Libur Lebaran Resmi Jadi 10 Hari. Tapi di 7 Negara ini Liburnya Beda-beda lho. Simak, yuk!

Posted on


Momen Hari Raya Idul Fitri masih lebih dari satu bulan lagi. Tapi perkara libur lebaran ini udah ramai dibahas bahkan berbulan-bulan sebelumnya. April kemarin beredar Surat Keputusan Bersama (SKB) dari 3 menteri yang menyepakati total libur lebaran selama 10 hari, yakni dari tanggal 11 sampai 20 Juni 2018. Padahal sebelumnya cuma 4 hari yang disepakati sebagai cuti bersama. Kabarnya pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) juga telah setuju dan tetap mengikuti SKB tersebut.

Banyak orang menyambut gembira kabar cuti bersama yang diperlama itu, terutama para pekerja. Pemerintah pun sudah mempertimbangkan dari segala aspek, seperti ekonomi, sosial, dan lain-lain untuk mengeluarkan keputusan itu. Tapi ternyata, Indonesia jadi satu-satunya negara yang menerapkan libur lebaran paling lama di dunia! Arab Saudi yang dikenal sebagai pusat negara muslim aja liburnya cuma bentar lho. Jadi berapa lama sih negara-negara lain menerapkan libur lebaran tiap tahunnya? Yuk, simak ulasan Hoopsbyjudy News & Feature berikut ini.

1. Sekalipun dikenal sebagai negara muslim yang kuat, Arab Saudi cuma menetapkan libur lebaran 4 hari aja lho

Suasana salat Id di Arab Saudi via mnabd.com

Beda kayak Indonesia yang libur lebarannya seringkali lama. Di Arab Saudi meski seluruh penduduknya beragama muslim, mereka cuma dapat jatah libur lebaran 4 hari aja lho. Karena tahun ini Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari Jumat, tanggal 15 Juni, mereka liburnya dari Kamis-Minggu aja lho guys

2. Sedikit berbeda dengan Arab Saudi, kalau di Turki hari Kamisnya libur setengah hari, jadi kalau ditotal ya liburnya 3,5 hari aja. Wah kalau Indonesia gitu, bisa diprotes kali ya~

Orang sibuk belanja keperluan lebaran via www.worldbulletin.net

Nah lain halnya sama di Turki. Di negara yang mayoritas muslim ini pemerintah menetapkan libur lebaran selama 3,5 hari. Hari Kamisnya, para pegawai masih diharuskan bekerja lho, meskipun cuma setengah hari. Baru Jumat-Minggunya mereka libur penuh. Hmm, bentar banget ya~

3. Lain lagi di Mesir, libur lebaran di sana cukup 3 hari saja. Waduh, mungkin orang Mesir nggak ada yang mudik ya~

Suasana salat Id di Kairo, Mesir via www.ancient-egypt.info

Kalau di Indonesia sih memang terkenal dengan budaya mudiknya saat hari raya tiba. Nah faktor tersebut juga ternyata turut jadi pertimbangan saat pemerintah menetapkan cuti bersama lebaran. Mungkin kalau cuma bentar kasihan sama yang harus mudik lewat jalur darat dan memakan waktu perjalanan sampai seharian gitu. Bisa jadi di Mesir nggak ada yang namanya mudik makanya pemerintah sana cuma menetapkan libur 3 hari aja.

4. Negara tetangga kita, Malaysia aja cuma menetapkan 2 hari sebagai hari libur nasional Lebaran 2018 lho. Untung aja hari ketiganya Minggu…

Kalau ini di Malaysia via english.astroawani.com

Sama nih kayak Mesir, pemerintah Malaysia pun juga cuma menentukan Jumat-Sabtu sebagai hari libur. Untung aja hari ketiganya Minggu ya, kalau nggak ya cuma 2 hari aja tuh liburnya. Padahal Malaysia juga dikenal dengan mayoritas penduduknya yang beragama muslim lho.

5. Sama halnya kayak di Pakistan, liburnya cuma 15-17 Juni aja nih

Saling bermaaf-maafan via dunyanews.tv

Pakistan juga dikenal sebagai salah satu negara Islam. Tapi hal itu nggak membuat para pemangku kebijakannya memperlama libur hari raya Idul Fitri. Sama kayak Mesir dan Malaysia, orang-orang Pakistan harus puas dengan hanya libur 3 hari, 15-17 Juni.

6. Meskipun umat muslim di India terbilang banyak, tapi tahun ini libur lebarannya cuma 1 hari. Sedih nggak sih…

Salat Id di Taj Mahal via indianexpress.com

India memang dikenal dengan mayoritas penduduknya beragama Hindu. Tapi umat muslim di sana juga termasuk banyak lho. Tapi meski begitu, mereka yang muslim harus berbesar hati dengan libur lebaran yang cuma berlangsung 1 hari, ya tanggal 15 Juni itu! Aduh, waktu kumpul bareng keluarga jadi cuma bentar banget ya…

7. Nah, kalau di negara yang bukan mayoritas muslim kayak Australia dan Inggris, libur khusus lebaran jelas nggak berlaku

Salah satu masjid terkenal di London via www.bbc.co.uk

Nah, terus gimana ya sama orang-orang muslim yang jadi penduduk minoritas di suatu negara, kayak Australia atau Inggris? Di sana mereka memang nggak diberi libur khusus seperti halnya di Indonesia, yang jelas-jelas di kalender ada tanggal merahnya. Mereka yang bekerja tentu akan tetap bekerja seperti biasa. Tapi meskipun nggak ada hari libur khusus, pusat-pusat bisnis dan organisasi biasanya mengubah jam operasional mereka di hari tersebut, misalnya bukanya jadi lebih siang. Hal ini untuk memberi kesempatan karyawannya yang muslim untuk salat Id dan silaturahmi dengan keluarga terlebih dahulu.

Di Indonesia kalau merujuk ke libur resmi di kalender sih memang cuma 2 hari, tapi cuti bersama yang disepakati membuat total libur jadi 10 hari. Negara-negara di atas pun juga meskipun kelihatannya cuma libur bentar, tapi nggak menutup pemerintahnya menambah hari libur sebagai cuti bersama. Kayak tahun 2017 kemarin, pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk memperpanjang libur lebaran jadi total 24 hari! Jadi ya kita tunggu aja apakah tahun ini mereka bakal memperlama liburnya lagi ya~

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya