Liku-liku karier seni Yuliono Singsot, dari ejekan berubah pujian

Posted on

Hoopsbyhudy.com – Sekilas tak ada yang istimewa dari Yuliono. Namun jangan salah, sosok sederhananya telah mencuri perhatian banyak orang ketika mengikuti audisi Indonesian Idol 2014 lalu. Saat itu usianya masih 26 tahun dan tercatat sebagai mahasiswa jurusan Agribisnis di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Di depan Indra Lesmana, Raisa dan Ahmad Dhani, Yuliono membawakan lagu Dealova yang dipopulerkan Once diiringi petikan gitar. Uniknya kemampuan menyanyi yang pas-pasan itu menjadi luar biasa usai ditambah suara siulan merdu dari mulutnya.

Meskipun tak lolos ke babak selanjutnya, audisi Indonesian Idol seolah membuka jalan Yuliono untuk mengenalkan kemampuan berkeseniannya. Video audisinya di YouTube ramai ditonton orang. Sejak itu, berbagai undangan manggung di dalam hingga luar kota mulai berdatangan.

BACA Juga :   Kerap tampil dewasa, ini 10 beda gaya Marion Jola dan Aurel Hermansyah

“Iya bantu banget itu (Indonesian Idol). Orang-orang yang tadinya nggak kenal saya jadi dukung saya, ngundang saya juga (untuk tampil),” kata Yuliono sembari memainkan gitar di Warkop Singsot di Yogyakarta, Kamis (5/4).

Yuliono Singsot/foto: istimewa

Awal berkesenian

Ketertarikan Yuliono terhadap dunia seni sudah muncul sejak kecil. Usai melihat penampilan penyanyi atau penari, selalu ditirukannya dengan variasi siulan.

Dengan modal siulan dan ketertarikan dunia seni, Yuliono kecil sempat mengungkapkan cita-citanya ingin menjadi aktor. Namun, cita-cita itu dinilai aneh di mata teman-temannya. “Temen saya bilang, ‘wah, kamu tuh kalau mimpi jangan ketinggian’,” kenang Yuliono.

Ejekan teman-temannya itu justru membuat semangat Yuliono untuk mengasah kemampuannya seninya semakin besar. Ia mulai melatih siulan atau singsot agar bisa berbunyi indah layaknya alunan musik. Yulino kecil kerap diminta untuk menunjukkan kemampuan singsotnya di depan kelas. Suara singsotnya itu perlahan-lahan menjadi ciri khasnya.

BACA Juga :   3 Kali prewedding, ini beda 9 gaya Syahnaz-Jeje di pemotretan 1, 2 & 3

Setelah dewasa tak cuma bernyanyi, Yuliono juga mempelajari pantomim bersama sang kakak sembari menjalankan usaha sol sepatu keliling.

Tak puas mengasah kesenian di Wonosobo, rasa cintanya terhadap dunia seni membawa Yuliono pada 2003 merantau ke Yogyakarta. Di Kota Gudeg, dirinya memperdalam seni pantomim, teater dan musik. “Wah, akhirnya saya memutuskan harus sekolah di sini. Di Jogja karena kan kota pendidikan, biar ilmunya lebih dapat,” ungkap Yuliono.