Meradang karena jaket Jokowi dihina, ini respons Gibran yang menohok

Posted on

Brilio.net – Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo kembali menjadi buah bibir. Ya, lantaran aksinya touring menggunakan motor barunya Royal Enfield Bullet 350 cc menjadi perbincangan.

Minggu (8/4), Jokowi sempat menjajal beberapa motor custom sebelum melakukan touring. Ada yang mencuri perhatian dari penampilan Jokowi selama ia sedang menjajal beberapa motor custom.

Ya, penampilan Jokowi yang mengenakan jaket jeans dengan beberapa hiasan itu terlihat menarik dan unik. Jaket jeans itu diketahui karya Benhard Suryaningrat yang harganya mencapai Rp 4 juta.

Pada bagian belakang jaket, tampak susunan tulisan Indonesia dengan berbagai motif yang mewakili budaya. Sedangkan pagi bagian depan, ada peta Indonesia berwarna merah putih.

BACA Juga :   10 Tingkah kocak Kaba, putra Zaskia Mecca, balita pinter ngelawak nih

Tetapi siapa sangka, peta Indonesia pada bagian depan jaket ini menjadi bahan cibiran. Seperti salah satu foto yang diunggah oleh akun Instagram @sr23_official, Jokowi disebut bangga memperlihatkan Indonesia terbelah hanya gara-gara jaketnya tidak terkancing.

Unggahan itu sontak saja membuat putra sulung Jokowi meradang. Berikut respon Gibran soal unggahan yang menghina jaket Jokowi seperti brilio.net kutip dari akun Instagram @chillipari, Senin (9/4).

Sempat emosi pas liat postingan @sr23_official dan @pencitraan.tv tentang jaket yg kemarin dipakai ke sukabumi. Bukan karena orang tua saya dihina tapi karena mereka sudah melecehkan karya anak bangsa. Mereka sudah menghina kerja keras @nevertoolavish. Ini brand lokal lho, kalo bukan kita yg beli/dukung siapa lagi? Ini jaketnya dilukis oleh seniman lokal. Hasil kerja keras dan keringat anak bangsa. Benci boleh. Mau bikin hashtag #2019gantipresiden silahkan. Tapi jangan menghina hasil karya teman saya. Saya berharap @nevertoolavish juga memberikan klarifikasi biar para pembenci tahu makna dari gambar2 di jaket ini. Saya membuat postingan ini bukan biar @pencitraan.tv dan @sr23_official dibully, tapi saya sendiri merasakan bagaimana susahnya membangun dan membesarkan sebuah brand,” tulis Gibran pada caption fotonya.