Naik pakai jalur turun, bukti budaya antre di Indonesia masih rendah

Posted on



Brilio.net – Kepadatan terjadi di Stasiun Duri, Jakarta Barat pada saat jam pulang kantor, pada Senin (27/3). Para penumpang yang tidak sabar ingin segera sampai di atas naik menggunakan eskalator jalur turun. Kesemrawutan pun tak bisa dihindari.

Pasalnya, untuk menyeberang peron hanya disediakan eskalator. Penyeberangan melalui jalur bawah saat itu sudah ditutup, tangga manual pun tak tersedia.

“Tadi saya di lokasi jam 5 an lewat sedikit. Entah setelah video ini atau sebelumnya. Penumpang turun ke peron 4 bertabrakan dengan yang mau naik. Pintu sangat sempit dan yang naik eskalator nggak ada yang mau jalan. Untung nggak ada yang jatuh. Petugas sudah woro-woro dengan TOA tetap saja yang naik eskalator pada santai nggak mau jalan. Malah bilang ‘naik eskalator kok malah disuruh jalan’. Akhirnya penumpukan terjadi karena semua orang mau naik dengan cepat. Tidak ada line antrian dan eskalatornya lama nian jalannya. Tangga manual bagaimanapun harus tetap ada terutama antisipasi kondisi darurat,” tutur Aully Grashinta.

“Pembangunan tanpa rencana dan tanpa perhitungan yang matang ya gini. tolong di audit aja,” tulis Dian Audrylia Hepburn.

“Karena di lantai peron udah nggak bisa nampung orang, jadi penumpang yg turun putar balik ngelawan arah menghindari penumpukan penumpang lebih banyak lagi. Yg disayangkan disini penumpang yg naik nggak mau jalan kaki,” tandas YS Suargadinata.

Budayakan antre ya guys. Kasihan yang mau turun.

 

(brl/red)