Kisah aktivis rawat 630 anak di kawasan rawan hingga ada yang jadi TNI

Posted on

Brilio.net – Gerakan kemanusiaan yang dibentuk dengan satu tujuan yang baik pastinya juga akan mendapat respons yang positif. Sekumpulan orang dengan satu tujuan manusiawi yang berniat ingin membantu beberapa orang yang kurang beruntung sangatlah baik.

Dalam menebar kebaikan, kita pun belajar bahwa semua kelakuan baik bisa dilakukan baik dari diri sendiri maupun dengan bersama orang banyak. Maka dari itu banyak orang yang menggalang dana, bakti sosial dan melakukan kampanye kecil.

Salah satunya adalah House of Mercy (HOME) yang sudah dibangun sejak tahun 2009. Gerakan organisasi ini dibangun sekelompok anak muda dengan visi dan misi yang sama. Beberapa dari mereka pun mengabdi untuk masyarakat wilayah perkampungan Cilincing, Jakarta Utara.

BACA Juga :   4 Fakta Patahan Misterius di Afrika Yang Bikin Heboh. Katanya Bakal Belah Benua Afrika!

Dikutip brilio.net dari KitaBisa, Rabu (28/3) gerakan pembangunan SDM yang dipelopori oleh Lisa, Yudith, Gio, Ervana, Duma, David dan Alex ini seperti rumah singgah untuk warga Cilincing yang masyarakat dan SDM nya jauh dari kata layak.

Salah satunya adalah anak laki-laki bernama Iqbal, ia bergabung untuk tinggal di HOME sejak usia 16 tahun. Mereka sebelumnya tidak mengetahui bahwa Iqbal adalah seorang pecandu narkoba dan zat terlarang. Tetapi, perubahan drastis terjadi ketika ia bergabung di rumah singgah HOME ini, ia sudah tidak pernah menggunakann zat terlarang itu dan kembali menimba ilmu.