Lomba lintas alam, cara anak zaman now dorong kepedulian lingkungan

Posted on

Hoopsbyhudy.com – Bagi para aktivis, menjadi mahasiswa nggak hanya bergelut dengan buku dan perkuliahan. Tapi mereka juga menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan positif untuk mengembangkan skil yang nggak didapat di bangku kuliah. Salah satu aktivitas mahasiswa yang terkenal adalah pecinta alam. Mereka ini biasa dikenal dengan sebutan Mapala, kependekan dari mahasiswa pecinta alam.

Kegiatan mereka ini nggak hanya berpetualang di alam bebas. Tapi juga punya kegiatan lain yang diperuntukkan bagi kalangan di luar organisasi mereka. Salah satunya adalah yang digelar Mapala Surya Rimba (MAPASURI) Universitas Muhammadiyah Purworejo.

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, 22 April, MAPASURI akan menggelar Lomba Lintas Alam
Mapasuri (LLAM) Piala Gubernur pada tanggal 22 April 2018 mendatang. Hari Bumi merupakan hari jadi lahirnya sebuah gerakan kepedulian terhadap lingkungan dalam keberlangsungan hidup di muka bumi.

BACA Juga :   6 Hal yang Membuat Kamu Lebih Nyaman Pacaran Sama Cowok yang Seumuran

MAPASURI sendiri sebenarnya pernah menggelar event serupa, tapi sempat terhenti beberapa tahun. “Untuk memulai kembali Lomba lintas Alam Mapasuri ini digelar bertepatan dengan Hari Bumi 22 April 2018, dengan harapan semoga Lomba Lintas Alam Mapasuri ini dapat digelar tiap tahunnya, ujar Ketua Umum Mapasuri Aldy Riyaldi dalam siaran pers yang diterima Hoopsbyjudy, Minggu (15/4).

Selain untuk meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian alam, acara ini diharapkan juga bisa membantu mempromosikan pariwisata dan mengenalkan budaya Kabupaten Purworejo ke kancah nasional. “Serta berupaya ikut andil dalam menyukseskan program peningkatan minat wisata di Kabupaten Purworejo bertajukRomansa Purworejo 2020 dan Jateng Gayeng,” tuturnya.

LLAM Piala Gubernur 2018 secara garis besar menerapakan teknik pendidikan lingkungan di alam bebas menggunakan model petualang dengan perencanaan program. Terdapat empat kategori yang dilombakan, yakni Umum Putra dan Putri, dan Pelajar Putra dan Putri. Tiap kategori merupakan tim dengan anggota tiga orang. Kegiatan ini bisa diikuti kalangan pelajar SMA/SMK/MA, organisasi pecinta alam, komunitas pecinta alam, dan masyarakat umum.