Kisah haru pasutri tunanetra berjuang obati anaknya yang hidrocephalus

Posted on


Hoopsbyhudy.com – Orangtua mana yang tak ingin melihat sang buah hati tumbuh dengan sehat? Tapi cerita haru datang dari pasangan suami dan istri tunanetra, Zainal Asyiqin dan Venti Sulastri yang tinggal di Tangerang.

Anak bungsu mereka bernama Lalita yang lahir secara prematur di usia kehamilan 26 minggu lantaran pendaharan hebat. Berat badan yang di bawah standar dan fungsi organ yang belum maksimal membuat Lalita harus mendapat perawatan serius di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusomo (RSCM) sejak 20 Oktober 2017 hingga 11 Januari 2018.

foto: kitabisa.com

Satu bulan menjalani perawatan, baby Lalita sudah dua kali menjalankan operasi untuk pembuatan saluran pembuangan sementara.agar cairan di kepalanya tak membesar. Selain itu juga dilakukan pemasangan selang permanen dari kepala untuk membuang peningkatan cairan langsung ke perut.

Keadaan ekonomi yang sulit sempat membuat proses pengobatan Lalita terhambat dan membuat Zainal memutuskan membawa pulang Lalita. Zainal juga sempat pulang kampung ke Brebes, Jawa Tengah, guna mengurus BPJS Lalita. Keadaan Zainal dan Venti semakin sulit ketika mereka harus membagi waktu mengurus dua kakak Lalita yang juga masih balita.

Selang satu bulan dari kepulangannya ternyata terjadi mal fungsi pada operasi Lalita. Hal itu membuat Zainal harus membawa Lalita kembali ke RSCM pada 15 Februari lalu untuk menjalakan operasi ke-3 yang akhirnya juga belum membuahkan hasil maksimal.

Kisah haru tersebut dibagikan Zainal melalui website kitabisa.com. Ayah tiga orang ini juga melakukan penggalangan dana bagi pengobatan sang buah hati agar bisa terus mendapat perawatan maksimal sampai sembuh. Selama 18 hari, dana yang sudah terkumpul mencapai Rp 9,8 juta dari 36 donatur dengan target Rp 100 juta.

foto: kitabisa.com

Harapan baru kini muncul dari pria yang berprofesi sebagai tukang pijat ini. Operasi ke-4 pada Kamis (5/4) lalu berjalan dengan lancar. “Kalau kata dokter, operasi ke-4 kemarin sudah bagus dan sudah tidak mengembang lagi (ukuran kepala Lalita),” ungkap Zainal saat dihubungi Hoopsbyjudy, Kamis (12/4).

Zainal berharap operasi tersebut memberikan dampak positif bagi kondisi kesehatan Lalita. Dirinta berharap Lalita segera sehat dan terbebas dari sakitnya. “Semoga operasi tersebut menjadi yang terakhir,” tambahnya.

Meskipun operasi berjalan lancar, Lalita masih kehilangan nafsu makannya. Kini dokter anak yang menangani masih berupaya untuk mencari susu formula yang bisa dikonsumsi Lalita agar gizinya tetap terjaga. Susu tersebut diakui Zainal tidak murah, oleh karena itu ia masih membutuhkan banyak bantuan dari para donatur melalui kitabisa.com.

“Infeksi tersebut mengakibatkan nafsu makan Lalita hilang,” pungkas Zainal.

(brl/fen)