Kisah cewek ini membuktikan bahwa bunuh diri itu bukan solusi

Posted on

Brilio.net – Beberapa waktu lalu masyarakat dikejutan dengan berbagai aksi bunuh diri, baik yang dilakukan pesohor maupun orang biasa. Aksi bunuh diri memang bisa terjadi pada siapapun tanpa memandang kasta. Sangat mungkin dialami orang terdekat kita.

Ada berbagai alasan mengapa orang memilih jalan singkat mengakhiri hidup mereka dengan cara bunuh diri. Himpitan ekonomi menjadi penyebab klasik. Lalu ada juga yang merasa gagal dalam percintaan dan merasa seluruh hidupnya sudah nggak berarti.

Asal tahu saja ya, tingkat depresi dan stres yang parah dapat menyebabkan kegilaan, gangguan jiwa, dan berujung pada tindakan bunuh diri lho.

(timeslive.co.za)

Nah beberapa waktu lalu Brilio.net sempat mewawancarai Indah Mustikasari, penulis di perusahaan startup asal Malaysia, iPrice. Gadis cantik ini punya pengalaman pahit hingga sempat berpikir ingin bunuh diri.

BACA Juga :   Ini 5 alasan kenapa milenial gak suka nonton teater, kamu termasuk?

Beruntung cewek yang juga kerap menulis untuk Creator Brilio ini akhirnya sadar dan mengurungkan rencana gilanya itu. Ia sadar setelah mengetahui banyak orang yang bernasib serupa. Ia merasa depresi akibat putus cinta. Duh!  

“Saya trauma merasa disakiti, diselingkuhi dan ditinggalkan dengan cara yang tidak baik. Saya merasa nggak berharga banget saat itu,” kisah Indah.

Indah Mustikasari punya pengalaman ingin bunuh diri. Sekarang jadi penulis produktif (brilio.net/yani andryansjah)

Awalnya ia merasa biasa saja ketika sang pacar memutuskan hubungan dengannya saat masih kuliah di Universitas Padjadjaran, Bandung pada 2014 silam. Indah menjalani long distance relationship (LDR) selama dua tahun dengan sang pacar yang merupakan teman semasa SMA. Sang pacar tinggal di Yogyakarta.

BACA Juga :   Dulu dibuang di dalam kardus, kondisi orangutan ini kini tak disangka

“Selama pacaran saya lebih merasa mental abusive. Sering didiemin. Kalau dia marah nggak pernah ada penjelasan karena apa,” ungkapnya.   

Padahal selama menjalani LDR, Indah selalu berusaha menyiapkan waktu untuk ketemu. Sampai-sampai ia rela pergi ke Yogyakarta untuk menemui sang pacar. Namun, pacarnya kerap bertindak sebaliknya. Tidak mau ketemuan. Malah belakangan ia tahu sang pacar selingkuh.