ya seseorang dapat merasakan kondisi tersebut? Nah untuk mengetahui jawabannya, yuk simak penjelasan ilmiahnya di bawah ini yang Hoopsbyjudy lansir dari hellosehat.com, Rabu (1/4).

Setelah menyantap makanan, begitu makanan tersebut sampai ke dalam lambung, biasanya sistem pencernaan akan menyerap zat gizinya untuk dibagikan ke bagian tubuh yang membutuhkan. Sebagian besar zat ini kemudian akan diubah menjadi energi yang dipakai oleh otot-otot tubuh untuk terus bergerak.

Sementara itu, sisanya akan digunakan untuk membantu tubuh memproduksi dan mengatur berbagai hormon, seperti kolesistokinin dan glukagon yang memicu rasa kenyang juga menaikkan gula darah. Selain itu, ada juga hormon serotonin dan melatonin yang berfungsi merangsang rasa kantuk.

Ternyata kombinasi dari berbagai hormon inilah yang membuat seseorang merasa ngantuk setelah makan juga membuat tubuh lemas dan capek. Biasanya rasa kantuk akan lebih sering muncul setelah mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dan triptofan, seperti nasi, kentang, pasta, roti, susu dan pisang.

Dalam istilah medis, kondisi ini disebut dengan postprandial somnolen atau dalam kamus populer juga dikenal dengan istilah food coma. Respons tubuh ini sebenarnya sangat wajar dan dapat dirasakan oleh hampir semua orang. Akan tetapi rasa ngantuk dan kecapekan setelah makan juga bisa diakibatkan oleh masalah kesehatan tertentu, seperti diabetes dan penyakit celiac.

Untuk mengatasi kondisi tubuh ini kamu bisa melakukan peregangan atau berjalan kaki sebentar sekitar 15 menit. Hal ini bertujuan untuk menurunkan gula darah dan hormon-hormon pemicu rasa kantuk.

 

(brl/pep)