Libur Long Weekend Mau ke Mana? Yuk ke Desa Panglipuran, Desa yang Paling Bersih di Dunia!

Posted on

Liburan ke Desa Panglipuran, Bali

Wisata ke Bali nggak melulu cuma ke pantai semata. Nggak mesti harus ke Seminyak atau wajib ke Kuta. Mungkin bagi kamu yang sering ke Bali, liburan ke kawasan selatan Bali sudah mulai sumpek dan nggak terlalu bisa dinikmati. Pilihan ke kawasan timur maupun utara kini lebih menarik untuk dikunjungi. Bali itu luas lho, nggak cuma di tepi pantai selatan aja!

Mumpung besok long weekend nih, yuk ke Bali lagi. Tapi nggak usah ke pantai-pantai dong, bosen ‘kan ya? Lebih baik kita liburan ke Bali bagian tengah dan utara. Salah satu destinasi yang layak dikunjungi adalah Desa Panglipuran. Seperti apa sih kerennya Desa Panglipuran ini? Yuk simak aja sama-sama.

BACA Juga :   Pakai 9 Alasan (Palsu) ini Saat Kamu Nggak Bisa Datang ke Nikahan Teman. Biar Terbebas dari Omelan~

Pernah disebut sebagai salah satu dari 3 desa terbersih di dunia, Desa Panglipuran memang menjelma sebagai destinasi wisata yang populer di Bali karena pesonanya

desa panglipuran via baliislandsurf.wordpress.com

Desa Panglipuran berada cukup jauh dari Denpasar, yakni sekitar 45 km. Desa ini tepatnya berada di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Jika kamu ingin merasakan suasana yang asri, sangat berbudaya dan kental dengan nuansa adat Bali, Desa Panglipuran harus kamu tuju. Pada tahun 2016 silam, desa ini dinobatkan sebagai salah satu dari 3 desa terbersih di dunia selain Desa Giethoorn di Belanda dan Desa Mawlynnong di India. Memang sih, kalau kamu mengunjungi desa ini pasti akan terasa sangat sejuk dan bersih. Nggak percaya, coba deh kunjungi desa ini pas liburan nanti.

BACA Juga :   Pilih Melahirkan di Dokter Kandungan atau Bidan? 10+ Fakta Ini Layak Kamu Pertimbangkan

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang baru saja berkunjung ke Panglipuran pun kagum dengan keindahan desa ini. Ia pun tak sungkan untuk melempar pujian terhadap Desa Panglipuran

suasana desa panglipuran via www.kintamani.id

“Destinasinya memang sangat unik. Kehidupan masyarakat, pola komunikasi, mempertahankan tradisi dan budaya lokal, termasuk dalam urusan sosial, komitmen untuk kebersihan bersama, keamanan dan kenyamanan bersama sangat kental dengan nuansa Bali,” puji Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Dari gerbang depan, tampak bahwa desa ini sangat unik dan sangat terasa Balinya. Desa ini sudah terlihat rapi sejak di pintu masuk setelah melewati Candi Bentar, pintu gerbang kawasan atau perkampungan khas Bali. Kemudian kamu akan menemui tanaman perindang di kanan kiri jalan yang tertata rapi. Suasanyanya hijau dan asri dengan rerumputan dan bunga yang berwarna-warni.