Krisis Pangan Makin Mendekat, 5 Hal Kecil Berujung Besar ini Bisa Kamu Lakukan untuk Menyelamatkan Kita Semua

Posted on

4. Salah satu penyebab terbesar krisis pangan adalah rakusnya korporasi-korporasi yang melakukan penggusuran hutan dan lahan-lahan pertanian demi berbagai pembangunan, maka kita bisa turut mendukung gerakan-gerakan perlawanan dalam kasus-kasus konflik agraria

Pagar hidup melawan penggusuran tanah via www.warningmagz.com

Beragam jenis pembangunan, baik oleh perusahaan swasta atau pemerintah, termasuk pembangunan jalan, pelabuhan, bandara, yang harus mengorbankan sawah atau lahan-lahan produktif jelas menghancurkan ekosistem produksi pangan kita. Sekilas, ini adalah persoalan dilematis. Namun, selain banyaknya manipulasi yang biasa dilakukan oleh para penggusur, seharusnya ketersediaan pangan sudah menjadi prioritas di atas kepentingan apapun di era krisis sekarang. Jangan ragu untuk mulai menunjukan keberpihakan pada petani atau mereka yang mencoba mempertahankan tanah dan sumber produksi pangan kita. Tak harus dengan ikut demonstrasi, lakukan lewat segala cara yang kamu bisa.

5. Bacalah jurnal-jurnal ilmiah untuk mendalami isu krisis pangan yang sedang ramai diperbincangkan, supaya kita dapat menemukan solusi dan turut serta membantu keseimbangan pangan Indonesia

buku merupakan sumber ilmu via www.pexels.com

Jika kamu hobi membaca maka tidak ada salahnya untuk mendalami isu-isu mengenai krisis pangan dengan membaca buku terkait atau jurnal-jurnal ilmiah. Banyak sekali jurnal yang bisa kamu pelajari untuk mengatasi permasalahan krisis pangan di Indonesia. Bisa juga untuk mempelajari bagaimana solusi yang dihadapi negara lain contohnya adalah seperti Negera Jepang yang mengganti tepung gandum dengan tepung umbi sebagai upaya mempertahankan kedaulatan pangan.

Jangan anggap remeh catatan di atas ya. Sedikit hal kecil akan menjadi kebiasaan baik yang akan terus berkelanjutan dalam jangka panjang lho. Pahami bahwa pangan adalah kebutuhan yang paling utama dari yang utama bagi manusia. Maka itu yang harus diprioritaskan dibanding isu lainnya. Ingat, “Ketika pohon terakhir ditebang, ketika sungai terakhir dikosongkan, ketika ikan terakhir ditangkap, barulah manusia menyadari bahwa dia tidak dapat memakn uang.” – Eric Weiner.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

BACA Juga :   30 Tahun jalani diet ketat, kondisi tubuh wanita ini memprihatinkan